
"Celli .. Celli ... tunggu sebentar,"kata Luxi
"Cepat.. nanti ketahuan,"kata Celli
Luxi berusaha menyamakan langkah dengan Celli namun tertinggal.
Walaupun Celli yang paling lambat dari anak - anak di kastil Fogyer tapi dia yang paling cepat di kastil Langit.
"Ituu.. disituu..coba lihat...,"kata Celli
"Mana ... tidak terlihat,"kata Luxi sambil mengamati dengan cara memicingkan matanya tetapi tetap tidak terlihat.
Celli bergegas menuju tempat yang dimaksudkan.
Celli langsung memeluk sebuah pohon besar yang ditutupi dengan salju.
Mukanya berwarna kemerahan karena pipinya menempel pada pohon itu.
"Aku rindu padamu Fog fog,"bisik Celli pada pohon itu.
Luxi langsung menyusul ke pohon itu.
"Wow cepat sekali besarnya,"kata Luxi terkejut.
"Ini masih bayi,"kata Celli bangga
"Masih bayi,"kata Luxi heran
"Tingginya bisa mencapai langit,"kata Celli terkikik -kikik membayangkan pohon itu sebentar lagi mencapai awan.
"Apa itu tidak bahaya ?"kata Luxi jadi ragu
"Tidak. Tenti saja tidak. Kita bisa menyentuh awan,"kata Celli girang.
Luxi hanya memandangnya dan terdiam.
"Celli, ayo pulang,"kata Luxi
__ADS_1
Celli mengelus - elus pohon itu dan memeluknya sekali lagi.
"Baiklah,"kata Celli berat
Mereka menuju ke taman.
Penjaga duduk di bangku taman sambil memandang mereka dari jauh.
"Kenapa kalian ke hutan ?"kata penjaga
"Kami menemui sebuah pohon,"kata Luxi merasa bersalah
"Iya. Menemui temanku. Namanya Fog fog,"kata Celli sambil memandang ke bawah
"Teman. Fog fog?"kata penjaga bingung
"Iya. Pohon itu dari kastil fogyer,"kata Luxi
"Kalau kalian ke sana ajak paman. Paman juga ingin bertemu dengan teman Celli,"kata penjaga itu
Celli dan Luxi merasa lega karena tidak kena marah.
"Sebaiknya kalian ke dalam. Ibumu mencarimu dan kamu,"kata penjaga
Mereka bergerak ke dalam kastil utama.
****
Penjaga memberitahukan hal ini pada paman Coeli.
Mereka pergi ke hutan dan melihat pertumbuhan pohon itu.
"Apakah ini aman ?"kata penjaga itu
"Aman. Hanya saja ini bukan bibit pohon kastil Fogyer yang biasa,"kata paman Coeli
"Apa maksudmu ?"kata penjaga bingung
__ADS_1
"Pohon yang bisa tumbuh cepat dan memanjangkan diri banyak di kastil Fogyer. Tapi pohon ini memiliki fungsi lebih dari sekedar itu,"kata paman Coeli
"Darimana Celli mendapatkannya ?"kata penjaga itu tambah bingung
"Entahlah darimana. Tapi aku yakin pohon ini suatu saat akan berguna bagi kita di kemudian hari,"kata paman Coeli sambil memyentuh pohon itu.
Pohon itu tidak terlihat berbeda dengan pohon lain di kastil Langit. Ukuran dan tingginya sama. Ditutupi oleh salju. Hanya satu yang berbeda yaitu bagian akarnya menonjol ke luar.
****
Bibi Sellen mengamati diskusi mereka dari dalam kastil utama.
Segala hal kejadian yang berada di kastil langit pasti tidak luput dari penglihatan bibi Sellen.
"Kalian sudah mandi ?"kata bibi Sellen kepada Suyira, Luxi dan Celli
"Sudah,"kata Suyira girang
"Ayo makan,"kata bibi Sellen
"Sayang, bibi dengar kalian berpetualang ke hutan menemui teman,"kata bibi Sellen tersenyum kepada Celli
"Iya. Aku menemui pohon yang diberikan oleh bibi Fog fog padaku,"kata Celli senang
"Ohh.. bibi Fog fog ,"kata bibi Sellen bingung
"Ibu dari paman Flyied,"kata Celli tidak sabaran
Bibi Sellen terkejut memdengar jawaban dari Celli.
"Kata bibi Fog fog aku harus menjaganya dan menanamnya di tempat yang kuanggap rumah. Ini khan rumahku,"kata Celli senyum
"Iya. Kau benar,"kata bibi Sellen merasa terharu atas ucapan Celli.
****
"Ternyata itu pemberian ibunya Flyied. Apakah tidak apa - apa jika ditanam di kastil kita. Pohon itu cuma ada seribu tahun sekali,"kata bibi Sellen
__ADS_1
"Jika itu keputusan bibi lalu kita mau bilang apa. Keputusan Celli mau menanamnya dimana,"kata paman Coeli.