
Mereka sudah berkumpul di ruang utama
"Apakah kalian tau siapa yang berada di pelindung terakhir seluruh kastil ?"kata Eldester
"Yang jelas mereka perempuan. Memiliki lebih dari satu kekuatan, Tuanku,"jawab madam gila
"Mereka ada koneksi pikiran dengan penjaga pelindung kedua,"ujar Sang Tangan Kiri
"Itu artinya salah satu dari mereka bersaudara. Ada lagi ?" kata Eldester
"Penjaga pelindung terakhir adalah enam perempuan yang memiliki lebih dari dua kekuatan. Kalau tidak salah penjaga pelindung kedua adalah anak dari Teeran dan kemungkinan besar yang berada di pelindung terakhir adalah adiknya yang seharusnya tinggal di kastil Biara,"jawab Sang Tangan Kanan
Mereka semua terkejut kecuali Eldester.
"Bagus. Tidak salah aku menempatkanmu pada posisi ini. Kuharap kau bisa menggali lebih dalam sampai pembalasanku tiba,"kata Eldester
Sang Tangan Kanan hanya mengganggukkan kepala.
Eldester langsung meninggalkan ruangan dan menuju ke ruangannya.
"Kau memang hebat. Kemampuan pikiranmu melebihiku,"ujar Sang Tangan Kiri melaju pergi.
"Kalau memang seperti itu. Kau tau apa yang kupikirkan apa perlu kukatakan,"jawab madam gila sedikit canggung
"Tentu saja. Akan lebih baik tidak usah kau katakan,"kata Sang Tangan Kanan
"Baguslah,"jawab madam gila undur diri
Sang Tangan Kanan hanya duduk diam di ruangan itu seorang diri.
****
Di taman belakang kastil Langit,
"Celli, kita harus bisa dikurung di ruang bawah tanah,"kata Suyira
"Maksud kakak ?"jawab Celli bingung
"Di ruang itu ada lorong penghubung menembus ke kastil Bumi jadi kita bisa melarikan diri,"kata Suyira berbisik
"Ohh ituu..,"jawab Celli langsung berbisik ke telinga Suyira.
****
__ADS_1
Luxi sedang berjalan keluar dari kastil utama.
"Kakak, kami mau bermain di lapangan untuk meningkatkan kekuatan kami,"kata Celli
"Boleh. Bawa saja penjaga bersama kalian,"jawab Luxi
"Kami ingin bermain bersama kakak. Hanya dengan kakak. Seperti dulu,"kata Celli
"Apakah kakak keberatan ?"kata Suyira
"Tentu saja tidak,"jawab Luxi
Mereka berjalan menuju ke ladang rumput yang luas di tengah hutan.
"Kak, tempat ini dulu memang kelihatan luas bagi kita. Tapi tidak sekarang. Kita sudah besar,"kata Suyira
"Sebenarnya ada satu padang lagi tapi itu ada di pelindung terakhir,"jawab Luxi ragu
"Ahh kakak. Kami khan cuma minta ini dengan kakak. Apakah kakak tidak bisa mengabulkannya ?"ujar Celli memohon
" Baiklah,"jawab Luxi
Mereka berjalan melewati setiap pelindung dan akhirnya sampai ke pandang rumput yang sangat luas melebihi lapangan sepakbola Wembley Stadium.
Tiba - tiba Suyira dan Celli menyerang Luxi.
Celli membuat kabut yang berbentuk awan yang bisa memancarkan arus listrik.
Luxi kesulitan untuk bergerak.
Mereka kemudian berlari ke sisi lain dari hutan menuju ke batas pelindung terakhir.
"Anak - anak manis. Ini tujuan kalian sering bermain ke pemukiman Dark Forest,"kata paman Fordd
"Jangan sakit hati, paman. Paman tau kami harus pergi dari sini,"jawab Suyira
"Kalau begitu kau harus melewati pamanmu ini,"kata paman Fordd
Saat mereka bertarung satu sama lain, tiba - tiba langit berubah menjadi mendung dan hujan.
"Kalian berdua kembali,"jawab Luxi
Suyira dan Celli tau sudah tidak mungkin melarikan diri.
__ADS_1
Mereka mengikuti Luxi dari belakang.
Di depan pintu gerbang kastil utama, paman Coeli sudah menunggu mereka.
"Aku tidak percaya .. Kau bisa dibodohi oleh adik - adikmu sendiri,"kata paman Coeli
Luxi hanya memalingkan muka
"Kalian tinggallah di lantai paling bawah kastil ini,"kata paman Coeli
"Paman...,"bujuk Celli
"Tidak. Itu aturannya,"kata paman Coeli
Mereka diantar oleh dua penjaga ke lantai bawah.
Luxi masuk ke dalam kastil utama dalam keadaan basah kuyup
Sellen menemui anaknya di kamarnya
"Kau baik - baik saja,"kata bibi Sellen
"Baik,"jawab Luxi menyembunyikan perasaannya
"Kau tau Ibu sering sekali dikerjain oleh kedua ibu mereka,"kata bibi Sellen
"Ibu menerimanya ?"jawab Luxi
"Iya. Bagaimanapun mereka adalah teman Ibu,"kata bibi Sellen
"Sebenarnya aku tidak membenci mereka hanya kecewa dengan mereka,"jawab Luxi
"Ahh ituu .. tidak kau jelaskan Ibu sudah tau. Kau sangat menyanyangi mereka,"kata bibi Sellen
"Iya. Hanya kesal dibodohi oleh kedua adikku sekaligus,"jawab Luxi tersenyum
"Ayahmu juga sering kok dibodohi oleh adik - adiknya,"kata bibi Sellen
"Benarkah ? Tapi sikapnya menunjukkan kalau seolah - oleh tidak pernah terjadi padanya,"jawab Luxi
"Dia hanya tidak menyangka jika kau juga mengalami nasib yang sama,"kata bibi Sellen
Mereka berdua akhirnya tertawa.
__ADS_1