
Di ruang utama kastil Eldester
"Apakah mereka bawahanku yang setia?"tanya Eldester
"Tentu saja, Tuanku,"jawab Sang Tangan Kanan
"Sudah waktunya kita menggunakan kekuatan utama kita untuk melawan mereka,"kata Eldester
"Iya.Mereka pasti sadar sesudah ini siapa Tuannya yang sebenarnya,"jawab Sang Tangan Kiri
"Dimana madam gila ?"tanya Eldester
"Dia ingin menyelesaikan urusan yang tertunda,"jawab Sang Tangan Kiri
"Aku harap pekerjaannya cepat selesai. Kita harus menyusun rencana secepatnya,"jawab Eldester
"Iya. Tuanku,"jawab Sang Tangan Kiri
****
Di luar wilayah kastil Bumi,
Madam gila dan rombongannya sedang bersembunyi dan menunggu seseorang.
"Itu dia,"kata salah satu pengikut yang menunjuk seorang laki-laki berperawakan kecil dan kurus yang berjalan ke arah mereka.
"Masukkan ini ke dalam makanan mereka. Ingat jangan sampai ketahuan,"bisik madam gila
"Iya,"jawab pekerja kastil Bumi yang sudah terhipnotis.
Rombongan paman Teeran sedang melakukan perjalanan untuk menjemput Bibil Ariel dari kastil Arial Nuch.
"Waktunya sangat tepat,"sahut salah satu pengikut madam gila.
"Ingat. Jangan sampai gagal lagi. Semoga pesuruh itu tidak melakukan hal yang bodoh,"kata madam gila
Pesuruh itu masuk ke dalam kastil utama dan memasukkan ramuan itu ke dalam makanan malam untuk seluruh penjaga kastil dan penghuni kastil utama.
Kemudian pergi dengan cara mengendap-endap dan hampir bertubrukan dengan pekerja lain. Namun, pekerja itu tidak curiga karena pesuruh itu memang sudah sering masuk keluar kastil utama.
****
Di batas pelindung terakhir,
Tiga perempuan berjubah hitam berbicara menggunakan telepati pikirannya.
"Bulan bersinar terang. Apakah itu yang namanya yellow moon ? Entah kenapa aku tidak bisa menahan kantukku ?"tanya Fang
__ADS_1
"Kita pasti bisa. Senior kita saja sanggup melakukannya, kenapa kita tidak bisa?"tanya Z
"Iya, kakak benar. Mereka bisa menghadapi madam gila dan begitu banyak musuh,"kata Fang
"Peruntungan mereka juga baik.Mereka tidak kehilangan satu anggota pun,"jawab Arthik
"Sebenarnya aku penasaran. Siapakah mereka ?"kata Z
****
Di batas pelindung pertama,
Dua perempuan yang menggunakan jubah hitam sedang mengendap-endap.
"Apakah mereka menyadari kehadiran kita ?"tanya Rerast
"Sepertinya mereka belum tau,"jawab Suyira
"Apa yang sedang kau cari disini ?"tanya Rerast
"Bukan yang kucari tapi yang akan kulakukan,"jawab Suyira
"Sebaiknya cepat. Sebelum diketahui oleh mereka,"kata Rerast
"Jika ini memang benar ayah. Tolong bantu aku kali ini saja,"batin Suyira
Suyira merapalkan sebuah kalimat dan membuat pelindung tersebut memancarkan hawa yang hangat dan dingin hampir dalam waktu yang bersamaan.
"Apakah kalian juga merasakannya ?"tanya Z
"Iya, kak,"jawab Fang
"Arthik,"sahut Z
"Ada di sebelah timur di batas pelindung kita,"jawab Arthik setelah menyentuh tanah.
Mereka langsung bergerak mendekat.
Rerast menyadari hal itu.
"Suyira.. ada yang seperti Forla. Sebaiknya apapun yang kau lakukan.. lakukan dengan cepat,"kata Rerast
Suyira sudah selesai dan hendak berbalik,
"Siapa kau ?"tanya Fang
__ADS_1
"Aku penjaga ketiga,"jawab Suyira. Suyira berharap penjaga ketiga tidak berubah.
"Kenapa penjaga ketiga datang ke sini ?"tanya Z
"Aku hanya ingin melihat kondisi pelindung pertama,"jawab Suyira
"Tidak ada hakmu untuk melihat ataupun mengawasi tempat ini,"kata Fang
"Kau benar. Aku salah. Kalau begitu aku akan kembali ke pelindungku,"jawab Suyira
Saat Suyira sudah mulai berjalan melewati mereka.
"Tunggu. Siapa namamu ?"tanya Z
"Namanya Rosty,"kata Rerast menggunakan telepati ke Suyira
"Rosty,"jawab Suyira
Z terkejut.
"Baiklah... silahkan kakak senior pergi. Sekarang menjaga tempat ini adalah tugas kami,"sahut Z
Arthik dan Fang terkejut.
"Rost yang kukenal tidak suka dipanggil Rosty. Dia hanya mau dipanggil Rost. Dan dia sangat mengenal tempat ini dan jubahnya menunjukkan bahwa dia memang penjaga pelindung utama,"batin Z
Suyira terkejut namun akhirnya tersenyum.
"Mereka tau,"kata Rerast akhirnya memutuskan keluar dari persembunyiannya.
"Iya,"jawab Suyira
Arthik terkejut sekaligus kesal. Dia seharusnya tau tentang keberadaan satu penjaga lagi namun dia tidak tau.
****
"Bagaimana kondisi pelindung ?"tanya Rerast
"Baik,"jawab Suyira
"Kita mau kemana sekarang ?"tanya Rerast
"Jika aku memang tidak salah. Kuharap tidak salah. Kita akan ke kastil Dark Forest,"jawab Suyira
Rerast terkejut namun mengikutinya.
"Siapa yang kita temui?"tanya Rerast
__ADS_1
"Kerabat lamaku,"jawab Suyira