Pasak Bumi

Pasak Bumi
Hari Terakhir Camp Harmony


__ADS_3

"Bagaimana kondisinya ?"kata Bibi Robben


"Lebih parah dari waktu kau menemukannya di belakang taman rumahmu,"kata bibi Ruuyist


"Separah itu,"kata bibi Sellen


"Apakah aku harus ke sana ?"kata bibi Ariel


"Sebaiknya kau segera ke sini,"kata bubi Ruuyist


"Jangan sampai ketahuan suamimu,"kata bibi Robben


"Oke,"jawab bibi Ariel


*****


"Kalian masih di sini ?"kata bibi Ruuyist


"Rumahku di depan. Ibuku sebentar lagi datang ke sini,"kata Tommy membela diri


"Ibu bisa aku tetap di sini,"kata Eldard memelas


"Baiklah. Jaga pikirannya sebisamu. Ibu ada urusan sebentar,"kata bibi Ruuyist


****


Bibi Ruuyist pergi ke perkemahan. Seluruh siswa berkumpul di api unggun untuk makan malam bersama - sama. Bibi Ruuyist menemui guru di situ.


"Mohon maaf sebelumnya. Sepertinya saya lancang tidak memberitahukan ke ibu dulu membawa anak saya. Dia kurang sehat,"kata bibi Ruuyist


"Bagaimana kondisinya ?"kata bu gurunya cemas


"Sudah baikan. Lagi istirahat. Temannya tadi jika saya ajak. Dia tidak mau pergi kalau tidak bersama temannya. Saya minta maaf sekali lagi,"kata bibi Ruuyist


"Yang penting mereka bertiga.. ehh berempat baik - baik saja. Apalagi Ruby ... dia membawa adiknya yang kecil. Saya malah merasa bersalah seandainya saya tidak mengadakan kegiatan itu mungkin tidak terjadi. Saya minta maaf bu,"kata bu guru tulus


"Tidak apa - apa bu. Saya juga baru tau jika anak saya selemah ini. Bu, boleh saya meminta sesuatu ke ibu ?"kata bibi Ruuyist


"Silahkan bu,"kata bu guru


"Saya ingin bertemu dengan beberapa orang anak. Disini juga boleh. Di ruangan ibu juga ga apa - apa,"kata bibi Ruuyist


"Ohh tentu saja boleh,"kata bu guru


****


"Apa yang terjadi tadi, Eltader ?" kata bibi Ruuyist


Eltader menceritakan semuanya.


"Bi, Apakah benar Ruby adalah Suyira ?"kata Eltader


Bibi Ruuyist hanya menganggukkan kepala


"Apakah tidak lebih baik jika ingatanku dihilangkan ?"kata Eltader


"Kenapa ? Kau takut tidak bisa menyimpannya ?"kata bibi Ruuyist


"Bukan. Bukankah seharusnya bibi agak takut membagi rahasia ini denganku. Mengingat latar belakang keluargaku,"kata Eltader


"Jika anakku mempercayaimu. Aku yakin dengannya. Apakah kau tidak meminta pengampunan mengenai sepupumu ?,"kata bibi Ruuyist


Eltader tersentak


"Dia selalu mendapatkan apapun yang diinginkannya. Dari awal aku sudah bilang mengenai sifat buruknya. Bibi mau apakan dia terserah.. apa yang dilakukannya sudah kelewatan,"kata Eltader beranjak dari tempat duduknya dan pergi


*****


"Masuklah,"kata bibi Ruuyist


"Princess,"kata Flay


"Apakah kau tau siapa Ruby ?"kata bibi Ruuyist terus terang


"Tidak ada gunanya ... berbohong bukan ? Aku menebak.. dari kenangan menyakitkan yang dibaginya... Suyira bukan ?,"kata Flay


Bibi Ruuyist tersentak.


"Aku tidak mau kenanganku tentangnya dihapus. Aku tidak ingin bersikap menjengkelkan lagi untuknya. Walau bagaimanapun dia juga kerabatku,"kata Flay


"Ahhh benar juga..,"kata bibi Ruuyist


"Apakah benar ? Rumah ayahku hancur dan seluruh penghuninya ....,"kata Flay tidak sanggup mengatakan kelanjutannya.


"Hampir.. ayahmu dan beberapa penjaga yang melakukan perjalanan keluar selamat.. anak - anak rata - rata selamat... hanya saja mereka sedikit trauma.. kau beruntung tidak ada di sana.. ibu dan ayahmu paling tidak hidup... Maaf...,"kata bibi Ruuyist

__ADS_1


"Tidak. Anda benar. Saya sangat beruntung,"kata Flay berjalan lesu keluar dari ruang pertemuan


****


"Bibi memanggilku,"kata Elsist


"Duduklah disini. Di samping bibi.Ada yang mau bibi ceritakan,"kata bibi Ruuyist


Elsist gugup karena tau pasti bibi Ruuyist sudah tau kebenarannya. Elsist berjalan dengan lambat - lambat ke kursi yang ditunjuk oleh bibi Ruuyist.


