
Tara kewalahan melawannya akibat pertarungan yang tidak henti-hentinya dari tadi.
Saat batu dilemparkan ke arahnya dari segala penjuru. Dia sudah tidak sanggup membentuk perisai dari segala arah.
Tedis membentuk perisai untuk melindungi dirinya dan Teir.
Saat Tara sudah pasrah dengan hidupnya, tiba-tiba perisai dari batu terbentuk di sekelilingnya.
Tara senang melihat Tura yang naik ke atas dari lubang menggunakan kekuatan angin.
Tara sangat menyanyangi kakaknya walaupun mereka beda ibu.
"Jika memang kau merasa layak. Buktikan,"kata Tura
Teas menyeringai ke arahnya.
Pertarungan sengit terjadi antara mereka berdua.
Tura melemparkan batu dalam jumlah yang banyak dengan sangat cepat.
Dia juga membuat tanah bergetar hebat dengan cara menekan kakinya ke tanah.
Teas kewalahan.
Tura membuat tanah yang dipijak Teas menjadi pasir isap.
Tangan Teas menggapai-gapai namun tidak bisa.
"Kakak,"kata Tara menghampirinya dan jatuh ke arah kakaknya.
__ADS_1
"Maaf. Kakak hampir terlambat tadi,"jawan Tura
"Syukurlah. Kalau kau sempat...tolong panggillah penjaga kita yang tersisa dan sampaikan soal benang ini bagi penghuni kita yang belum terkena,"kata Tedis
"Para tetua..Ini waktumu berjaga di setiap batas pelindung..penjaga sebelumnya..sudah diracuni dan pingsan saat menuju ke tempat kalian..kastil utama sudah hancur..setengah dari penghuni kita sudah dihipnotis..tolong sebagian dari kalian masuk ke pemukiman dan sampaikan jika benang yang pernah diberikan oleh Stella dipasang di sekeliling rumahnya untuk menangkal jumlah penghuni kita yang terpengaruh...Maaf,"kata Tura menggunakan telepatinya ke seluruh penjaga.
Para penjaga yang sedang menunggu di pemukimannya langsung keluar.
Sebagian mereka menuju ke arah penjaga yang diracuni dan pingsan.
Sebagian menuju ke arah pemukiman.
****
Edis melihat ada gundukan besar yang ditutupi dengan ranting dedaunan.
Edis menghampiri dan membongkar ranting tersebut dan menemukan Elas sudah terbaring di tanah.
"Aku tidak bisa bergerak. Tapi aku tidak apa-apa. Rory menyembuhkan lukaku sebagian..dia tidak sempat..musuh datang.. tadi dia berlari ke arah sana untuk mengalihkan perhatian mereka dariku,"kata Elas terbata-bata.
Bibi Robben langsung memberikan ramuan airnya dan menyuruh Elas meminumnya.
Para penjaga kastil melihat dan menghampiri mereka.
"Tolong bawa temanku,"kata Edis
"Baiklah,"jawab Eld
****
__ADS_1
Bibi Robben mau pergi tapi dihalangi oleh para penjaga.
"Nyonya, mau kemana ?"tanya Eld
"Jangan halangi langkahku. Aku mau mencari putriku,"jawab bibi Robben
"Tidak. Kamilah yang akan menemukan dan menyelamatkannya,"kata Eld
"Dia putriku. Tidak akan kubiarkan madam gila itu mengambil putriku juga,"jawab bibi Robben kelepasan.
Eld yang merupakan keturunan penghuni air dan meninggalkan kastil Ariel setelah gagal menjaga adiknya Eldard yang merupakan keturunan murni.
"Aku akan membawanya kepadamu. Tidak akan kubiarkan yang terjadi dulu... terjadi lagi. Percayalah padaku,"kata Eld langsung menyuruh penjaga lain membawa mereka ke tempat aman.
Penjaga yang lainnya membuat para penjaga yang pingsan diikat dengan akar pohon mengelilingi tubuhnya.
Saat mereka mau mengambil air tanah, tiba-tiba air tanah itu muncul sendiri dan mengelilingi tubuh mereka.
Mukanya mereka yang pias, lambat laun mulai berwarna.
Bibi Robben melihat hal itu.
"Rory yang membuat aliran airnya,"kata bibi Robben.
Para penjaga lain tersentak.
Bibi Robben mengeluh sakit perut dan mau ke belakang.
Bibi Robben menyelinap pergi meninggalkan mereka.
__ADS_1
Sementara itu, Edis berpura-pura mengalihkan perhatian mereka dengan mengatakan jika Elas dalam kondisi yang kritis.
****