Pasak Bumi

Pasak Bumi
Awal Baru Penjaga Pelindung Pertama


__ADS_3

Di batas pelindung pertama seluruh kastil dan kota Bath


"Izinkan kami masuk,"kata perempuan paruh baya itu yang menggunakan jubah berwarna coklat


Tapi lima orang yang berada di depan perempuan itu tidak bergeming.


"Izinkan kami masukkk ... kami berhak untuk masukk..,"teriak perempuan itu mulai menggila.


Lima orang yang menggunakan jubah berwarna hitam itu masih diam tidak bergeming di tempatnya masing - masing.


Lima orang itu memiliki cincin giok dengan warna berbeda diletakkan di jari tangan yang berbeda.


"Baik... Baik.... jika ini mau kalian. Kalian akan rasakan akibatnya,"kata perempuan itu menarik anak kecil yang ada di sampingnya.


Tubuh anak kecil itu bergetar dari atas sampai ke bawah. Kelihatan sangat ketakutan dan kesakitan.


Perempuan itu menodongkan pisau ke leher anak itu. Tudung wajahnya terlepas. Wajah anak itu kelihatan. Ternyata anak laki - laki.


"Sekarang,"kata salah satu orang yang berkerudung hitam.


Akar- akar pohon terdekat dengan perempuan itu merayap dan mengikat kedua kakinya.


Perempuan itu menghentakkan kakinya ke tanah. Tiba - tiba tanah disekitar tempat lima orang berkerudung hitam itu bergetar.


Sulur dari akar naik ke atas dan membelit tubuh perempuan itu. Perempuan merasa sesak.


Saat perempuan itu berusaha menggorok anak laki - laki itu, tiba - tiba anak laki - laki memberi perlawanan dengan mengigit pergelangan tangan perempuan itu.


Saat ikatannya melemah, anak laki - laki itu berlari sangat cepat dan berlari lurus ke depan.


Anak laki - laki itu merasakan sensasi dingin saat melewati pelindung yang transparan itu.


Salah satu orang yang berkerudung hitam itu menangkapnya.


"Aku bisa .. ternyata aku bisa,"kata anak laki - laki senang.


Tiba - tiba tubuhnya melemah dan pingsan di pelukan orang yang berkerudung hitam itu.


"Perjalananmu sudah terlalu panjang. Waktunya istirahat,"kata orang berkerudung hitam itu.

__ADS_1


Kemudian di balik pepohonan muncul orang yang menggunakan jubah yang sama.


"Bawa dia ke batas pelindung kedua,"kata orang berkerudung hitam itu


"Brengsekkk .. kalian akan menyesal,"teriak perempuan itu yang sudah berhasil keluar dari lilitan akar itu


Dia melemparkan bebatuan ke arah orang berjubah hitam. Namun , batu - batu tadi justru terlontar kembali ke arah perempuan itu. Perempuan itu tambah marah sehingga menghentakkan kakinya membuat perisai dari batu sekaligus tanah terbelah dua.


Salah satu yang berkerudung hitam itu membalas dengan melemparkan ratusan panah berapi ke arahnya. Akhirnya mengenai dada perempuan itu. Perempuan itu merasa kalah dan melarikan diri.


Tiba - tiba muncul lima orang dari belakang mereka menggunakan jubah yang sama seperti mereka.


"Sekarang giliran kami. Pulanglah dan istirahat,"kata pria yang bertubuh besar dan tinggi.


****


Mereka yang melawan perempuan tadi pergi.


Dalam perjalanan pulang,


"Bukankah ini saatnya pertandinganmu ?"kata orang yang bertubuh kecil dibandingkan yang lainnya.


Mereka semuanya berlari dengan cepat dan segera menuju ke sebuah mobil tua.


"Bisakah kita mengganti ini ? Menyamar boleh menyamar tapi ini keterlaluan,"kata orang yang bertubuh sedang dan ramping


"Dari dulu sifatmu itu. Bahkan melebihi aku yang nyata jelas di sini adalah orang nomor satu,"kata orang yang bertubuh tinggi dan berisi.


"Bukan kamu tapi ayahmu.Perlu diingat,"kata orang yang bertubuh sedang dan ramping itu sambil berusaha melepaskan jubahnya.


"Lega juga,"kata Aretra sambil menyibak rambutnya yang tebal dan dicat hitam. Soalnya warna asli rambutnya adalah biru. Sebiru laut.


"Kak, coba lihat. Cat rambutmu hampir luntur,"kata Rory. Sebenarnya Rory memiliki warna rambut yang sama dengan Aretra. Rory memiliki tubuh sedang dan ramping.


"Semua sudah siap. Ayo kita pergi,"kata Rerast yang duduk di kursi pengemudi. Rerast memiliki tubuh yang tinggi dan berisi. Rerast satu - satunya yang memiliki warna rambut hitam yang sebenarnya.


"Ayoo cepat,"kata Flay panik. Flay memiliki tubuh paling tinggi dan warna rambut aslinya adalah pirang. Warna rambutnya sama seperti ibunya.


"Pertandingan basketmu kurang lebih 20 menit lagi,"kata Suyira mengecek jamnya. Warna rambut asli Suyira adalah keemasan.

__ADS_1


Sementara itu, Celli hanya tersenyum melihat pola tingkah kakak-kakaknya. Dia menyangka jika ayah dan ibunya saja keluarganya. Dia tidak pernah menyangka jika memiliki tiga orang kakak. Celli memiliki warna rambut yang sama dengan ibunya yaitu putih. Warna rambut mereka adalah salah satu cara mengenali dari kastil mana mereka berasal.


****


Mereka akhirnya sampai di kampus terkenal di Kota Bath.


Suasana di parkiran begitu sepi. Walaupun begitu banyak kendaraan yang parkir di situ. Ini adalah hari Sabtu. Jadwal perkuliahan sudah selesai**.


"Ingat. Penyamaran kita jangan sampai ketahuan,"kata Suyira


'Siap BOS,"kata Rory nyengir


Suasana riuh di lapangan Basket. Banyak yang datang untuk melihat pertandingan. Tentu saja penjaja makanan banyak bertebaran.


"Mana dia ?"kata ketua tim basket universitas Gurath


"Belum datang. Mana dia tidak ada HP,"kata salah satu anggota tim yang cemas


"Tidak ada HP. Jaman sekarang,"kata ketua tim heran


"Kalau kita menang. Sebagian uangnya kita gunakan untuk membeli HP dia saja,"kata anggota yang lain.


Flay akhirnya sampai.


"Maaf,"kata Flay


"Ayoo cepat ganti baju,"kata ketua tim geram


Ketua tim langsung menuju ke dewan juri dan menyatakan kesiapan timnya.


"Dia pasti marah besar,"kata Flay


"Kau inii .. Ini pertandingan penting.. Final kita,"kata anggota yang lain


"Maaf. Aku harus menolong anggota keluargaku. Dia kecelakaan,"kata Flay berbohong


"Yaa sudahhh.. tapi beneran sampai kapan kau tidak punya HP,"kata anggota yang lain


"Kalian sendiri tau kondisi keuanganku,"kata Flay

__ADS_1


Kemudian anggota di situ, saling berpandangan satu sama lain seperti bertekad melakukan sesuatu.


__ADS_2