"Cerita apa Bi ?"kata Elsist


"Waktu itu .. Ingat saat kita semua berkumpul bersiap - siap menghadapi musuh yang ternyata kerabat kita sendiri. Kau pergi keluar dari pelindung kita karena ada kelinci yang menarik perhatianmu sehingga ayah dan ibumu juga ikut keluar. Nyawa mereka hampir tidak tertolong. Ingat itu,"kata bibi Ruuyist


"Ingat. Aku sadar Bibi... watakku memang buruk. Aku tidak akan mengganggunya lagi,"kata Elsist


"Bukan ... bukan itu... apa janjimu kepada orang yang menyelamatkan kedua orangtuamu,"kata bibi Ruuyist


"Aku akan memberikan apapun milikku yang berharga untuknya asalkan kami selamat,"kata Elsist


"Orang yang telah menyelamatkan nyawa orangtuamu sebagai ganti nyawanya sendiri. Anak yang baru saja kau kerjai adalah anaknya,"kata bibi Ruuyist


"Tidak mungkin. Dia adalah.. ,"kata Elsist


"Iya. Kau tau kenapa ? Dua anak laki - laki mendekatinya... satunya adalah kakak sepupunya dan satunya lagii... dari awal dia dilahirkan sudah berbagi pikiran dengannya.... Kau adalah anak perempuan yang cerdas... pasti mengerti maksud bibi ,"kata bibi Ruuyist


Elsist hanya menundukkan kepala dan terdiam sambil berjalan keluar pintu.


"Bahkan aku sebagai ibunya saja. Tidak bisa menentang ikatan yang dibuat oleh takdir,"batin bibi Ruuyist


****


"Ahh .. kau sudah datang,"kata bibi Ruuyist


"Iya,"kata bibi Ariel tersenyum sambil merawat Suyira


"Mereka kelelahan sepertinya,"kata bibi Ruuyist melihat Eldard, Tommy dan Rory tertidur di sofa di depan sofa yang ditiduri Ruby.


"Apakah tidak masalah ? Dia tertidur di sini"kata bibi Robben


"Tidak masalah. Dia hanya ingin menemani adiknya,"kata Fleid tersenyum


"Kau sudah mengatasi masalahnya ?"kata bibi Robben


"Sudah... di jaman kita dulu.. waktu seusia mereka... tidak ada perasaan yang sangat begitu kuat terhadap seseorang.. tapi lihatlah .. mereka semua tumbuh terlalu cepat dibandingkan usia mereka..,"kata bibi Ruuyist


"Entahlah apa hukuman kita nanti saat mereka tau. Aku benar - benar tidak ingin membayangkannya sekarang,"kata bibi Ruuyist


Bibi Robben hanya bisa diam saja.


****


Hari Terakhir Camp


Mereka semua sudah bersiap - siap di depan Bus menunggu giliran namanya dipanggil.


"Elsist, kenapa dengan mukamu ?"kata temannya


"Iya. Dari kemarin mukamu kusut. Rencana kita khan berhasil,"kata teman yang lain memberi semangat


"Diamlah. Aku lagi tidak ingin berbicara,"kata Elsist


"Giliranmu terakhir. Kalian duduk di kursi yang paling belakang,"kata Flay keras


"Tapi kak...,"kata teman Elsist membayangkan tubuh mereka tergoncang-goncang.


"Diam atau kutinggal saja disini,"kata Flay tambah garang


"Keegoisanku memang selalu membawa petaka,"kata Elsist bicara sambil lalu


"Bagus jika kau sadar. Semua orang mulai tidak menyukaiku. Walaupun mereka tidak tau kejadian sebenarnya tapi mereka mulai mengira -ngira.. paling tidak Tommy masih mau dekat denganku.. ini.. dia pasti jijik denganku.. seharusnya aku tidak mengikuti rencanamu..,"kata Susi sengit


"Ehh kau diam. Masih mending Elsist mau membantu hubunganmu,"kata teman Elsist


"Tidak dia benar. Sebenarnya dia masih punya kesempatan. Aku yang menutupnya,"kata Elsist


"Kau ..,"kata Susi


"Ada apa ini ? Kubilang jangan ada yang buat masalah. Dengar tidak,"kata Flay


"Dengar kak,"kata mereka kompak


****


"Jangan ke sana,"kata Tarast memegang tangan Rerast

__ADS_1


"Aku akan ke sana. Aku tidak peduli jika aku anak perdana mentri,"kata Rerast geram


"Jangan buat masalah,"kata Tarast


"Kenapa karena kalian dari kastil yang sama,"kata Rerast


"Kau tau .. bagaimana kau tau,"kata Tarast terkejut


"Bukankah kau pernah dengar suara - suara selintingan jika keturunan kami campuran. Itu benar,"kata Rerast


"Lalu apa ? Kau ingin menunjukkan didepan orang- orangmu, membuat mereka ketakutan, posisi ayahmu jadi sulit. Semua orang tau kalau kita ada. Kau akan membuat posisi Ruby juga bahaya,"kata Tarast


Rerast akhirnya menarik nafas dan menghembuskannya.


