
"Kak, kakak mendengarku ?"kata Celli
"Tentu saja, adikku,"kata Luxi
"Kak, kami ada masalah di dalam kastil,"kata Celli
"Ada apa? Apa kakak perlu menjemputmu ?"kata Luxi
"Tidak kak. Hanya saya penjaga biara kami telah kerasukan dan ini sudah sering sekali terjadi,"kata Celli
"Bukankah ada penjaga di luar pintu kastil Biara ?"kata Luxi
"Mereka semua yang kakak kirim untuk menjaga kastil sudah tewas sehingga ada penyusup di luar kastil yang bisa merasuki penjaga kastil. Kak, hampir saja Aretra mati dicekik oleh penjaga yang kerasukan,"kata Celli
"Kau bertemu dengannya ? Kalian bersama ? Bagaimana kondisinya ?"kata Luxi cemas
"Iya. Kami bersama dan dia sudah baik - baik saja,"kata Celli
"Kakak, akan ke sana langsung,"kata Luxi
"Kak, berhati - hatilah. Pengkhianatnya orang dalam kastil kita sendiri,"kata Celli
"Bukan dari darkforest ?"kata Luxi
"Bukan, kak,"kata Celli
****
Luxi pergi ke taman Warmer.
"Ikutlah denganku, paman,"kata Luxi
Dua penjaga sepuh taman Warmer mengikutinya.
Mereka telah sampai di pelindung ketiga dan turun ke bawah dengan mengajak dua penjaga pelindung ketiga yang lain.
"Salam untukmu,"kata penjaga pintu kastil Biara
"Salam,"kata Luxi
"Ada gerangan apa datang ke sini ?"kata penjaga pintu kastil Biara
"Memperbaiki kesalahanku,"kata Luxi merasa tidak enak
Penjaga pintu kastil Biara menuntun mereka ke arah gundukan tanah yang masih baru. Saat melihat papan nisannya, kedua penjaga pelindung ketiga sangat terkejut, marah dan sedih.
"Apa yang terjadi di sini ?"kata Luxi
"Seminggu lalu dia kedatangan tamu yang tidak terduga yaitu seorang perempuan memiliki mata biru dan rambut biru berkilau bergelombang panjang. Dia mengenal perempuan itu.Soalnya saya mendekati perempuan itu dan dia berkata mengenalnya katanya dia kekasihnya,"kata penjaga pintu kastil Biara
"Jadi ?"kata Luxi
"Dia diberi minuman oleh perempuan itu. Tidak berapa lama tubuh penjaga itu menggelepar - lepar. Saat saya mau menolongnya, nyawanya sudah tidak tertolong. Perempuan itu langsung lari. Perempuan itu memiliki kalung berbentuk bulan dilengannya,"kata penjaga pintu kastil Biara
"Lalu kenapa kalian tidak mengatakan kepada kami ?"kata Luxi
"Melihatnya meregang nyawa, kami tidak mau ada penjaga lain mengalami hal serupa. Walaupun resikonya bagi teman kami yang menjaga daerah gelap dari kastil Biara mudah terpengaruh,"kata penjaga pintu kastil Biara
Keempat penjaga dibelakangnya terkejut dan terdiam.
"Hanya kalian yang tidak terpengaruh,"kata Luxi
"Kami masih berada di luar. Tidak terkurung di dalam dan kadang - kadang kami dapat hiburan dari adikmu,"kata penjaga pintu kastil Biara itu tersenyum
"Beritahukan hal ini dengan keluarganya dan temukan wanita itu. Bawa dia menghadapku,"kata Luxi kepada salah penjaga pelindung ketiga.
