
"Ibu, ayah sudah tau,"kata Tatra
Bibi Ariel hanya diam tanpa mengucapkan satu kata pun. Bibi Ariel hanya memandang lautan dari tepi pantai.
"Masuklah. Makanan sudah ada di atas meja. Lihat kondisi adikmu dan lainnya,"kata bibi Ariel
Bibi Ariel memecahkan ombak berulang - ulang kali
Kemudian bibi Ariel berbicara menggunakan telepatinya.
"Mereka sudah tau,"kata bibi Robben
"Memang mustahil untuk disembunyikan bukan ?"kata bibi Sellen
"Robben, bagaimana kondisimu ?"kata bibi Ariel
"Sudah saatnya, bukan?"kata bibi Robben
****
Paman Teeran menyusul bibi Ariel ke pantai.
"Kenapa Ariel ?"kata paman Teeran
"Aku sudah pernah memegang satu janji sebelum bertemu denganmu,"kata bibi Ariel menoleh ke arah paman Teeran yang berdiri di sampingnya.
"Janji yang membuatmu membohongiku atau sebenarnya karena kau tidak percaya padaku ?"kata paman Teeran
"Aku tidak pernah untuk tidak mempercayaimu. Hanya saja aku sudah memegang janji dengannya,"kata bibi Ariel
"Siapa.. Robben ?"kata paman Teeran
"Bukan... Ceci. Sebelum ajalnya dia menghubungi kami semua. Dia meminta agar anaknya diberikan kesempatan untuk hidup sebagai seorang anak biasa,"kata bibi Ariel
"Dia sepertinya ...,"kata paman Teeran
__ADS_1
"Mengetahui semuanya. Kami pun tidak menyangka kapan tepatnya kami harus memenuhi janjinya. Maafkan aku, sayangku. Aku harus membohongi mengenai hal ini,"kata bibi Ariel
"Dia tidak pernah berpikir untuk meninggalkan anaknya begitu saja,"kata paman Teeran
"Tentu saja. Tidak. Dia mencintai pasak bumi sama seperti nyawanya sendiri tetapi dia mencintai Suyira melebihi nyawanya sendiri,"kata bibi Ariel
"Baiklah. Tapi aku berharap ini adalah rahasia terakhirmu mengenai Suyira,"kata paman Teeran
Bibi Ariel terlihat gelisah
"ARIELLL,"kata paman Teeran kesal
"Sebenarnya ... ehm .. yaa ... mengenai ramalan .. yang Sellen jatuh ituu.. Eldester tidak melihatnya secara lengkap... tapi yaa ituu adalah rahasia yang sudah terikat dengan hidupku dan yang lainnya,"kata bibi Ariel
"Sebaiknya jika memang aku tidak perlu tau tidak perlu diberitahukan. Aku sendiri ragu sanggup menyimpannya seorang diri,"kata paman Teeran merasa tidak adil dengan teman - temannya yang lain.
"Jadi Teeran apakah kau memaafkanku ?"kata bibi Ariel
Teeran hanya menganggukkan kepala
****
Tiba - tiba laut terbelah menjadi dua bagian besar dan berjalan di atas tanah paman Eldard.
"Apa kabar Eldard ?"kata bibi Robben
"Sepertinya kau sudah tau kedatanganku ?"kata paman Eldard
"Iya. Teman - temanku mengingatku. Tapi yang duluan memperingatiku adalah Tommy,"kata bibi Robben
"Apakah kau begitu membenciku ?"kata paman Eldard
"Tidak. Aku tidak pernah membencimu. Hanya saja aku ingin melihat anakku .. ehh bukan anak kita tumbuh sama sepertiku. Apa salah ?"kata bibi Robben
"Lalu apa salahnya jika dia tumbuh di kastilku ?"kata paman Eldard
__ADS_1
"Tidak ada yang salah. Tapi hampir seumur hidupnya dia akan selalu merasa terancam. Aku melihat bagaiman teman - temanku tumbuh. Mereka semua seperti kehilangan masa kanak - kanaknya. Selalu dilindungi dari kecil dan hampir tidak punya teman. Sekalinya punya teman, bertemunya di kastil Biara yang gelap,"kata bibi Robben menghela nafas
"Tapi aku berhak tau jika aku punya anak,"kata paman Eldard kesal. Ombak yang dibelakangnya tiba - tiba semakin besar.
"Aku ingin memberitahukan padamu saat pertemuan kita terakhir tetapi kau berpaling mengatakan ada urusan yang lebih penting dan yaa saat Suyira datang kami terikat janji pada Ceci. Ikatan itu akan mempengaruhi kehidupan kami,"kata bibi Robben
"Maksudmu ?"kata paman Eldard
"Dia.... berikanlah dia kasih sayang yang tidak pernah bisa kuberikan dan kalau bisaa.. aku ingin dia merasakan masa kanak-kanaknya sama sepertimu. Berjanjilah padaku,"kata bibi Robben sambil menyentuh lengan paman Eldard kemudian melepaskannya.
"Ituu... kau benar dalam hal ini,"kata paman Eldard menghela nafas
"Aku minta maaf soal anak kita,"kata bibi Robben
"Kau sudah merawat dengan sangat baik. Kenapa kau membiarkan mereka masuk ke kastil Biara ?"kata paman Eldard
"Bukan keinginanku. Tapi keinginan mereka. Aku sudah mengusahakan segala cara tapi gagal. Aku iri dengan Suyira. Anakku memang mencintaiku tapi dia lebih menyanyangi Suyira,"kata bibi Robben
"Sebaiknya kita ke kastil Bumi untuk melihatnya,"kata paman Eldard
Bibi Robben menganggukkan kepala.
Mereka melewati jalan yang sama. Bibi Robben menggunakan jubah yang didapatkannya saat di kastil Biara.
****
"Itu Eldard. Sama siapa ?"kata salah satu sosok yang menggunakan jubah hitam
"Tidak peduli. Ini saatnya,"kata sosok yang lain yang menggunakan jubah coklat tidak sabaran
"Tunggu dulu. Ituu adalah si jubah putih,"kata sosok yang menggunakan jubah hitam
"Sialan,"kata sosok yang menggunakan jubah coklat
"Kita pergi dari sini,"kata sosok yang menggunakan jubah hitam
__ADS_1