Pasak Bumi

Pasak Bumi
Pemilik Kastil Biara


__ADS_3

Akhirnya paman Coeli menceritakan hal ini dengan paman Eldard.


Soalnya hanya paman Eldard yang memiliki kesempatan untuk memanggil perempuan tua itu.


Paman Eldard pernah membantu salah satu penghuni kastil biara jadi ada hutang jasa diantara paman Eldard dan pemilik kastil biara.


Paman Eldard menyetujui hal ini dengan satu syarat, semua pemilik kastil yang beraliansi dengan mereka mengetahui hal ini.


Awalnya paman Coeli bersikeras hanya mereka saja yang berhak tau. Namun paman Coeli tau tidak ada gunanya melakukan tawar menawar dengan paman Eldard.


Akhirnya mereka semua berkumpul di kastil utama bumi.


****


Paman Eldard memanggil perempuan tua tersebut.


Tiba-tiba di ruangan tersebut muncul sosok perempuan bertubuh kecil, rambutnya panjang dan memutih, terlihat rapuh dan menggunakan jubah sampai menutupi kepalanya menghampiri mereka.


Tidak ada satupun perhiasan di tubuhnya kecuali ada cincin berwarna keperakan di jempol tangan kanannya.


Hal ini menunjukkan bahwa dia adalah keturunan kastil langit.


"Apa kabar, nek?" kata paman Coeli dengan keramahan yang dibuat-buat.


Semua di ruangan itu sudah tau jika paman Coeli memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan nenek kandungnya sendiri yang merupakan pemilik kastil biara.


Namun ada kesepakatan di antara keluarga mereka sendiri jika kastil Langit harus menjaga biara.

__ADS_1


Hanya saja paman Coeli merasa seandainya neneknya melakukan hal sama untuk kastilnya termasuk keluarganya.


Bukan hanya berdiam diri melihat hal yang sudah terjadi dan bertahan untuk tidak memihak.


"Tentu saja kabarku baik, cucuku," kata sang nenek sambil lalu.


"Terima kasih karena nenek bersedia datang mendengarkan panggilanku,"kata paman Eldard.


"Tentu saja, janji adalah janji. Bagaimana kalau kita hentikan saja basa-basinya dan jelaskan tujuan kalian disini,"kata sang nenek.


Hal ini yang membuat paman Teeran kagum dengan kelugasan sang nenek dan langsung pada intinya.


"Baiklah, kami ingin meminta kemampuan cenayang nenek mengenai masa depan Suyira yang sudah diketahui oleh adikku sendiri,"kata paman Edsel dengan nada penyesalan.


"Hal yang sama yang diketahui oleh istrimu dua tahun lalu,"kata sang nenek sambil memandang ke muka cucunya.


Lambat laun paman Coeli akhirnya menyadari maksud dari perkataan sang nenek.


"Apakah dia yang memberitahukan ramalan itu ke pihak musuh?"kata paman Coeli. Semuanya yang di ruangan itu terkejut kecuali sang nenek.


"Tepat sekali",kata nenek dengan nada tidak peduli.


"Bagaimana bisa..apakah itu yang menyebabkannya tidak bangun ?"kata paman Coeli terlihat bingung dan sedih.


Sang nenek mendekati paman Edsel dan berkata,"Adikmu memancingnya di tepi jurang dan mengancamnya bahwa kalian sudah ditangkap. Ditengah keraguannya, adikmu menyentuhnya dan mendapatkan kilasan masa depan. Istrimu sadar bahwa dia telah ditipu berusaha menghindar dengan jatuh ke dalam jurang. Kondisinya sekarang adalah rasa bersalahnya".


Hal ini membuat paman Edsel membisu dan tidak sanggup mengatakan apapun.

__ADS_1


"Hal inilah yang ingin kalian ketahui, bukan ?"kata sang nenek membalikkan badan dan berusaha untuk kembali.


"Tunggu sebentar, nenek jangan mempermainkan kami lagi. Nenek sudah tau tujuan kami memanggil nenek adalah tentang ramalan itu,"kata paman Firye.


Sang nenek hanya tersenyum ke arahnya. Paman Firye meminta paman Eldard untuk menanyakannya.


"Nek, apa isi ramalannya ?"kata paman Eldard berusaha mengendalikan keterkejutannya akibat berita yang baru didengarkannya.


"Apakah kalian tau dampaknya memintaku untuk melihat masa depan seseorang. Tidak ada yang pasti di dalamnya. Bahkan mungkin seseorang sudah memperkirakannya hanya mengikuti intuisinya,"kata sang nenek.


Nenek melihat paman Firye sudah tidak sabar malah membuat nenek tambah senang .


"Baiklah sepertinya sudah ada yang tidak sabar di ruangan ini,"kata sang nenek.


Nenek membacakan ramalan dengan mudah dan hanya satu yang terngiang begitu jelas bagi semua orang di ruangan itu.


"Satu akan kembali menjadi human, satunya lagi akan memiliki kekuatan dan kekuasaan tak terkalahkan," kata sang nenek.


Saat sang nenek mau pergi, nenek bertanya kepada paman Coeli kenapa komunikasi pikiran dengan cicitnya tidak bisa dilakukan.


Melihat sang cucu sendiri terkejut, nenek pun menyadari masalahnya.


Kemudian nenek mendekatinya dan menghapus mantra yang hanya diberikan oleh seorang cenayang. "Ucapkan hal ini juga pada cicitku dan oh yaa.. jangan buat dia bersedih lagi. Bukan hanya kau yang kehilangan .. dia juga .. kehilangan ibu dan hampir .. ayahnya,"kata sang nenek.


Paman Coeli terkejut melihat neneknya perhatian dengan cicitnya.


Mereka tidak memperhatikan percakapan sang nenek dengan paman Coeli.

__ADS_1


Mereka lebih disibukkan dengan pikiran masing - masing terutama fakta bahwa Suyira harus berhadapan dengan orang yang sudah memiliki tiga unsur alam yaitu tanah, api dan angin.


__ADS_2