
Mereka sudah hampir sampai di batas perlindungan pertama.
"Tunggu,"jawab Flay melihat ada pergerakan di batas perlindungan kastil Bumi
Eltader dan Flay bersembunyi.
Getaran di tanah terasa sampai ke tempat mereka bersembunyi.
Mereka berjalan mengendap-endap.
"Bukankah itu madam gila ?"tanya Flay sambil menyipitkan matanya.
"Bergegaslah. Aku butuh kalian. Setengah penghuni kastil di hipnotis,"kata Eltader bertelepati dengan Ruyi dan Tarast
"Tommy disana. Bagaimana dengan Tatra ?"tanya Tarast
Eltader langsung tersentak.
"Dia mempengaruhi orang kastil Bumi. Bukankah paman Teeran hari ini pergi menjemput bibi Ariel ?"tanya Flay lebih lanjut
"Kita harus memutari kastil ini. Cari tempat yang jauh dari jangkauan pengaruh mereka. Kita masuk ke dalam sekarang,"jawab Eltader
Mereka masuk ke dalam pelindung pertama.
"Eltader...Eltader...Eltader...,"kata Tatra bertelepati kepada Eltader
****
"Kau tauu suatu saat jika kau membutuhkan bantuanku sebut namaku tiga kali. Aku pasti datang,"canda Eltader
"Memangnya kau jin. Tapi ingat yaa kupegang kata-katamu tadi,"kata Tatra nyengir
****
"Aku harus menemui Tatra,"kata Eltader
"Berhati-hatilah,"kata Flay
"Kau juga,"jawab Eltader dengan berat hati
****
__ADS_1
Tatra tidak bisa menggerakkan tubuhnya saat melihat sepasang suami istri saling berkelahi satu sama lain.
Istrinya adalah perawat Tatra sedangkan suaminya adalah penghuni kastil Bumi yang dipengaruhi.
Perawat itu berusaha melindungi Tatra.
Tatra merasa kesal dengan dirinya yang lemah.
Dia memaksakan tubuhnya untuk keluar dari tempat tidurnya. Akibatnya dia malah jatuh ke lantai.
Perawat tepat jatuh di depan matanya saat perawat itu dipukul oleh suaminya sendiri.
"Tidak. Aku harus bergerak. Jangan membunuhnya. Bunuh saja aku,"teriak Tatra kesal dengan tubuhnya yang tidak bisa bergerak.
Saat penghuni itu mau mendekat dan mau memukulnya dengan cangkul. Tiba-tiba penghuni itu berhenti dan meletakkan cangkulnya. Dia pingsan.
"Tatra.. kau tidak apa-apa,"kata Eltader cemas dan langsung menghampirinya.
"Jangan. Bantu dia dulu. Suaminya hampir saja membunuhnya,"jawab Tatra menyesal.
Eltader meletakkan perawat itu di atas tempat tidur.
"Maaf,"kata Eltader
Tatra heran dan akhirnya mengerti
"Bukan salahmu,"jawab Tatra
"Ada apa sebenarnya ?"tanya Eltader sambil membantu mengobati luka perawat itu.
Perawat itu sadarkan diri
"Mereka mengincar Rory. Tommy tadi datang mengunjungiku dan mengejar Rory. Kau harus membantu mereka. Dia akan melenyapkan nyawa Rory,"kata Tatra
"Bagaimana denganmu ?"tanya Eltader
"Anak muda.Bisakah kau membantuku ?"tanya perawat
"Iya bu,"jawab Eltader
"Ini adalah tali yang diberikan putriku kepadaku. Dia penghuni kastil Biara. Katanya ini bisa menangkal pengaruh pikiran jahat. Dia pernah mengalaminya sekali. Katanya ini diikatkan melingkar di sekeliling rumah,"kata perawat itu
__ADS_1
Setelah Eltader melakukan hal itu, dia langsung menyusul Flay.
"Nak. Apakah kau baik-baik saja ?,"kata perawat bertelepati dengan anaknya
"Iya bu. Ibu baik-baik saja ?"jawab Tedis dalam perjalanan ke kastil utama
"Iya. Ingat. Dengan benang yang diberikan adikmu, gunakan itu. Suruh penghuni kastil yang belum kena hipnotis masuk ke dalam rumah kita. Kalau tidak salah beberapa rumah keluarga kita memasang benang itu,"jelas ibunya
****
Tedis mengitari halaman kastil utama dengan benang yang diberikan adiknya.
Penghuni kastil yang berada di dalamnya pingsan. Teir dan Tara terkejut melihat mereka semuanya pingsan.
Tedis menuju ke arah mereka.
"Kalian tidak apa-apa. Aku sudah melingkari tempat ini dengan benang ini sehingga penghuni kita yang kena hipnotis jadi pingsan,"kata Tedis sambil menunjukkan benangnya.
"Kau... kenapa tidak pingsan ?"tanya Tara heran
"Bukankah tadi kau sempat terpengaruh dan menyerang kami ?"tanya Teir yang memaksakan tubuhnya tetap berdiri dengan luka yang dia derita.
"Kau berkhianat, bukan. Seluruh penjaga yang makan makanan sore ini pingsan. Tidak ada satupun yang kembali ke pemukiman. Kami tidak pingsan karena kau menghalangi kami untuk makan. Apa niatmu terhadap kami ?"tanya Tedis
"Sudah ketahuan. Apa boleh buat. Iya, memang aku berkhianat. Seharusnya akulah yang LAYAK menjadi pemimpin penjaga seluruh kastil ini. Tapi di ruang rapat kita, kalian malah memutuskan kakaknya. Yang tidak ada gunanya ituu,"jawab Teas
"Kauu,"teriak Tara geram.
Namun, lengannya dipegang Tedis
"Coba lihat. Siapa yang duluan terluka.. mau melindungi orang lain..sedangkan dia tidak memiliki kekuatan yang besar.. omong kosong,"teriak Teas
"Akulah yang LAYAK..Hanya aku yang hebat dan kuat.. bukan kalian yang dinyatakan penjaga terbaik.. tapi tidak ada gunanya,"lanjut Teas
"Kau ingin menyakiti kami pelan-pelan. Itu rencanamu. Kau menyembunyikan bara di hatimu selama ini. Aku tidak menyangkanya sama sekali. Kukira apa yang kita alami bersama-sama. Benar-benar berharga. Ternyata tidak,"kata Teir yang terjatuh karena sudah kepayahan dari tadi.
Tedis menangkap tubuhnya.
Tara melawannya.
__ADS_1