
Luxi bermain dengan Suyira di luar kastil utama.
Suyira mengatakan bahwa dia kedinginan sehingga Luxi mengajaknya ke tempat yang paling hangat di Kastil Langit.
Taman Warmer
Taman itu di jaga oleh empat penjaga yang berkerudung putih di setiap sudutnya
Taman itu seperti labirin
Di tengah taman labirin, ada semacam buket piala yang besar dan menghasilkan nyala api biru.
Tentu saja berada di dekatnya membuat kita lebih hangat.
Ada empat penjaga juga yang bertugas menjaga agar apinya tidak padam.
Suyira menghampiri penjaga tersebut dan menanyakan kenapa api bisa terus menyala.
Ternyata api ini merupakan api abadi yang berasal dari kastil Firye.
Api ini diberikan karena balas budi kakeknya paman Firye yang pernah diselamatkan oleh kakek buyutnya Suyira.
Namun, entah kenapa nyala apinya mulai meredup.
Suyira tidak suka kedinginan.
Suyira mendekati api tersebut dan menggunakan tangannya mengeluarkan jenis api yang sama sehingga membuat api tersebut membesar.
Melihat hal itu, tentu saja membuat penjaga yang berada di situ terkejut.
Melihat kemampuan yang dimiliki Suyira di usianya yang masih muda.
Suyira memperhatikan jika salah satu paman penjaga api kelihatannya kurang sehat.
Kemudian mendekati paman itu, memberikan air yang diberikan oleh bibi Ariel.
Awalnya ditolak paman itu karena tidak percaya dengan kemampuan air tersebut.
Tetapi Suyira mampu untuk membujuknya sehingga paman itu bersedia meminumnya.
Paman itu merasa sehat kembali.
Suyira membagi air tersebut dalam wadah yang kecil dan membaginya ke setiap paman penjaga tersebut.
****
Setelah itu, perhatian Suyira terahlihkan.
Suyira melihat ada hewan kecil berkaki empat yang berwarna seputih salju.
Hewan itu sangat mirip dengan serigala kecil.
__ADS_1
Suyira menyukainya dan berusaha mengejarnya.
Melihat hal itu, Luxi mengikuti Suyira sambil memanggil-manggil namanya. Namun, Suyira tidak menggubrisnya.
Luxi jauh tertinggal, Suyira sudah berada di dalam hutan di kastil mereka. Luxi panik dan akhirnya memanggil ibunya.
Ibunya datang dan bertanya kepadanya.
"Ada apa nak ?" kata bibi Seelen.
Luxi menunjuk Suyira yang sudah jauh berlari.
Bibi Seelen akhirnya bisa mengejar Suyira. Saat bibi Seelen menemukan Suyira sudah memegang hewan tersebut dan seluruh bajunya berlumpur.
Bibi Seelen memegang tangan Suyira dan mengajaknya pulang.
Saat sampai di kastil, Langit terkejut melihat penampilan Suyira dan tidak mengucapkan apapun.
Luxi ketakutan melihat ayahnya dan berusaha menghindarinya. Akan tetapi ayahnya menghalanginya dan bertanya,"Kalian tadi kemana?".
Luxi menjawab,"Kami tadi bermain di taman warmer. Suyira berkata jika dia kedinginan."
Langit bertanya lagi sambil menunjuk Suyira yang berlumuran lumpur dan berkata,"Lalu, ini kenapa ?"
Luxi menjawab sambil menunduk,"Dia bertemu dengan serigala putih dan mengejarnya. Aku sudah melarangnya. Tapi kami jadi masuk ke hutan. Maaf ayah."
Suyira bergerak juga sambil menggendong hewan itu namun dihalangi Langit. "Hewan itu tidak boleh berada di dalam kastil."kata Langit.
Suyira bersikeras untuk memeliharanya dan akhirnya Langit mengalah karena bibi Seelen.
"Biarkan saja,"jawab bibi Seelen
"Baiklah. Tapi hewan itu juga jadi urusanmu,"kata paman Coeli.
"Iya,"kata bibi Seelen
"Keras kepalanya sama seperti ibunya,"kata Langit.
"Dan menuruti apapun maunya sama sepertimu,"kata bibi Seelen tersenyum merujuk pada putra mereka
Tiba-tiba Luxi berteriak memanggil mereka.
Mereka langsung menuju ke sumber suara."Ada apa Luxi?"jawab bibi Seelen cemas.
"Lihat, Suyira membiru dan menggigil,"kata Luxi.