"Beritahukan hal ini dengan Langit, paman,"kata Luxi kepada salah satu penjaga taman Warmer
"Ada berapa makam penjaga disini ?"kata Luxi
"Sebelum atau sesudah pemberontakan ?"kata penjaga pintu kastil Biara
"Semuanya ?"kata Luxi sedih
"Ada tujuh penjaga,"kata penjaga pintu kastil Biara
"Kenapa kalian memilih penghuni Darkforest sebagai penjaga kastil kalian ?"kata Luxi
"Alasannya mudah. Mereka sudah terbiasa dengan kegelapan jadi tidak mudah dipengaruhi tapi kami tidak menyangka hati mereka begitu lemah terhadap orang terdekatnya,"kata penjaga pintu kastil Biara
"Kenapa kalian tidak meminta dua orang saja menjaga kastil ini ?"kata Luxi
"Kami ingin melakukannya. Tapi yang paling menyakitkan adalah jika menyaksikan mereka saling membunuh,"kata penjaga pintu kastil Biara
"Aku akan datang ke sini mengawasi mereka setiap hari. Aku akan memilih dua penjaga dari penghuni Langit dan Darkforest,"kata Luxi
Mereka terus berjalan sampai ke makam yang letaknya paling jauh.
Saat mereka ke makam dua yang terakhir, mereka bertemu dengan penjaga pelindung ketiga yang lainnya. Penjaga itu mengikuti mereka.
"Apakah ini yang paling terjauh dari penjagaan oleh penjaga pelindung ketiga?"kata Luxi
"Iya,"jawab penjaga pintu kastil Biara
Penjaga pelindung ketiga membawa wanita itu bersama dengan salah satu penjaga pelindung keempat. Wanita itu dihadapkan dengan Luxi.
__ADS_1
"Apakah keluarganya sudah tau ?"kata Luxi
"Sudah,"kata penjaga pelindung ketiga menunjuk orangtuanya yang menangis di makamnya. Di sisi orangtuanya, ada penjaga pelindung kedua.
"Kau membunuhnya,"kata Luxi
"Aku benar - benar tidak tau jika itu yang terjadi,"kata wanita itu
"Apa maksudmu ?"kata Luxi
"Dia bilang minuman itu hanya membuatnya pingsan dan dia akan kembali ke rumah,"kata wanita itu menangis
"Kau benar - benat munafik. Kau sanggup hidup sampai sekarang dan membiarkan orangtuanya berpikir anaknya masih hidup,"kata Luxi
Wanita itu hanya menangis
"Berhenti menangis. Katakan siapa yang mengatakan hal itu padamu ?"kata Luxi
"Aku tidak bisa mengatakannya. Nanti dia akan membunuhku,"kata wanita memohon
"Nyawamu berarti, tapi nyawanya tidak. Jangan katakan kau kekasihnya. Katakan SEKARANG,"kata Luxi menggunakan kekuatan petirnya dan menyentuh ke keningnya.
Wanita itu kesakitan dan berteriak
"Sebaiknya kita bicarakan saja. Kau tidak perlu sampai melakukan ini,"kata penjaga pintu Biara
Tetapi Luxi tidak menghentikannya sama sekali.
"Hentikan,"teriak penjaga pintu kastil Biara
"Jangan coba - coba. Jika ada kalian yang mau membantahku. Silahkan tinggalkan tempat ini,"teriak Luxi
Wanita itu meringis dan kesakitan.
"Kauuuu akan menyesal. Kau tau dia pasti datang ke sini menolongku,"kata wanita itu marah
Penjaga yang berdiri di dekat Luxi sangat terkejut.
"Memangnya kau siapanya ?"kata Luxi mengejek
"Aku adalah kekasihnya,"kata wanita terpancing
"Lalu kenapa kau mau memacari laki - laki lain,"kata Luxi menambah kekuatan listriknya kepada wanita itu
"Cihhh.. dia itu hanya penghuni gelap di tempat ini. Aku jijik dengannya .. jika bukan karena kekasihku yang memintaku.. aku TIDAK MAU denganNYA,"kata wanita tertawa sinis.
"Sekarang kekasih yang kau bangga - banggakan itu dimana ? Kau kesakitan seperti ini... mukanya saja tidak tampak. Kurasa dia berlari meninggalkanmu,"kata Luxi mengejeknya lagi.
