Pasak Bumi

Pasak Bumi
Pembalasan Rerast


__ADS_3

Di parkiran mobil kampus,


"Ular.. ularrr....,"teriak temannya Crisstan


"Mana ... mana...,"kata Crisstan panik


Ular berwarna hijau daun yang menarik mendesis di kursi bagian belakang.


"Buka pintunya cepat,"kata teman Crisstan yang satunya lagi mencoba melarikan diri


Crisstan yang duduk di bangku pengemudi mencoba membuka otomatis namun tidak bisa.


Mereka tambah panik saat ular mencoba menjalar ke bangku tengah.


"Tidakkkkk...,"kata teman Crisstan yang duduk di bangku tengah saat ular mengigit tangannya


"Jangan - jangan berbisa,"kata Crisstan panik


"Tolonggg... tolonggg,"teriak mereka bertiga


Sementara itu, di balik tembok parkiran ada yang memperhatikan ulah mereka.


"Rasakan .. siapa suruh berulah,"kata Rerast


Rory tertawa cekikikan


"Kita khan ga boleh gunakan kekuatan kita untuk ngerjain orang... tapi ular khan ga masalah bukan manusia,"kata Rory


Rerast tertawa


"Ehh gimana CCTV parkiran,"kata Rerast


"Aman kok kak,"kata Rory


"Gitu dong. Baru adik kakak yang paling baik,"kata Rerast


"Siapa dulu dong kak,"kata Rory bangga


"Ingat jangan cerita sama kedua kakakmu yang lain. Bisa kena ceramah panjang,"kata Rerast


Mereka berdua tertawa membayangkan kultum satu jam yang mereka terima kayak di TV.

__ADS_1


****


"Ini bukan ulah kalian khan ?"kata Flay


"Maksudnya kak ?"kata Rory pura - pura tidak tau


"Dia dan teman - temannya sampai harus dibawa ke ruang kesehatan,"kata Flay


"Siapa yang kalian maksud khan disini ?"kata Rerast


"Rerast..,"kata Suyira


"Dia yang mulai duluan,"kata Rerast membela diri


"Lagipula kami tidak melanggar peraturan kok,"kata Rory enteng


"Ke sini kau.. anak kecil,"kata Flay yang sudah geram dari tadi dengan sikap Rory mengejar dan berniat menjintak kepalanya


"Aku bukan anak kecil lagi.. lagipulaa kenapa jadi gini,"kata Rory berusaha menghindar dari kejaran super cepat Flay . Mengingat bahwa dia adalah keturunan kastil Fogyer.


"Memang bayangan kalian seperti apa kak ?"kata Celli polos


"Kami akan dapat kultum sejam,"kata Rerast pura - pura merasa bersalah


"Awas kau yaaa,"kata Flay yang sudah berhasil menangkap baju Rory dari belakang


"Kak coba lihat .. coba lihat ...,"kata Rory mengalihkan perhatian


"Jangan mengalihkan perhatianku,"kata Flay


"Kak Eltader ....,"teriak Rory


Rombongan Eltader lewat dari belakang kampus sehingga melewati taman tempat rombongan Suyira beristarahat dari segala urusan di kampus mereka.


Flay langsung membungkam mulut Rory dan menggeretnya ke balik pohon.


"Kalau kakak menjintakku. Aku akan teriak,"kata Rory


"Oke. Kau menang,"kata Flay panik


****

__ADS_1


"Ehh tapi sejak kapan Eltader berteman dengan cowok yang satu itu. Kayaknya baru,"kata Flay penasaran


"Ahh kakak masih peduli yaa,"kata Rory menggoda Flay


"Diam,"kata Flay mengancam


Rory berlari sambil berteriak,"Kakak.. Kak Flay masih suka sama kak Eltader."


Mereka yang lagi rebahan di rumput mendengar hal itu jadi tertawa.


"Bukan seperti itu... Dia itu bukan orang yang mudah berteman dengan orang .. tiba - tiba ada anggota baru di kelompok mereka,"kata Flay menjelaskan


"Ohh ituu ... aku pun pernah melihatnya,"kata Aretra


"Memangnya siapa ?"kata Rerast yang selalu penasaran


"Mantan tunanganku,"kata Aretra


"Yang meninggalkanmu di altar untuk cewek lain,"kata Suyira


"Yaa cewek ... tapi bukan manusia,"kata Aretra cuek


"Jadi apa ?"kata Rerast ingin tahu


"Gurita raksasa yang tinggal di dasar laut dalam. Temannya dari kecil,"kata Aretra


Yang lain mendengar hal itu tidak bisa menahan tawa.


"Jadi yang namanya ...,"kata Suyira


"Iyaaa.. sudah jelas,"kata Aretra kesal


Mereka jadi tertawa terpingkal - pingkal.


"Ehh Rory sudah sering khan melakukan kesalahan tapi selalu dimaafkan,"kata Aretra


"Bukan dimaafkan cuma dia selalu punya cara untuk mendapatkan pengampunan,"kata Suyira


"Ahh berarti aku pun akan melakukan hal yang sama. Tunggu saja dia,"kata Aretra emosi


"Ehh adikku ini .. bukankah janjinya mau ngontrol emosinya.. iya bukan,"kata Suyira berusaha menenangkannya

__ADS_1


"Tapi kakak lihat sendiri masak aku kalah sama gurita jelek hitam itu,"kata Aretra


Yang lain mau tertawa lagi tapi Suyira menatap mereka. Mereka berusaha menahan tawanya.


__ADS_2