Pasak Bumi

Pasak Bumi
Rencana Elsist


__ADS_3

"Apa kabar, bi ?"kata Eldast tersenyum


"Basahhh .. kalian main hujan,"teriak bibi Robben


"Bi, jangan marah nanti cepat tua,"kata Tommy


"Sebaiknya kau diam. Mau bibi laporkan ?"kata bibi Robben memandang rumah di depannya


"Bi.. jangan bi..,"kata Tommy memelas


"Ganti baju sana,"kata bibi Robben


****


"Ini bajuku. Nanti kembalikan. Tadi diam - diam kusuruh Rory mengambilnya dari rumahku,"kata Tommy.


"Oke,"kata Eldard


Eldard memandang keluar jendela dan dilihatnya pantai.


"Woww... tempat yang indah,"kata Eldard


Tommy hanya terdiam


****


"Kak, cepat turun ke bawah,"teriak Rory


Mereka langsung turun ke bawah


"Ada apa ?"kata Tommy terlihat cemas sambil turun dari anak tangga


"Tidak ada apa - apa tapi teman kalian sudah datang,"kata Rory


Mereka menuju ke ruang tamu dan melihat Rerast lagi ngobrol sama Ruby


"Hai.. ayahku entah kenapa memperbolehkanku main ke sini,"kata Rerast


"Baguslah jadi kita bisa mulai mengerjakannya,"kata Eldard


Semenjak kejadian ini, hubungan mereka berempat jadi dekat. Mereka sering bermain ke rumah Ruby. Mereka bermain ke pantainya.


****


Diam - diam ada seorang anak perempuan selalu memperhatikan mereka di sekolah. Perempuan berkulit putih pucat dan berparas lumayan cantik dengan wajah lonjong.


"Sudah.. sudah kau beritahukan guru,"kata Elsist


"Sudah.. sebentar lagi mereka akan dipanggil guru ke kantor,"kata temannya Elsist


"Bagus,"kata Elsist


****


Pada saat istirahat,


Ketua kelas dipanggil wali kelas ke kantor.


"Tolong panggilkan Eldard, Tommy dan Rerast,"kata wali kelas mereka


"Baik bu,"kata ketua kelas bingung namun tetap melaksanakan tugas


Ketua kelas melihat mereka keluar dari ruang kelas.


"Ehh jangan ke kantin dulu. Kalian bertiga kecuali Ruby dipanggil ke kantor sekarang,"kata ketua kelas


"Ada apa ?"kata Eldast curiga


"Entahlah. Aku pun bingung tapi kalau melihat dari mukanya sepertinya bu guru kesal dengan kalian,"kata ketua kelas berbisik


Tommy kelihatan bingung dan melihat ke arah Ruby


"Ayoo kita ke kantor sekarang. Ruby ke kantin duluan. Nanti kami nyusul,"kata Rerast


"Tenang dia tidak apa -apa sendirian,"kata Eldast berbisik ke Tommy.

__ADS_1


****


Saat di kantin,


Kaki Ruby dijegal sehingga piring yang dipegangnya pecah.


"Lihat dong jalan. Matamu ke mana,"kata Elsist


"Bi... lihat piring bibi pecah,"teriak temannya


"Bi, maaf bi,"jawab Ruby sambil memungut piring yang pecah


"Ganti dong.. kenapa ? Ga punya uangnya," kata Elsist tertawa bersama teman - temannya


Ruby menjadi marah dan berdiri setelah memungut seluruh pecahan piring


"Kenapa uangmu banyak ? Ga perlu khan menjegal kaki orang,"kata Ruby


"Ehh .. jangan fitnahnya,"kata temannya salah tingkah


"Kalau gitu kenapa kalian yang sewot. Bibi aja ga sewot kayak kalian,"kata Ruby


"Kau memang tidak tau diri,"kata Elsist berusaha menampar Ruby namun ditangkisnya


"Kau yang tidak tau diri. Sudah jelas Eldard ga suka denganmu tapi tetap saja ngejer. Ingat yaa waktu di WC aku diam saja.. sekarang tidak,"kata Ruby


Temannya Elsist berusaha melerai.


"Bi, ini pecahannya. Berapa bi ganti ruginya ?"kata Ruby


"Tidak apa - apa Ruby,"kata bibi Kantin


Namun melihat muka Ruby tidak enak.


"Begini saja. Anggap saja Ruby memberi makan nasi ikan untuk tiga orang,"kata bibi kantin


"Okeee..,"kata Ruby sambil mengeluarkan uangnya


"Ga makan lagi ?"kata bibi kantin


"Ga bi. Sudah kenyang,"kata Ruby


****


Elsist dan teman - temannya yang melihat dari luar kelas tertawa keras.


"Kau yang melakukan ini,"kata Ruby marah sambil melepas kotak sampah di kepalanya


"Kalau iya, kenapa ?"kata Elsist


Ruby sangat marah dan hampir mengeluarkan energi listrik di sekitar kepalan tangannya. Namun tersentak karena kehadiran kakak kelas.