"Baiklah. Tapi jauhkan aku darinya,"kata Rerast


Tarast akhirnya lega karena bisa menyakinkan Rerast .


"Itu pasti,"batin Tarast


****


"Apa yang kau lakukan tadi ?"kata Rinto curiga


"Apa kegiatan ini membuat kalian jadi dekat ?"kata Ruyi


"Aku harus menyakinkannya dulu. Dia hampir melabrak Elsist,"kata Tarast


"Dia layak dilabrak. Dia memang keterlaluan,"kata Eltader


"Dengan kekuatannya. Yang aku sendiri tidak tau apa,"kata Tarast membagi pikiran ke kedua temannya


"Kau tidak terkejut,"kata Ruyi terhadap Eltader


"Aku pernah melihatnya sekali. Sangat cepat dan kuat,"kata Eltader


"Berarti selintingan itu benar,"kata Ruyi


"Iya,"kata Eltader


"Dia sepertinya mulai membenci penghuni kastil kita,"kata Tarast


"Wajar. Jangankan dia. Aku pun sama. Akhirnya aku mengerti perasaan Eldard. Kita beralasan kenapa kita harus dijaga supaya kita menjaga human. Tapi sudah berapa kali kita bersinggungan dengan human. Untuk menyelamatkan kita dari musuh yang ternyata orang kita sendiri .. berapa banyak penghuni dari kastil lain yang meninggal.. pada akhirnya orang kita sendiri yang mau ingin berkuasa atas semua mahkluk..lihatlah kita bahkan tidak bisa menepati janji kita dengan Rinto ... kekuatan dari penghuni kita lagi... menyakitinya.. dia bahkan mampu menepati janjinya kepada kita untuk merahasiakan kemampuan kita,"kata Eltader


"Maaf,"kata Ruyi


"Tidak apa - apa bukan salah kalian,"kata Rinto


"Seandainya aku tidak meninggalkan kelompok. Tidak jadi seperti ini,"kata Ruyi


"Bukan salahmu, my friend. Tapi pikiranku entah kenapa paling mudah dimasuki,"kata Rinto


"Hatimu terlalu baik,"kata Eltader


"Itu pujian atau ejekan,"kata Rinto


"Bisa saja kedua - duanya,"jawab Tarast


"Ngomong - ngomong aku ingin berkunjung ke rumah Ruby. Aku merasa bersalah padanya dan adiknya,"kata Rinto


Mereka tersentak dan kompak menjawab,"Tidak. Tidak perlu."


"Ada apa dengan kalian ini? Aku tau diri kok, ga mungkin dia suka denganku cuma karena aku berkunjung,"kata Rinto tersinggung


"Bukan seperti itu. Ingat ga ada wanita yang datang ke camp kita... itu walinya .. dia bilang Ruby butuh istirahat. Jadi, ga boleh diganggu dulu,"kata Eltader


"Ohh gitu tohh,"kata Rinto


"Tunggu sebentar my friend. Jangan bilang kau ada perasaan tertentu pada Ruby,"kata Ruyi


"Bukannya kalian juga... siapa yang ga suka sama cewek yang cantik,"kata Rinto


Mereka semua menggelengkan kepala


"Oke baiklah. Aku sudah suka dengannya waktu pertama kali melihatnya turun dari mobil,"jawab Rinto mukanya memerah


"Bagaimana kalau kita masuk ke sekolah umum saja yang populasi ceweknya jauh lebih banyak dari cowok ?"kata Tarast


"Boleh juga,"kata Eltader


"Hati - hati ucapanmu. Nanti didengar Flay,"kata Ruyi


"Bukannya kau tidak suka dengannya... ,"kata Rinto


"Memang tidak suka bahkan sampai sekarang tapi asal temanku happy ... its ok laahh,"kata Ruyi

__ADS_1


"Aku tau tadi kalau kalian sedang menghiburku. Seperti kata orang bijak hilang satu tumbuh seribu,"kata Rinto optimis


"Gitu dong...Itu Rinto yang kami kenal,"kata Eltader


__ADS_2