Pasak Bumi

Pasak Bumi
Tes Lompat Kelas


__ADS_3

"Halo neng, Bagaimana kabarnya hari ini ?"kata sopir Rerast


"Baik mang. Ada apa mang ngomong saja ?"kata Rerast.


Sopir Rerast suka sekali bicara dan bergosip. Jadi, walaupun Rerast tidak dekat dengan hampir seluruh teman di sekolahnya tapi dia tau tentang mereka. Berkat sopirnya .


"Teman neng tadi dikerjain oleh Elsist dan ganknya. Di kantin tadi, kakinya dijegal. Gara - gara itu makanannya jatuh dan dia jadi ganti rugi. Walaupun bibi sihh ga minta neng. Kasihan soalnya dihina dan diejek oleh Elsist di depan teman - teman neng di kantin tadiii... teruss neng.. pas mau masuk ke kelas mereka buat kotak sampah jatuh ke kepala teman neng .. mereka tertawain pula neng..,"kata sopir Rerast panjang lebar.


Rerast hanya diam dengan tangan terkepal.


****


Sore hari di rumah Rerast,


"Papa.. bisa saya minta sesuatu dengan papa ?"kata Rerast


"Apa itu, anak papa tersayang ?"kata perdana mentri


"Bisa buat kami berempat lompat kelas ?"kata Rerast


Perdana mentri tersentak.


"Kenapa .. apakah kamu ga yakin dengan kemampuanmu atau teman - temanmu ?"kata perdana mentri


"Bukan pa tapi takutnya kami dicurangi,"kata Rerast


"Kok bisa ?"kata perdana mentri


Rerast menceritakan semuanya kepada papanya.


"Sekarang .. bagaimana papa yakin jika Elsist memang tidak menggunakan kekuatannya atau mungkin dia akan mengakalinya,"kata Rerast


"Kalau itu memang papa tidak tau nak. Soalnya batasnya khan bagi kekuatan mereka jangan sampai membuat hal yang celaka,"kata perdana mentri


"Kalau begitu buat bagaimana caranya saat tes nanti supaya kekuatan dia hilang kalaupun perlu kekuatanku juga," kata Rerast


"Nanti papa pertimbangkan,"kata perdana mentri


"Jangan pertimbangkan tapi harus,"kata Rerast sambil naik ke atas menuju ke kamarnya.


****


Hari tes lompat kelas,


"Kepada yang namanya disebut... ahh banyak banget .. big 4 ayoo maju .. genk Elsist juga ..,"kata ketua kelas bicaranya diseret - serat

__ADS_1


"Bapak, kenapa hari ini ? Apa lagi patah hati ?"kata salah satu temannya mengejek


"Ssssttthhh.. bapak memang sedih karena akan kehilangan beberapa anak buah bapak,"kata ketua kelas sambil bermuka sedih yang dibuat - buat


"Pak, siapa big 4 ? Kalau itu sihh tauu,"kata wakil ketua kelas melihat ke arah Elsist


"Siapa lagi ? Tuuu .... yang duduk berdekatan terus kemana - kemana selalu bersama,"kata ketua kelas


"Itu bukan Big 4 tapi 2 Couple,"kata wakil ketua kelas sambil memegang dagunya yang tidak ada janggutnya


Keempat anak itu hanya tertawa saja.


"Sudah... sudah.. cepat pergi nanti bapak kena semprot lagi. Ingat ruangannya di sebelah ruang guru. Hati - hati tempatnya katanya mistik,"kata ketua kelas menakut - nakuti


"Baik dan ,"kata Tommy sambil mengambil sikap hormat seorang tentara.


"Ternyata kalian ikut juga,"kata Elsist nyindir


"Bukan urusanmu,"kata Rerast membalas


"Kau...,"kata Elsist mulai marah


"Kenapa ? Aku harus takut,"kata Rerast


"Sudah.. sudah.. ingat tujuan kita,"kata Eldast


"Baiklah,"kata Rerast


Elsist dan ganknya berjalan di depan mereka.


Saat masuk ke dalam ruangan Elsist terkejut. Begitu pula Eldast, Ruby dan Tommy.


"Kau yang memintanya,"kata Eldast


"Papa menepati janji,"kata Rerast


"Baguslah,"kata Tommy


Eldast menyadari perkataan Tommy dan terkejut.


"Jadi adil khan,"kata Ruby


Saat Tes Selesai,


"Pengumumannya akan diberitahukan setengah jam lagi di sini. Jadi silahkan kalian tunggu disini saja,"kata Ibu guru

__ADS_1


Elsist langsung tersentak dan tidak dapat mengucapkan apapun.


Sementara itu, tiga orang guru disaksikan Kepala Sekolah memeriksa hasil tes mereka.


Setengah jam berlalu,


"Akhirnya pengumuman yang kalian tunggu sudah keluar. Seperti kalian tau sekolah hanya meluluskan empat orang saja untuk lompat kelas.Ibu akan menyebutkan berdasarkan peringkatnya. Nama - namanya adalah Tommy, Eldast ,Ruby dan yang terakhir... Rerast. Untuk yang lainnya silahkan melanjutkan di kelas dua dulu. Silahkan kembali ke kelas kalian. Terima kasih.


"Sepertinya kau puas dengan hasilnya,"sindir Elsist berusaha mengejar langkah mereka ke kelas.


"Tentu saja,"kata Ruby


Saat Elsist berusaha menerobos mereka dengan cara menyenggol badan Ruby. Ruby hampir jatuh. Eldast memegang pundak Ruby.


"Tidak apa - apa ?"kata Eldast cemas.


"Tidak apa - apa,"kata Ruby


Tommy marah dan mengejar Elsist


"Awas jika kau melakukan lagi,"kata Tommy marah


"Apa yang bisa kau lakukan.. kau hanya human..,"kata Elsist menyindir dan pergi berlalu


Tommy mengepalkan tangannya.


"Jangan lakukan apapun Tommy,"kata Eldast masuk ke dalam pikirannya


Tommy tersentak dan berusaha mengendalikan dirinya.


****


Di rumah Tommy,


"Ibu sampai kapan aku harus berpura - pura di hadapannya,"kata Tommy


"Ini untuk kebaikan kalian berdua,"kata Ibunya Tommy


"Bagaimana kalau akhirnya ketahuan ?"kata Tommy


"Kebohongan itu memang sifatnya tidak bertahan lama pasti ketahuan juga,"kata Ibu Tommy sambil menerawang ke depan


"Lalu..,"kata Tommy tidak sabaran


"Tanpa diucapkan dengan kata - kata. Ikatan kalian sudah terbentuk sejak kalian dilahirkan. Tunggu saja ada saat yang tepat saat semuanya terungkap,"kata Ibu Tommy

__ADS_1


__ADS_2