Pasak Bumi

Pasak Bumi
Pertemuan Tak Terduga Dengan Arey


__ADS_3

"Kak, tadi menemui siapa ?"tanya Suyira menggunakan kemampuan pikirannya bertanya dengan Eldast


"Ahh.. sangat lama rasanya tidak mendengarmu memanggilku seperti itu,"jawab Eldast


"Kakak,"teriak Suyira


"Tommy.. dia ingin mengikuti kita,"jawab Eldast


"Kak Tommy.. kenapa tidak masuk ke dalam ?"tanya Suyira


"Dia hanya ingin mengawasi kita dari kejauhan,"jawab Eldast


"Apakah perjalanan kita tidak aman ?"tanya Suyira


"Biasanya aman... tapi yaahhh.. kau tau sendiri,"jawab Eldast


"Iya sihh kak,"jawab Suyira tertegun


Mereka semua diam dalam perjalanan sepertinya banyak yang dipikirkan.


"Bagaimana kondisi Aretra dan Tatra?"tanya Suyira memecahkan keheningan


"Aretra masih bersama Arel di kastilnya dan dia aman sedangkan Tatra sudah siuman dan masih di kastil utama belum sembuh total,"sahut Rerast


"Ohh..,"jawab Suyira sedih memikirkan kakak dan adiknya sekaligus.


Mereka sedang menuju ke kastil Elfir ketika mobil mereka dihentikan oleh sekelompok rusa kutub yang dibimbing oleh seorang kakek dan cucunya.



Suyira memperhatikan rombongan itu. Seorang kakek yang memimpin rombongan rusa kutub dan cucu perempuannya di samping rombongan rusa itu mengarahkannya.


Suyira takjub melihat keahlian perempuan itu. Perempuan itu terlihat sangat langsing, rambut hitamnya panjang terikat dan kulitnya berwarna putih.


Suyira sangat terkejut saat melihat gelang yang dikenakan oleh perempuan itu. Suyira mengenalnya.


"Bukankah itu Arey ?" tanya Suyira

__ADS_1


"Arey.. yang mana ?"tanya Rerast


"Perempuan yang menggunakan gelang berwarna biru cerah itu,"jawab Suyira


Suyira ingin menemuinya dan meminta supir untuk menghentikan mobilnya.


"Jangan,"kata Eldast sambil memegang tangan Suyira yang ingin segera keluar dari mobil.


"Kenapa ?"tanya Suyira


"Rerast,"sahut Eldast memandang ke arah Rerast


"Syarat menaiki mobil ini adalah tidak keluar di tengah jalan kecuali jika memang ada yang dari luar menghentikan mobil ini. Itu adalah perjanjian papa untuk bisa menggunakan mobil ini di wilayah kastil,"jawab Rerast


"Baiklah,"kata Suyira menutup pintunya kembali


"Maaf,"jawab Rerast menyesali kata-katanya


"Bukan salahmu,"kata Suyira sambil memandang ke arah perempuan itu sambil berharap dia menatapnya kembali.


Arey terus memandang ke arah mobil itu bahkan ketika mobil itu sudah menjauhinya.


Arey hampir kehilangan satu rusa kutubnya sebelum kakeknya menyadarkannya.


"Arey,"teriak kakeknya


Arey tersadar dan mengejar rusa kutub tadi.


Suyira mendengar teriakan tersebut dan menoleh ke belakang.


"Setidaknya dia selamat. Itu sudah cukup bagiku,"batin Suyira


Perjalanan mereka sangat mulus sampai melewati kastil Elfir menuju ke kota Bath.


"Mang, kami turun disini,"kata Eldast


"Kakak, turun disini,"jawab Suyira menggunakan pikirannya

__ADS_1


"Tidak. Aku akan mengikuti kalian dari luar,"kata Eldast tersenyum ke arahnya.


****


Mobil bergerak ke arah rumah kecil yang terbuat dari kayu. Ada halaman kecil di belakangnya.


Mereka berhenti di rumah itu.


"Mang, nanti kalau Rerast mau pulang nanti kuhubungi,"kata Rerast


"Baik, neng,"jawab sopir


"Terima kasih pak,"kata Suyira


"Sama-sama neng,"jawab sopir


****


"Rumahnya benar- benar indah dan kelihatannya nyaman,"kata Suyira



"Tentu saja. Pilihan Rerast tidak pernah salah,"jawab Rerast bangga


"Rasanya sangat lama di kastil Biara,"kata Suyira sambil duduk di sofa dengan selonjoran kaki.


"Apakah kau mendapatkan keinginanmu ?"tanya Rerast


Suyira menganggukkan kepala sambil menyesap minumannya.


"Maaf. Aku tidak bisa menemanimu,"kata Rerast


"Dari tadi kau terus minta maaf,"jawab Suyira tersenyum


"Hanya saja rasanya sebagai anak papaku dan ibuku. Aku hanya bisa bertopang dagu menyaksikan yang terjadi,"kata Rerast sambil memandang ke jendela


"Kau adalah sahabatku dan kau sudah banyak membantuku selama ini,"jawab Suyira sambil berdiri di sampingnya.

__ADS_1


__ADS_2