
Seminggu kemudian,
"Aku bahkan tidak bisa berjalan ke pantai dengan santai,"kata Rory kesal berbicara dengan telepati dengan teman - temannya.
"Aku bisa berjalan - jalan di setiap pelindung tapi semua mata penghuni di kastil ini sangat awas,"kata Flay
"Kak, aku benar - benar tidak bisa kemana - mana. Hanya di dalam kastil,"kata Celli
"Berarti kurang lebih sama dengan kami. Aku dan Suyira bahkan di tempatkan di kastil utama dan tertua,"kata Rerast
"Di kawah gunung berapi yaa.. Ayah pernah cerita tentang kastil itu,"kata Aretra yang hanya bisa diam di dalam kamar karena pernah mencoba melarikan diri dan ketahuan ayahnya.
"Itu sebenarnya perlindungan atau penyiksaan,"kata Rory tidak percaya
"Disini untungnya tidak panas hanya hangat,"kata Suyira
"Itu bukan untung Suyira,"kata Flay
"Ayahku keterlaluan. Dia malah memberiku dengan paman. Apa - apaan ini. Aku bahkan tidak bisa makan sendiri semuanya serba dilayani,"kata Rerast
"Bukannya sama dengan di rumahmu dulu,"kata Rory nyindir
"Ehh anak kecil. Beda jauh. Aku ga pernah dilayani. Dilindungi sihh iyaa,"kata Rerast tambah kesal
Api yang ada di kawah bertambah besar.
"Jangan buat Rerast kesal, aku nanti yang kena dampaknya. Api disini jadi membesar dan bukan hangat lagi namanya,"kata Suyira
"Maaf kak,"kata Rory
"Maaf deh..,"kata Rerast mengendalikan emosi dan kekuatannya.
"Aku akan mencoba untuk mengeluarkan kalian duluan,"kata Flay
****
Suasana kampus yang biasanya rame berangsur - angsur sepi hanya sedikit mahasiswa yang datang untuk mengumpulkan tugas yang belum selesai karena jadwal Ujian Semester sudah dikeluarkan yaitu minggu depan.
__ADS_1
Hal ini dimanfaatkan oleh kelompok Eldast untuk ngumpul. Biasanya mereka ngumpul dengan rombongannya masing - masing.
Mereka menggunakan taman kampus yang terletak di belakang kampus untuk ngumpul.
"Bagaimana kondisi mereka ?"kata Eldast
"Buruk. Mereka dikurung,"kata Tatra yang tidak bisa berkata apa - apa saat ayahnya marah besar kepada para penjaga karena membuat Aretra hampir bisa melarikan diri ke pelindung terakhir kastilnya.
"Apakah tidak ada caranya mereka keluar ?"kata Tommy
"Hampir mustahil,"kata Arel yang sempat bertemu dengan Rory di pertemuan tahunan pemimpin kastil Ariel. Paman Eldard memperkenalkan Rory sebagai putri kandungnya.
"Aku bertemu dengan Flay di kastil Fogyer. Dia bisa pergi kemana pun selama di dalam kastil namun semua penghuni kastil mengawasinya,"kata Tarast
"Tapi minggu depan khan ujian. Apakah mereka tidak ikut ?"kata Ruyi
"Sebelum membahas mereka sebaiknya kita pikirkan nasib kita juga. Kau yang mengatakannya atau aku saja,"kata Eltader
"Kakak saja,"kata Eldast menghela
"Rencana kita untuk semakin dekat dengan musuh bisa terhambat. Orangtua kalian menggugat kinerja kita sebagai pelindung kedua karena kejadian dengan penjaga pelindung pertama,"kata Eltader
"Tunggu...kita memang tau ada pergerakan tapi kita khan tidak tau kapan.. yaa walaupun kita memang gagal memperingati mereka,"kata Tommy
"Pelindung keempat. Tidak. Aku tidak mau,"kata Luxi kesal
"Katakan kepada ayahmu sebagai penggugat pertama,"kata Eldast lesu
"Jangan kau sebutkan yang lainnya. Aku sudah tau,"kata Tatra kesal
Di kejauhan mereka melihat para penjaga pelindung keempat yang menyamar menjadi mahasiswa seperti mereka. Para penjaga itu sengaja bergerak mendekati mereka.
"Apakah kalian tidak memberi kami ucapan selamat ?"kata salah satu penjaga yang usianya paling tua dibandingkan tiga lainnya.
"Ucapan selamat apa kak ?"jawab temannya senang
"Karena kita memang layak dari dulu untuk menjadi penjaga pelindung kedua,"kata penjaga tertua itu tertawa
"Oh yaa selamat berusaha yaa.. kudenger kalian gagal membantu teman - teman kita di pelindung pertama,"kata salah satu penjaga sambil menepuk bahu Tatra. Tatra sangat geram dan mengepalkan tangannya.
__ADS_1
"Selamatnya kak. Jangan bicara keras - keras angin pun bisa menyampaikan berita,"kata Tarast mencoba untuk tersenyum saat mereka pergi.
Tatra yang tadinya duduk di atas rumput jadi berdiri.
"Jangan buat masalah,"kata Luxi memegang bahunya.
"Dia benar - benar mengejek kita,"kata Tommy kesal
****
Hampir seminggu ini Suyira, Rerast, Rory, Aretra, Flay dan Celli membujuk keluarganya untuk mengikuti Ujian Semester di kampusnya.
Mereka berhasil membujuk keluarganya walaupun dengan penjagaan yang begitu ketat.
"Ngomong - ngomong paman. Paman tidak mungkin khan membuat kami membawa kereta kuda yang warnanya mencolok ini ke kampus. Apa kata teman - temanku,"kata Rerast ngambek
"Walaupun paman ini tinggal disini. Memang menurutmu paman tidak tau kendaraan di kota Bath.Kalian ikuti paman ke bawah,"kata paman Firye
Paman Firye menunjukkan garasi mobilnya yang besar dan megah. Ada sepuluh mobil edisi terbatas yang hanya dimiliki oleh tiga orang di kota Bath, sepuluh mobil yang harganya ratusan juta dan sepuluh motor yang semuanya harganya puluhan juta sampai ratusan juta.
"Sekarang silahkan kalian pilih sendiri. Ini semua kendaraan ini punya fasilitas keamaan tingkat tinggi. Semuanya paman modifikasi,"kata paman Firye
Rerast dan Suyira sangat kagum dengan koleksi paman Firye.
"Tunggu dulu. Gimana paman dapatkan ini? Melihara tuyul yaa?"kata Rerast
"Enak saja. Paman mendapatkan ini karena paman CEO perusahaan Steel Ligthing,"kata paman Firye bangga
"Jadi, ayah pemilik perusahaan terbesar di kota Bath,"kata Suyira
"Paman dikenal Si dingin padahal dingin apa seharusnya panas,"kata Rerast asal bicara
Rerast kena jitak pamannya karena asal bicara
"Aduhh paman,"teriak Rerast
"Kau sama saja dengan ibumu ternyata. Pantes ayahmu mengirimkanmu ke paman,"kata paman Firye
__ADS_1
"Memang ibu seperti apa ?"kata Rerast
"Orangnya awas tapi kalau sudah dekat, dia bisa berbicara sesukanya,"kata paman Firye tertawa.