Pasak Bumi

Pasak Bumi
Kemarahan Paman Flyied


__ADS_3

Lima petapa sedang duduk bersila di bawah pohon aok batas pelindung kelima.


"Selamat datang,"kata petapa pertama


Paman Flyied, paman Coeli, bibi Fliest dan anak-anak sudah sampai ke pelindung kelima.


"Lama tidak bertemu,"kata bibi Fliest.


Kemudian salah seorang anak menarik kain baju bibi Fliest meminta perhatiannya.


"Dimana ibuku ?"kata anak itu


Bibi Fliest terkejut dengan pertanyaan itu dan tidak dapat menjawabnya.


"Kalian bisa melihatnya di padang rumput yang ada bunga - bunganya. Tempat biasa kalian bermain,"kata petapa kedua.


Mereka semua menuju ke padang rumput.


Di sana, mereka melihat papan nama orangtuanya. Mereka menangis.


Celli melihat papan nama kedua orangtuanya dan mengusap - usap papan nama orangtuanya dengan jarinya.


Bibi Fliest dan paman Coeli melihat dari kejauhan.


"Rasa sakit ini tidak akan pernah sembuh,"kata paman Coeli


"Tapi itulah satu - satunya cara yang membuat mereka bertahan hidup,"kata bibi Fliest.


"Aku akan membawa dalam waktu dekat ini. Ada masalah di kastilku,"kata paman Coeli


"Berikan dia waktu sedikit. Dia sudah tau dari awal sebenarnya disini bukan tempatnya,"kata bibi Fliest

__ADS_1


Kemudian mereka berdua beranjak pergi.


"Aku akan bertanya langsung padanya,"kata paman Flyied dengan amarah yang menyala nyala


"Tenangkan dirimu, anakku,"kata petapa pertama


"Dia telah mengkhianatiku, ibuku dan semua orang di kastil ini,"kata paman Flyied


"Jangan biarkan amarahmu membutakan pikiranmu,"kata petapa kedua


"Aku akan mencarinya,"kata paman Flyied langsung beranjak.


Paman Flyied bertemu dengan paman Coeli dan bibi Fliest di depan pintu gerbang kastil utama.


Paman Flyied melewati mereka begitu saja.


"Apa yang terjadi padanya ?"kata paman Coeli


"Kenapa kita harus menghentikannya ?"kata paman Coeli heran


"Jika dia bertemu dalam suasana hati seperti itu. Dia pasti berkelahi. Yang menonton tidak akan paham masalahnya. Yang ada .. ayolahh..kau tau maksudku...anak -anak,"kata bibi Fliest


"Sial...Kau benar,"kata paman Coeli


Sementara itu paman Flyied sudah melaju kencang karena pemilik kekuatan kastil ini memiliki tubuh yang ringan sehingga bisa berlari dengan sangat kencang.


Bibi Fliest dapat mengejarnya langsung.


"Sebaiknya kau pikirkan dulu sebelum bertemu dengannya,"kata bibi Fliest


"Jangan halangiku,"kata paman Flyied setengah berteriak

__ADS_1


"Apa yang ingin kau lakukan saat bertemu dengannya ?"kata bibi Fliest


"Apa yang ingin kulakukan adalah urusanku. Sebaiknya kau minggir atau...,"kata paman Flyied


"Atau apa ... katakan padaku,"kata bibu Fliest


"Aku tidak ingin berdebat denganmu,"kata paman Flyied sambil menghempaskan tubuh bibi Fliest jauh.


Saat paman Flyied berpikir bahwa tidak ada lagi gangguan muncul paman Coeli di depannya.


"Kau jugaa...,"kata paman Flyied tidak percaya


"Sebenarnya aku juga ingin mengikutimu dan menyuruh melakukan hal yang sama...membalasnya...tapi kau lihat.. anak - anak itu sudah cukup melihat perkelahian,"kata paman Coeli.


Paman Flyied akhirnya melambat.


"Kita akan tetap menemuinya dalam waktilu dekat ini tapi saat kau tenang. Soalnya pengkhianat di kastil kami sudah tau jika kami tau mereka berkhianat,"kata paman Coeli


"Apa maksudmu ?"kata paman Flyied


"Kita harus tau apakah hanya dia saja yang berkhianat atau ada penjaga lain yang membelot,"kata paman Coeli


Paman Flyied terkejut namun menerima perkataan paman Coeli


Bibi Fliest kemudian datang ke arah mereka.


Bibi Fliest menyerang paman Flyied dengan hempasan angin yang sama.


"Ini ... biar kau rasakan akibatnya kalau kau yang dihempas,"kata bibi Fliest marah


Paman Flyied akhirnya kembali.

__ADS_1


"Maaf, Fliest,"kata paman Flyied menyesal.


__ADS_2