Pasak Bumi

Pasak Bumi
Rencana Madam Gila


__ADS_3

Sehari sebelumnya,


Lima penjaga utama kastil Bumi dan dua penjaga kastil Ariel sedang berbincang di taman belakang kastil utama.


"Bagaimana ?"tanya Teir


"Bagaimana apanya ?"tanya Elas


"Sudah kau katakan... padanya...?"tanya Teir penasaran


"Teir .. itu rahasianya kenapa kau ini,"sahut Teas


"Jangan sungkan. Di kastil kami, ini sudah menjadi pembicaraan umum. Seluruh penduduk kastil sudah tau,"jawab Edis tertawa kencang


"Ahh tunggu giliran kalian. Nanti akan kubicarakan sepanjang masa,"lanjut Elas


"Aku sihhh lebih suka kondisiku sekarang. Sendiri itu lebih menyenangkan,"kata Tedis


"Ehh diam.. Tura sudah datang,"jawab Teir


"Hati-hatinya.. itu kakakku... nanti kuberitahu jika kalian tidak menjalankan tugas ,"jawab Tara nyengir soalnya dia juga suka tidur-tiduran di taman belakang kastil utama.


Mereka semuanya tertawa.


Setiap malam, mereka selalu berkumpul kadang-kadang hanya untuk minum teh.


****


Masa sekarang,


Semua penghuni kastil Bumi sudah menyantap makanan malamnya.


Para penjaga kembali ke rumahnya masing-masing setelah menyantap hidangannya.


Namun mereka tidak sampai ke rumahnya masing-masing. Mereka pingsan di hutan.


Saat penjagaan di setiap pelindung tidak ada, madam gila mengitari pelindung tersebut.


Dia mempengaruhi beberapa orang yang terdekat dengannya yang berada di dalam kastil Bumi.


"Mereka akan membawa anaknya Eldard padaku dan akan kubuktikan pada Tuanku.. akulah orang yang layak untuk jadi orang kepercayaannya dan berkuasa atas setengah kastil,"batin madam gila


Mereka berlari menuju ke kastil utama dengan satu niat yaitu membawa Rory keluar dari kastil Bumi.


Sementara itu, penjaga selanjutnya masih menunggu di rumahnya masing-masing.

__ADS_1


****


Rory mengunjungi Tatra. Rory melihat Tatra tertidur pulas.


"Bagaimana kondisinya ?"tanya Rory


"Tadi sempat tersadar namun tertidur lagi,"jawab perawat


Rory menatap Tatra lama.


"Kak, cepat sembuh. Kami membutuhkan kakak,"batin Rory


Rory berjalan di tepi pantai dan melihat ombak di tepi pantai.


Rory merasakan gelombang air yang begitu besar di tepi pantai menuju ke arahnya.


Dia memecah gelombang itu.


"Apa yang sedang dipikirkan olehmu, nona kecil ?"tanya Edis yang memiliki tubuh tinggi, ramping dan berotot.


"Hanya berpikir.. kapan ini akan selesainya.. rasa takut dan cemas akan kehilangan orang-orang di sekeliling kita..kapan paman ?"tanya Rory


Edis tersentak dan terkejut mendengar perkataan dari Rory yang biasanya selalu ceria dan kekanak-kanakan.


****


Bibi Robben sedang berada di dalam kastil utama memandang di jendala ke arah pantai dan melihat anaknya.


Bibi Robben mendengar hiruk pikuk di depan kastil utama.


****


"Ada perlu apa kalian datang ke sini?"tanya Tura melihat ada rombongan penghuni kastil Bumi ke arah mereka.


"Kami ingin bertemu dengan Rory,"jawab mereka


"Siapa yang menyuruh kalian ?"tanya Tara heran


"Kami akan membawanya pergi,"jawab mereka memaksa masuk ke dalam


"Kalian tidak berhak membawanya,"teriak Tura


Perkelahian tak terhindarkan.


****

__ADS_1


Elas yang berjaga di dalam kastil langsung menemui bibi Robben.


"Nyonya.. mereka mau membawa Rory,"kata Elas itu dengan nafas tersengal-sengal


"Hubungi Edis dan jangan biarkan Rory meninggalkan kastil ini. Mereka pasti menunggunya di luar kastil,"jawab bibi Robben


"Tunggu.. panggil salah satu penjaga utama kastil Bumi yang memiliki kekuatan kita untuk menghadapku sekarang,"perintahnya


Bibi Robben langsung menggunakan jubahnya yang berwarna putih.


"Sayang, musuh mulai menyerang. Mereka menghipnotis penduduk di sini. Mereka pasti berada di luar pelindung,"kata bibi Robben menggunakan pikirannya kepada Eldard dan Rory.


Tedis langsung menghadapnya.


"Ada apa, nyonya ?"tanya Tedis


"Mereka sudah dihipnotis. Mereka bermaksud mengeluarkan Rory dari kastil karena dia memiliki kekuatan untuk menyatukan seluruh lautan,"kata bibi Robben


Tedis sangat terkejut bahwa masih ada garis keturunan mereka yang memiliki kekuatan seperti itu.


"Jadi, apa yang harus kita lakukan ?"tanya Tedis


"Coba kau cek dimana penjaga setiap pelindung kastil sekarang.. kenapa mereka bisa membuat penghuni kita terkena hipnotis.. satu hal lagi pasti ada yang berkhianat di antara kita jadi berhati-hatilah,"lanjut bibi Robben


Tedis langsung menyusup lewat taman belakang.


****


Musuh sudah memasuki kastil utama Bumi dan lantai terbelah menjadi dua bagian yang sangat besar.


"Kakak,"teriak Tara melihat kakak masuk ke dalam lubang yang dibuat oleh musuh.


Tara ingin menolongnya tapi dihentikan oleh Teir.


Teir membuat ikatan akar di lubang itu sehingga Tura tidak terlalu dalam jatuhnya.


Mereka diserang dari belakang ranting pohon. Teir terkena dan terluka di bahunya. Tara begitu marah sehingga dia membuat bumi bergetar hebat dan melemparkan batu-batu ke arah mereka.


"Tara.. ingat mereka tidak tau apa yang mereka perbuat,"teriak Teas.


Teas sendiri sudah kepayahan menangani lima penghuni kastil yang menyerangnya.


****


"Edis naik ke lantai dua sekarang,"teriak bibi Robben yang kesulitan saat salah satu koki di dapur mereka mulai menyerangnya.

__ADS_1


__ADS_2