Langit hanya terkejut dan tak bergeming melihat Suyira tergeletak di lantai.
"Suamiku, ambilkan selimut yang tebal dan kita harus membawanya ke taman. Cepat!!"kata Bibi Seelen.
Paman Coeli akhirnya tersadar dan mengambil selimut. Mereka membawanya ke taman warmer. Tempat yang lebih hangat.
__ADS_1
Saat berada di sana, bibi Sellen merasakan keanehan dan menyuruh Langit menambahkan penjagaan baik di taman maupun di kastil utama tempat Luxi berada.
Saat mereka mendekatkan Suyira ke nyala api biru dan bibi Sellen memeluknya erat membuat tubuhnya kembali hangat.
Tiba-tiba ada salah satu penjaga yang menjaga bagian luar taman menyerang mereka dan penjaga dalam taman menghentikannya.
Bunyi petir menyala di langit terdengar sampai ke luar kastil. Sangat jarang, ada dua unsur langit saling berseteru.
Saat penjaga yang diluar yang menyerang tadi berhasil dihentikan oleh penjaga yang di dalamnya. Penjaga yang di dalam tadi sadar kalau penjaga itu terkena pengaruh memberikan minuman yang diberikan Suyira padanya dam akhirnya tersadar.
Langit marah pada penjaga tersebut dan bertanya,"Ada apa denganmu ?"
Penjaga itu tertunduk malu dan berkata,"Maafkan aku, Coeli."
Akhirnya penjaga diserang tadi berbicara,"Sebenarnya semenjak Sellen sakit, tubuh dan pikiran kami pun melemah dan entah kenapa cahaya api biru pun meredup. Jika bukan karena Suyira yang menyuruhku minum mungkin tubuhku pun melemah. Suyira menyuruh kami minum satu tetes saat tubuh kami melemah."
Langit akhirnya mengerti dan meminta penjagaan berganti bukan setiap satu hari melainkan setiap setengah hari.
Air yang diberikan Suyira diberikan juga bagi penjaga luar taman. Langit dan bibi Sellen menuju ke dalam kastil utama.
Mereka menyuruh Suyira dan Luxi mengikutinya dalam sebuah kamar yang ukurannya besar dan pintunya terbuat dari besi.
Di dalamnya ada tempat tidur besar dan satu set meja dan kursi beserta kamar mandi.
Suyira mengikuti mereka sambil memegang serigala putih yang enggan di pegang olehnya.
Bibi berbicara langsung ke pikiran suaminya. Bibi berkata bahwa dia merasakan kehadiran musuh di sekitar hutan tadi.
Bibi juga mengatakan perubahan hutan tersebut terlihat dari struktur tanahnya yang juga berubah.
Bibi berkata bahwa ada lebih dari satu musuh. Salah satunya memiliki kekuatan unsur bumi yang lainnya memiliki kekuatan unsur pikiran.
Langit tidak menyukai fakta ini, bahwa kastilnya bisa juga diserang padahal mereka adalah pelindung kastil biara. Fakta itu, sungguh membuat Langit marah.
Bibi berkata sebaiknya Langit memegang tangan putranya untuk mengendalikan emosinya yang bisa berdampak buruk bagi kastilnya.
Bibi Seelen memegang tangan Suyira dan menyuruhnya untuk melepaskan sementara serigala putih tersebut. Serigala itu tampak kesenangan dan tidur di kursi.
Bibi Seelen mengajak Suyira ke arah jendela.
Bibi Seelen menutupi matanya dan mendapatkan penglihatan jumlah musuh yang berada di luar kastil mereka. Mereka berjumlah 5 orang, satu ada di hutan, dua ada di pelindung pertama, duanya lagi ada di pelindung kedua.
Hal ini juga dapat dilihat oleh paman Coeli. Tiba-tiba dia melepas tangan putranya dan menyuruhnya memegang serigala putih. Paman melepaskan petir dari langit dan mengenai kelima orang tersebut.
Saat Suyira melepaskan tangan bibinya untuk mengambil serigala putih dari Luxi. Namun serigala itu tidak mau melepaskan diri dari bahunya Luxi padahal Luxi sudah berusaha melepaskan diri dari serigala itu.
Suyira sudah mau menangis, saat Luxi menyadarkan ayahnya tentang kondisinya sekarang.
Langit memisahkan serigala itu dari tubuh Luxi dan memberikannya ke Suyira.
Luxi merasa lega melihat Suyira kembali ceria lagi.
Akhirnya kastil Langit tidak terlalu dingin lagi bagi Suyira.
__ADS_1