Pasak Bumi

Pasak Bumi
Panggilan Bergema Di Batas Pelindung


__ADS_3

Mereka berjalan menuju ke depan tetapi pimpinan penjaga kedua tidak bergerak sama sekali.


Pimpinan penjaga kedua adalah Tydin.


"Ada apa dengan kalian ?"tanya Tydin


"Kami mau ke pelindung pertama,"kata Frost


"Iya. Apakah kau tidak mendengar panggilannya ?"tanya Dedast


"Hari ini...Saat ini...kami penjaga pelindung terakhir memanggil kalian untuk meminta bantuan kalian untuk melindungi batas pelindung terakhir kita dari musuh.Kesetiaan kita akan diuji"


"Aku tidak mendengar apapun,"kata Tydin heran


Frost menyadarinya.


"Sejak kapan kau mengkhianati kami ? Sejak pertama kita dipertemukan ? Aku tidak percaya ini,"kata Frost


"Apa maksudmu ? Aku tidak mengerti,"elak Tydin


"Suara itu memanggil para pengikut yang setia dan kau tidak mendengarnya,"kata Dedast bimbang


"Aku pasti belum mendapatkannya,"sahut Tydin sambil berjalan ke arah Dedast


"Tidak. Itu diucapkan hanya satu kali,"kata Frost tegas


Tiba-tiba Tydin menyerang Dedast dengan mengikat tubuhnya dengan cambuk air dan menghempaskannya jauh.


"Apa boleh buat..kalian sudah tau,"kata Tydin


"Kau membohongi kami selama ini. Aku kira pertemanan kita selama ini tulus,"jawab Frost


"Ikutlah denganku. Tuanku, orang yang sangat pengasih,"sahut Tydin


"Kau sudah gilaa...lalu menurutmu untuk apa kami melakukan ini,"lanjut Frost terkejut melihat pemikiran Tydin


"Gilaa.. kau pikir siapa berani menyebutku seperti itu,"jawab Tydin marah


Tydin menggukan kekuatan pikirannya menyerang pikiran Frost.


"Jangan lakukan itu,"kata Dedast


"Tidakkkkk....aku mohon hentikan...aku mohon hentikan,"teriak Frost merasakan sakit kepala yang luar biasa


"Hentikaan.... Hentikan...Cukup,"teriak Dedast langsung menyerang Tydin dengan menyemburkan api


Tydin merasakan sekujur tubuhnya seperti membara kepanasan.

__ADS_1


"Dedast...maafkan aku..aku mohon,"bujuk Tydin


"Tadi Frost meminta hal yang sama darimu kau tidak melakukannya. Itu pilihanmu dan ini pilihanku,"jawab Dedast


Dedast membopong temannya saat rombongan Eldast datang.


"Kau harus bertarung. Tinggalkan saja aku disini,"bisik Frost


Rombongan Eldast datang menghampiri mereka.


"Kalian terlambat,"kata Dedast


"Maaf. Bagaimana keadaannya ?"tanya Eldast


"Fisik baik tapi tidak tau pikirannya. Aku akan membawanya,"jawab Dedast


"Tunggu sebentar,"jawab Eltader langsung menyentuh kening Frost.


"Apa yang kau lakukan ?"tanya Dedast defensif


"Percaya saja. Kami tidak berniat buruk,"sahut Eldast


"Dia aman dan akan sembuh,"jawab Eltader


Dedast mengganggukkan kepala dan pergi ke ruang perawatan.


****


"Sudahlah. Ada hal yang lebih penting kita lakukan,"jawab Eltader sambil memaksa memegang kening Tydin sehingga membuatnya tertidur


Mereka melanjutkan perjalanan ke pelindung pertama.


Tiba-tiba di belakang mereka menyusul Celli, Aretra, Rory dan Arel.


"Cepat musuh sudah ada di daerah perbatasan,"kata Rory yang menunggangi kuda bersama Celli.


"Dan sejak kapan kau jadi bergabung dengan mereka,"kata Tommy kepada Arel


Arel diajak berlari cepat bersama Aretra.


"Semenjak cincin ini melingkar di jariku,"sahut Arel


"Bagaimana bisa kalian mendapatkan ijin ke sini ?"tanya Tatra


"Panjang ceritanya,"jawab Aretra


****

__ADS_1


Kilasan dua hari lalu


Di kastil Arial Thun


"Kakakku membutuhkan bantuanku. Aku harus keluar dari sini,"kata Aretra


"Kita akan ke darat. Akan kukatakan pada paman kau ingin mengunjungi orangtuamu,"jawab Arel


Di Kastil Langit


Tepatnya di taman belakang kastil utama


"Kak, aku butuh bantuanmu,"kata Celli


"Bantuan apa ?"tanya Forla


"Ini waktunya. Kak Suyira butuh bantuan kami,"kata Celli


"Baiklah. Tapi kau tau..cepat atau lambat pamanmu dan ayahku pasti tau,"kata Forla


"Aku tau. Hanya saja aku tidak mau ditahan atau dikurung melihat mereka bertarung,"jawab Celli


Di kastil Arial Nuch


"Nona, mau kemana ?"tanya salah satu penjaganya.


"Mau menaiki kuda ituu..sepertinya sangat menyenangkan menaiki kuda ituu,"kata Rory


"Nona belum pernah ?"tanya penjaga itu


"Belum pernah. Hanya mendengar kalau kita mau menaikinya kita harus mengajaknya berjalan dulu. Benarkah ?"tanya Rory


"Iya, Nona,"kata penjaga itu


Rory memegang tali pengengkang kuda itu dan mengajaknya berjalan melewati satu, dua, tiga dan empat pelindung.


"Paman, sepertinya ayah ada di belakang kita,"kata Rory


"Benarkah ?"tanya penjaga itu sambil menoleh dan menyipitkan matanya


Rory menaiki kuda dan berlari kencang.


"Nonaaaa,"teriak penjaga berusaha mengejarnya namun gagal.


Saat Rory memasuki batas pelindung terakhir, Rory tau bahwa penjaga pelindung sedang berjaga di posnya.


Rory melakukan serangan mendadak dengan cara mengikat tangan dan kaki mereka dengan air tanah.

__ADS_1


"Aku tidak percaya...aku dibodohi oleh Dewi Thalasa seharusnya dia jadi dewi Arthemis saja,"kata penjaga langsung menemui paman Eldard di kastil utama.


Penjaga itu merasa sangat tidak enak dengan bibi Robben saat melihat wajahnya yang begitu cemas.


__ADS_2