"Halo adikku. Apa yang kau lakukan sekarang ?"kata Eltader datang bersama teman - temannya


"Jangan ikut campur,"kata Elsist


"Kalau kau buat ulah. Kakak yang jadi saksi kalau kau penyebabnya,"kata Eltader menggunakan pikirannya


"Tidak ada yang percaya,"kata Elsist menggunakan pikirannya juga


"Menurut begitu. Sudah banyak yang tau jika kau sangat suka Eldard dan tidak suka dengan Ruby. Lagipula ini bukan kesalahanmu yang pertama. Kurasa om dan tante pasti lebih percaya padaku daripada anaknya sendiri. Jangan - jangan malah kau yang keluar,"kata Eltader


"Kakak ..,"kata Elsist


"Ingat. Kalau kakak melihat hal ini lagi. Kau mencoba memancingnya agar kekuatannya keluar dan dia di keluarkan dari sekolah. Kakak tidak akan segan - segan membuat keluar dari sekolah ini,"kata Eltader


"Ayo teman - teman. Kita pergi dari sini,"kata Elsist masih marah


"Apa kau tidak apa - apa gadis manis ?"kata Eltader


"Tidak apa - apa,"kata Ruby masih bingung


"Jika dia mencoba mengganggu lagi. Katakan dengan kakak yaa,"kata Eltader


Ruby hanya mengganggukkan kepala.

__ADS_1


****


"Tumben.. Kau peduli dengan adik kelas,"kata Ruyi


"Apa kau suka dengannya ? Kau harus berjejer di baris ketiga,"kata Rinto mulai bergosip


"Apa maksudmu ?"kata Ruyi


"Setelah Eldard dan Tommy. Kabarnya mereka mengikutinya kemanapun dia pergi,"kata Rinto


"Aku hanya lagi membalas budi. Tidak lebih,"kata Eltader


"Dengan siapa ?"kata Rinto


"Sebaiknya kita tidak perlu tau,"kata Tarast.


****


"Bu, kamu sudah berdiri di sini cukup lama tetapi ibu tidak memberitahukan kesalahan kami,"kata Tommy sudah tidak sabaran


"Ada yang bilang kalian tidak mengerjakan piket kelas,"kata wali kelas


"Siapa yang bilang bu ?"kata Rerast


"Itu kalian tidak perlu tau,"kata wali kelas


"Bu, boleh saya mengeluarkan HP saya untuk menunjukkan bukti kami piket,"kata Eldast


"Silahkan,"kata wali kelas


"Silahkan ibu lihat foto ini dan tanggalnya. Di foto itu juga ada ketua kelas. Ibu boleh tanya dia. Dia adalah ketua kelas terbaik selalu menjalankan tugas dari ibu. Kalau ada masalah pasti dia langsung ngomong dengan ibu. Bukan begitu bu ?"kata Eldard


"Benar juga. Maaf ibu yang salah. Orang yang memberikan informasi salah ini akan ibu beri hukuman. Kalian boleh ke kelas sekarang,"kata wali kelas


"Baik bu,"jawab mereka bertiga


"Siapa yang melakukan hal ini dengan kita ?"kata Rerast


"Kalau bukan penggemar rahasia Eldard pasti aku,"kata Tommy


"Maksudnya ?"kata Rerast


"Elsist dan ganknya atau yang selalu tersipu - sipu malu kalau melihat Tommy,"kata Eldard


"Ruby...,"teriak Rerast akhirnya paham apa maksud mereka. Rerast langsung berlari ke kelas mereka.


"Rerast kalian sudah datang. Aku lapar tapi bel sebentar lagi bunyi,"kata Ruby


"Ada apa ? Bukankah kusuruh ke kantin ?"kata Rerast


"Sudah. Tapi ga nafsu. Soalnya tadi dikerjaian lagi oleh Elsist,"kata Ruby


"Dia ga kapok - kapok,"kata Rerast


"Kau laparnya ?"kata Tommy mendengar dari belakang punggung rerast


"Tadi ibu buat makanan. Ambil saja,"kata Tommy langsung menuju ke kursinya.


"Wow banyak juga,"kata Rerast


"Ayo kita makan sama - sama,"kata Ruby


****


"Kak, terima kasih,"kata Eldard


"Ini hanya menenangkan sementara. Kau tau Elsist,"kata Eltader


"Iya. Kami berencana lompat kelas,"kata Eldard


"Ahh.. boleh juga. Katanya itu hanya untuk empat orang khan,"kata Eltader


"Iya,"kata Eldard.


****

__ADS_1


Kemudian ketua kelas dipanggil ke kantor guru. Saat ketua kelas kembali ke kelasnya. Mukanya terlihat galak. Padahal selama ini ketua kelas tidak pernah sekalipun kelihatan marah. Dia selalu ceria.


"Elsist dan teman - temannya dipanggil ke kantor. Dan kuingatkan sekali lagi pada kalian jika kalian memberikan informasi yang salah ke wali kelas. Kalian bukan hanya berhadapan dengan empat orang itu tapi saya juga. Ingat itu,"kata ketua kelas sambil menunjuk ke arah rombongan Eldard.


__ADS_2