
Rerast berjalan lurus sambil menunduk melihat hasil ujiannya. Saat sampai di mobilnya,
"Paman, coba lihat ini. Apakah benar aku mendapatkan nilai ini ?"kata Rerast sambil memberikan kertas ujiannya kepada paman penjaga.
"Benar,"kata paman penjaga melihat hasilnya
"Coba paman tampar aku sekarang. Rasanya aku masih tidak percaya,"kata Rerast
Paman penjaga langsung membelalak ke arahnya dan melihat langsung wajah Rerast yang kelihatan tidak percaya dengan hasil ujiannya.
Paman lalu menamparnya dan Rerast terjatuh.
"Apakah kau baik - baik saja ?"kata paman terkejut dengan tamparannya bisa membuatnya jatuh
"Tenang paman. Aku baik - baik saja. Aku bisa berdiri sendiri. Kurasa ini akibat belajar terlalu keras. Tapi tidak apa - apa hasilnya sangat memuaskan,"kata Rerast tersenyum
"Ayoo naik. Kita sudah terlambat,"kata Suyira
"Oke,"kata Rerast
****
Di seberang jalan, sudah menunggu dua orang laki - laki dewasa. Mereka membawa kamera dan memata - matai Rerast.
"Kenapa mukanya kelihatan sedih terus yaa ?"kata laki - laki yang pertama
"Itu kertas ujiannya. Apakah nilainya kecil ?"kata laki - laki yang kedua
"Lihatt penjaga itu menamparnya,"kata laki - laki pertama.
"Kau dapat fotonya ?"kata laki - laki kedua
"Iya,"kata laki - laki pertama sambil mengecek hasil fotonya
"Bagus. Kita tinggal lapor dengan bos,"kata laki - laki kedua
****
"Aku melihatnya .. dia ditampar oleh penjaga hanya karena menunjukkan hasil ujian.. dan kelihatan selama seminggu ini ... mukanya selalu sedih,"kata laki - laki pertama
"Aku tidak percaya,"kata perdana mentri
"Silahkan Bapak lihat sendiri,"kata laki - laki kedua menunjukkan hasil foto
Perdana mentri mengecek satu demi satu fotonya. Dia terlihat sangat geram.
****
__ADS_1
Besoknya di perpustakaan sekolah,
"Pancinganmu berhasil,"kata Flay
"Apa maksudmu ?"kata Rerast
"Ayahmu lagi mencarimu,"kata Flay
"Sekarang kakak harus ke belakang kampus sendirian,"kata Rory
"Oke. Doakan aku yaa,"kata Rerast
"Sipp,"kata Rory dan Flay kompak
"Aku jadi kasihan juga dengan paman Firye,"kata Celli
"Apa boleh buat,"kata Flay
****
Rerast akhirnya meninggalkan kastil Ligthing menuju ke kota Bath.
"Akhirnya aku bisa merasakan udara kebebasan,"batin Rerast sambil membuka jendela mobilnya.
"Neng, jangan dibuka atuhh pintunya. Nanti mamang kena marah ayah,"kata tukang kebun yang setia bekerja lebih dari 20 tahun.
"Ga apa - apa mang. Kangen dengan udara kota ini,"kata Rerast
"Mamang akan menemaniku ke suatu tempat dan mamang harus kudu ngasih saran sama neng,"kata Rerast
"Siap atuh,"kata tukang kebun
"Mamang, the best dehh,"kata Rerast
"De bes.. apa atuhh neng.. kumaha mamang baru denger,"kata tukang kebun
"Bukan de bes tapi the best atuhh mang... itu artinya mamang yang terbaik,"kata Rerast sambil mengangkat dua jempolnya
"Ohh itu tohh,"kata tukang kebunnya manggut - mamggut
Mereka akhirnya sampai ke depot bunga. Rerast mau memberikan bunga untuk ayahnya karena mau mengeluarkannya dari kastil Fogyer.
****
"Tinggal diriku sendirian,"batin Suyira murung
Suyira duduk di meja riasnya sambil menghadap ke kaca.
__ADS_1
Paman Firye menyadari kalau putrinya kelihatan muram karena ditinggal Rerast.
"Apakah kau juga ingin meninggalkan ayah ?"kata paman Firye
"Ehh ayah..bukan begitu.. hanya rasanya sepi,"kata Suyira menunduk
"Apakah ayahmu ini tidak cukup untukmu ?"kata paman Firye
"Tidak. Tentu saja tidak. Ayah adalah ayah yang terbaik,"kata Suyira memaksakan senyumnya
"Jangan dipaksa. Itu kelihatan jelek. Begini saja, bagaimana kalau kita pindah untuk sementara di kota Bath ? Jadi Suyira bisa ketemu bibi Robben dan Rerast,"kata paman Firye
"Benarkah ?"kata Suyira tersenyum kembali
"Tentu saja,"kata paman Firye senan melihat senyum di wajah Suyira
****
Di taman depan kampus,
"Bukankah itu paman Firye ?"kata Flay
"Iyaaa.. bagaiamana paman bisa mengantar Suyira ?"kata Rory bingung
"Paman punya perusahaan terbesar di kota ini. Tentu saja dia pasti sering main ke kota ini,"kata Rerast
Suyira menghampiri mereka setalah pamit dengan ayahnya.
"Wajahmu kelihatan happy,"kata Flay
"Ayah mengijinkan aku tinggal di kota ini,"kata Suyira senang
"Bukankah rencananya mau tinggal di kastil Langit atau sudah berubah ?"kata Aretra
"Iya yaa.. hanya rasanya senang bisa pindah dari kastil itu,"kata Suyira
"Apakah tempatnya sebegitu mengerikan ?"kata Flay
"Kalau kakak mau akan kubilang dengan paman jadi kakak bisa tinggal disitu,"kata Rerast
"Ga usah. Ga perlu,"kata Flay
"Kurasa paman Firye melakukannya supaya Suyira ga ada keinginan untuk pindah ke kastil lain,"kata Rerast
"Sepertinya,"kata Suyira
"Kalau kakak diantar dan dijemput oleh paman. Bagaimana caranya kita bisa mencari tau kebenaran atas kejadian waktu itu ?"kata Celli
__ADS_1
"Celli sudah menemui anak itu ?"kata Aretra
"Sulit. Tetua penjaga taman warmer disuruh menjagaku,"kata Celli