Pasak Bumi

Pasak Bumi
Kunjungan Ke Kastil Bumi


__ADS_3

"Siapa ituu ?"kata mamanya Flay


"Ellis, buka pintunya,"kata paman Flyied


Ellis membuka pintunya dan langsung memeluk paman Flyied


"Maafkan aku, terlambat mengunjungimu,"kata paman Flyied berbisik ke telinganya


"Tidak apa - apa. Yang penting kau sudah datang,"kata bibi Ellis


"Putri kita sudah besar dan selama ini aku hanya berkubang dengan masa lalu,"kata paman Flyied


"Kau sudah kehilangan Ibumu, saudaramu, teman - temanmu dan rumahmu. Apakah sekarang kau baik- baik saja ?"kata bibi Ellis


Paman Flyied menganggukkan kepala


"Apakah dia membenciku ?"kata paman Flyied


"Kenapa dia membencimu ? Tentu saja tidak. Dia sangat merindukanmu,"kata bibi Ellis sambil menyentuh pipi paman Flyied dengan kedua tangannya.


"Sayangku,"kata paman Flyied sambil mencium tangannya


"Bagaimana kondisinya ?"kata bibi Ellis


"Masih tidur,"kata paman Flyied


Mereka memutuskan untuk pergi ke kastil Bumi melihat anaknya.


****


Paman Teeran menunggu di tepi pantai


"Akhirnya kalian sampai juga,"kata paman Teeran


"Ada yang mengikuti kami tadi,"kata bibi Robben


"Pihak kita atau musuh ?"kata paman Teeran


"Musuh tapi karena Robben di sampingku seperti biasa.. aman,"kata paman Eldard kesal menerima fakta berlindung di balik seorang perempuan.


Bibi Robben hanya menggeleng - gelengkan kepala.


Mereka berjalan masuk ke dalam ke kastil utama bersama - sama.


Bibi Ariel langsung memeluk bibi Robben saat mereka sampai di ruang utama.


"Lama tidak ke sini ?"kata bibi Ariel


"Iya. Sangat lama,"kata bibi Robben menyimpan kerinduan


"Dimana putriku ?" kata paman Eldard


"Di lantai atas. Pintu nomor dua setelah tangga,"kata bibi Ariel

__ADS_1


Mereka berdua naik ke atas. Sementara bibi Ariel dan paman Teeran menunggu kedatangan pasangan selanjutnga. Mereka melihat Rory masih tertidur


"Kenapa dia belum bangun ?"kata paman Eldard


"Kita harus bisa membangun putri tidur yang satunya lagi,"kata bibi Robben


"Kalau dia bangun aku ingin membawanya ke kastilku,"kata paman Eldard


"Silahkan saja. Bagaimanapun kau adalah ayahnya,"kata bibi Robben


"Kau tidak ingin ikut dengan kami ?"kata paman Eldard


"Kau bilang apa. Setelah sekian lama kau baru mau mengajakku sekarang. Aku tidak mau,"kata bibi Robben kesal


"Waktu ituu keadaannya tidak memungkinkan,"kata paman Eldard merasa bersalah


"Ohh jadi sekarang memungkinkan. Gundulmu,"kata bibi Robben kesal


"Apa itu gundul ?"kata paman Eldard bingung


"Pikirkan sendiri... oh yaa satu hal lagii aku tidak perlu pembuktian apapun darimu kalau kau lagi kesal jadi berhentilah bermain air di depanKu,"kata bibi Robben tambah kesal dan meninggalkannya di atas


****


Paman Eldard menyusul paman Teeran.


"Kenapa mukamu muram ?"kata paman Teeran


"Robben marah denganku karena aku mengajaknya tinggal di kastilku,"kata paman Eldard


"Kau tau kondisiku tidak memungkinkan,"kata paman Eldard


"Tidak ada kondisi kita yang benar - benar aman buat berkeluarga dan kau tau itu,"kata paman Teeran


"Dia berbeda,"kata paman Eldard


"Jangan mengatakan hal ini di depannya. Kau akan membuatnya sangat marah. Dia sudah melampaui semua human bahkan dia sama dengan kita. Kau sendiri tau bagaimana dia selalu ada dan menolong teman - temannya di saat yang sangat sulit sekalipun,"kata paman Teeran


"Aku salah selama ini. Entah bagaimana caranya memperbaiki hal ini,"kata paman Eldard


"Kau pasti akan menemukannya,"kata paman Teeran yang melihat dari kejauhan petir menyambar.


****


Di kastil Langit,


"Sellen ....,"kata paman Coeli


"Ada apa suamiku ?"kata bibi Sellen


"Kau tau ada apa. Kau berjanji padaku kau tidak akan membohongiku lagi,"kata paman Coeli membuat petir menyambar ke tanah.


"Iya. Aku memang berjanji padamu tapi aku sudah berjanji kepada satu orang sebelum denganmu. Janji ikatan kehidupan,"kata bibi Sellen

__ADS_1


"Siapa orangnya ?"kata paman Coeli curiga


"Adikmu Ceci,"kata bibi Sellen


"Dia menginginkan aku tidak boleh mengetahui anaknya masih hidup,"kata paman Coeli terlihat kecewa


"Bukan seperti itu. Kemarilah,"kata bibi Sellen yang nyaris putus asa menjelaskan ke paman Coeli.


Awalnya paman Coeli enggan namun akhirnya bibi Sellen diperbolehkan menyentuh keningnya.


Bibi Sellen akhirnya memperlihatkan kenangan Ceci. Paman Coeli menunjukkan ekspresi terkejut, rindu dan akhirnya sedih. Bibi Sellen menyadari hal itu dan mengalihkan perhatiannya.


"Bukankah kita harus menemuinya ?"kata bibi Sellen


"Iya,"kata paman Coeli kembali tersadar


****


"Akhirnya kalian datang juga,"kata paman Teeran


Paman Flyied dan Bibi Ellis datang dari arah timur kastil Bumi.


"Dimana dia ?"kata paman Flyied


"Ada di dalam kastil di lantai atas. Nomor tiga dari tangga,"kata paman Teeran


"Kau tidak mengantar kami ke dalam ?"kata paman Flyied


"Ariel akan menemui kalian di dalam. Kalian bisa lihat bagaimana kondisi langit,"kata paman Teeran


"Bukankah mereka seharusnya mencontoh kita sayang ?"kata paman Flyied kepada bibi Ellis. Bibi Ellis hanya tersipu - sipu malu.


Paman Teeran dan paman Eldard hanya menggeleng - gelengkan kepala melihat pasangan yang sepertinya baru menikah itu.


****


Paman Teeran melihat paman Coeli dan bibi Sellen menuju ke arah mereka. Melihat muka mereka murung, Teeran hanya bisa menghela nafas.


"Kami datang. Bagaimana keadaannya ?"kata paman Coeli


"Keduanya masih tidur,"kata paman Teeran


"Dia masih di dalam kubah,"kata paman Coeli


"Iya. Ayo akan kuantarkan ke sana,"kata paman Teeran


"Tidak ada lagi yang ditunggu ?"kata bibi Sellen


"Firye menunggu Suyira. Perdana menteri dan Edsel ada di halaman belakang,"paman Eldard


"Bagaimana keadaan kastil ini ? Ada yang curiga?"kata paman Coeli


"Kita sering mengadakan kegiatan di sini. Jadi tidak ada yang curiga,"kata paman Teeran

__ADS_1


"Baguslah,"kata paman Coeli


__ADS_2