Pasak Bumi

Pasak Bumi
Nilai Kepercayaan Penjaga


__ADS_3

Paman Teeran dan rombongannya sedang menuju ke kastil Langit. Di tengah jalan paman Teeran bertemu dengan rombongan paman Coeli.


"Sepertinya keadaan jadi lebih sulit dari yang kita duga,"kata paman Teeran


"Mereka menjadi orang yang sangat sulit dihadapi semenjak kejadian itu,"kata paman Coeli.


"Aku akan mencoba menyakinkan mereka,"kata salah satu penjaga paman Coeli


"Kurasa tidak. Hanya akan membuat persoalan tambah rumit,"kata paman Coeli


Mereka sudah melewati pelindung pertama, kedua, ketiga dan keempat.


Saat menuju ke pelindung kelima, mereka kesulitan untuk masuk ke dalam kastil utama.


"Berikan kami jalan,"kata salah satu penjaga paman Coeli


"Kami hanya akan memberikan jalan kepada Langit dan Bumi,"kata penjaga pelindung kelima


"Apa maksudmu ?"kata penjaga paman Coeli


"Mudah saja. Dia tidak mempercayai kita,"kata penjaga yang lain.


"Bagus. Jika sudah paham,"kata penjaga pelindung kelima.


Penjaga pelindung paman Coeli mulai berang dengan sikap arogan penjaga pelindung kelima.


"Ada apa ini?"kata paman Coeli mencoba menengahi.


"Mereka yang memulai. Sikap mereka menjadi arogan,"kata penjaga paman Coeli


"Kami hanya melindungi Langit tertinggi dan keturunannya,"kata penjaga pelindung kelima


"Kami pun bermaksud sama,"kata penjaga paman Coeli


"Yang berkhianat adalah anggota kalian selama ini. Lalu kenapa kalian malah mencurigai kami,"kata penjaga yang lainnya

__ADS_1


"Apa maksudmu ?"kata penjaga pelindung kelima sudah mengeluarkan petir di sekitar telapak tangannya.


"Hentikan. Sikap kalian inilah yang menjadi kelemahan bagi kita semua. Kita harusnya bersatu,"kata paman Coeli marah


Tidak ada satu pun yang dapat mengatakan apapun.


"Lebih baik jika kita semua masuk dan kita lihat dimana kesetiaan kita berada,"kata paman Teeran.


Akhirnya semua orang yang berada di luar masuk ke dalam kastil utama. Tatra melihat ayahnya datang langsung memeluknya.


"Apa kabar, nak?"kata paman Teeran


"Baik ayah. Ayah tidak marah khan ?"kata Tatra sambil menundukkan kepala.


"Ini pertama kali ayah melihat kau memutuskan sesuatu layaknya seorang pemimpin. Tentu saja ayah bangga. Tetapi untuk dampak yang kau akibatkan terus terang ayah kecewa,"kata paman Teeran


"Maaf, ayah,"kata Tatra tertunduk malu


"Sudah dimaafkan,"kata paman Teeran tersenyum.


"Bagaimana kabar ponakan, paman ?"kata paman Teeran


"Baik,"kata Suyira sambil memainkan pinggiran bajunya.


Celli hampir saja membuka rahasia soal kedatangan mereka ke kastil Bumi diam - diam.


"Paman, kenapa bibi Ariel ga ikut ?"kata Celli


Luxi langsung menoleh ke Celli dan menyuruhnya untuk diam


"Ssstthhh...,"kata Luxi


Celli mengikuti gerakan telunjuk Luxi di depan mulutnya.


"Iya, paman cerita banyak tentang bibi Ariel selama ini,"kata Luxi meluruskan

__ADS_1


"Ahhh.. Iii yaa,"kata paman Teeran jadi salah tingkah.


"Ada apa ini, Teeran ? Kenapa semuanya ke sini ?"kata bibi Sellen


"Mereka tidak mempercayai penjaga kami dan suamimu jadi kami ajak ke sini semuanya,"kata paman Teeran


"Ada apa dengan kalian ? Aku tau tentang niat baik kalian tetapi hidup dalam kecurigaan terus menerus juga tidak baik,"kata bibi Sellen kepada penjaga pelindung kelima.


"Baiklah. Apakah mereka layak untuk dipercayai ?"kata penjaga pelindung kelima


"Mereka sudah menjaga Langit selama ini. Jika memang mereka pengkhianat sudah lama mereka akan mengkonfrontasi Langit,"kata bibi Sellen.


"Dan mengenai penjaga kastil Bumi. Tanyakan langsung kepada pemiliknya,"kata bibi Sellen lebih lanjut.


Paman Teeran kebingungan namun akhirnya mengerti.


"Penjaga di kastil kami, hanya sebatas menjaga pelindung. Kami tidak menerapkannya sama seperti disini karena kekuatan kami bisa diambil dari kami yang berasal dari keturunan murni. Lagipula penghuni kami sudah terbiasa menggunakan kekuatannya bukan hanya untuk bertahan hidup mencari makanan tetapi untuk hal yang lain. Dan selama ini kami sendiri tidak tau jika ada jalur lain ke kastil kalian,"kata paman Teeran


"Jadi tidak ada pelindung ?"kata penjaga pelindung kelima


"Untuk Suyira seharusnya ada.Entah bagaimana caranya anak ini mengelabuinya,"kata paman Teeran terlihat kesal.


"Kurasa dia memiliki bakat itu,"kata bibi Sellen mengamati yang dilakukan Suyira


Suyira merasa tidak enak karena mereka berdebat tentangnya. Dia terus menggulung - gulung pakaiannya.


"Bukankah lebih baik Suyira tinggal di sini ?"kata salah satu penjaga pelindung kelima


"Menjaga Luxi dan Celli saja kita sudah kesulitan apalagi menjaga Suyira,"kata pelindung penjaga kelima yang lainnya.


"Benar juga,"kata penjaga pelindung kelima tersebut.


"Maafkan aku. Telah membuat kalian susah,"kata Suyira hampir menangis


"Sebaiknya kalian berbicara di tempat yang lain saja. Biar aku yang urus anak - anak,"kata bibi Sellen

__ADS_1


Mereka semua akhirnya berkumpul di ruangan tamu.


__ADS_2