Tiba - tiba akar pohon menjalar ke arah wanita itu dan melilit tubuh wanita itu. Semakin lama wanita itu semakin sesak.
Ibu dari penjaga yang meninggal itu menangis histeris dan suaminya berusaha menenangkannya.
"Apapun hasilnya aku tidak akan memaafkan wanita itu .. tanah manapun dipijaknya akan menolaknya dan akan membelit tubuhnya sampai dia berhenti bernafas,"sumpah sang Ibu
Wanita terkejut dan ketakutan.
Akhirnya orangtua dari penjaga yang meninggal itu, pergi meninggalkan makam anaknya bersama salah satu penjaga pelindung kedua.
Tiba - tiba tanah yang dipijak wanita itu terbelah dua dan hampir membuatnya tertanam ke dalam.
Akar - akar pohon berusaha membelit tubuhnya sekali lagi.
Salah satu penjaga taman Warmer mengangkatnya dan keadaan tanah kembali seperti semula.
"Kau akan diam saja,"teriak wanita marah
"Kubilang lepaskan dia,"kata Luxi
Saat tangan penjaga itu berusaha melepaskannya.
"Tolong jangan... tolong jangan..,"kata wanita itu
Penjaga itu berusaha melepaskan wanita itu.
"Baiklah.. baiklah..,"kata wanita itu
"Katakan,"kata Luxi
"Dia... Dia ... ,"kata wanita melihat ke belakang Luxi
Salah satu penjaga pelindung ketiga mengeluarkan petir yang ditujukan untuk wanita itu.
Namun gagal.
Penjaga pintu Kastil Biara membuat mereka bertiga-wanita itu, penjaga taman warmer-dirinya- berpindah tempat.
Luxi sudah mengetahui jika pengkhianat pasti dari temannya sendiri yang menjaga pelindung ketiga, hanya saja dia tidak tau siapa saja dan berapa banyak.
"Kenapa kau memindahkanku juga ?"kata penjaga taman warmer marah langsung melepaskan wanita itu dan menuju ke arah Luxi.
Wanita itu langsung memegang tubuh penjaga pintu kastil Biara karena masih takut dengan tanah yang akan dipijaknya.
Salah satu penjaga pelindung keempat melindungi Luxi dan kedua penjaga pelindung ketiga berusaha menyerangnya.
Penjaga pelindung ketiga yang satunya lagi yang membawa wanita itu diam tidak bergeming.
__ADS_1
"Kalian berkhianat dan aku mempercayai kalian,"kata penjaga pelindung ketiga meminta penegasan.
"Kau memang bodoh. Kau kira kami mau berteman denganmu,"kata penjaga yang berkhianat
"Bodoh katamu,"kata penjaga pelindung ketiga marah memancarkan energi listik pada akar pohon yang berusaha membelit mereka.
Namun mereka berhasil menghindar.
"Cihh keturunan campuran,"kata penjaga yang berkhianat itu
Dia mengeluarkan listrik dan ditujukan ke jantungnya namun gagal karena akar- akar pohon melindunginya.
"Kau mengkhianati jubah dan lambang yang ada di lenganmu. Kau bahkan lebih menjijikkan. Menggunakan perempuan untuk menggapai tujuanmu. Rendahhh,"kata Tedra melawan.
Dia menyudutkan mereka dengan mengirimkan panah - panah listrik sehingga mereka tepat di bawah pohon. Ranting - ranting pohon itu melempar dan memukul tubuh mereka.
Saat salah satu dari mereka berusaha melarikan diri, penjaga taman warmer menghujaninya dengan petir dan tepat mengenai kepalanya.
Luxi menangkap yang satunya lagi dan membelit tangannya dengan akar pohon yang terbuat dari listrik.
"Kau pengkhianat,"kata Tedra geram dan marah
"Tuanku cuma satu. Kesetiaanku hanya untuknya,"kata pengkhianat itu
"Tuanmu ?"kata salah satu penjaga pelindung keempat.
"Yaa.. Tuanku adalah Eldester,"kata pengkhianat itu bangga
"Dan untuk itu kau menempuh segala cara,"kata Tedra
"Menggunakan wanita itu,"kata Luxi
"Aku hanya menggunakannya sebagai bidak catur. Kesetiaanku hanya untuk satu orang,"kata pengkhianat itu tertawa sinis.
Tedra menjerat lehernya dan hampir saja membuatnya hampir kehabisan napas.
Penjaga pelindung keempat membiarkannya saja. Penjaga taman warmer berusaha menghentikannya.
"Akan ada masanya bagimu melihat hal yang menyakitkan, bahwa nilai - nilai yang kau hargai diinjak - injak oleh saudaramu sendiri,"kata Luxi
Dia memejamkan matanya dan mengepalkan tangannya. Sulur -sulur akar itu terlepas dari lehernya.
Saat mereka membawanya pergi menuju ke batas pelindung keempat, tiba - tiba ada petir lurus yang langsung menuju ke jantung pengkhianat itu. Pengkhianat itu langsung mati seketika.
Petir itu berasal dari wanita itu.
Mereka semuanya terkejut dan tidak bisa mengatakan apapun.
Paman, tolong bawa mereka ke kastil utama dan bibi tolong bawa wanita itu ke kastilmu,"kata Luxi
****
Wanita itu mengucapkan kata - kata itu berulang - ulang kali seperti kaset rusak.
"Aku pikir dia mencintaiku karena kami sama. Kami sama - sama yatim piatu dan tidak punya keluarga lagi. Kami berasal dan memiliki kekuatan yang sama ternyata aku bahkan tidak mengenalnya sama sekali,"kata wanita itu menangis kemudian tertawa histeris
"Jadi, apa yang kau inginkan sekarang ? Kematian atau kehidupan? Jika memang kematian aku tinggal meletakkanmu di tanah ini atau kehidupan,"kata penjaga pintu kastil Biara
"Apa yang ditawarkan oleh kehidupan ? "kata wanita itu
"Kegelapan. Hanya ada satu tempat yang di seluruh kastil yang tidak diduduki oleh tanah yaitu kastil kami. Tetapi yang bisa kami tawarkan adalah ruang yang gelap dan tertutup,"kata penjaga pintu kastil Biara
"Kehidupan,"kata wanita itu sambil menyeka air matanya.
Penjaga taman warmer membantu wanita itu untuk memasuki kastil Biara.
****
Di dalam ruangan yang gelap dan kosong. Dimana kekuatannya tidak dapat berfungsi. Dia duduk di sudut ruangan dan memandang sekitarnya.
Kilasan masa lalu
"Apakah kau tau ? Setiap orang berkata kami adalah orang yang paling sial. Walaupun aku memiliki mata yang lengkap tapi aku tidak bisa melihat dalam terang. Kegelapan adalah temanku dan aku mensyukurinya. Kau tau kenapa sayang ? Karena aku masih diberi kehidupan dan kesempatan untuk melihat orang - orang yang kukasihi walaupun dalam kegelapan. Setidaknya aku bisa melihatmu,"kata Valres
"Kau sepertinya sangat suka kehidupan,"kata Mofley tersenyum manja
"Suka sekali. Aku ingin memiliki umur yang panjang dan terus bersamamu,"kata Valres tersenyum ke arahnya.
Tiba - tiba wanita itu menangis histeris.
****
Di kampus,
"Ada apa Luxi ?"kata Tommy
"Kau melamun lagi,"kata Eldast
"Sebaiknya kata - katamu diperbaiki. Jika masih mau menjadi adik iparku,"kata Luxi
"Baik, kakak,"kata Eldast
"Apa yang sedang kau pikirkan ?"kata Tatra
"Hanya sebuah kenangan yang baru,"kata Luxi
__ADS_1