
"Kita harus mencobanya,"kata Eltader berbicara dengan Flay dan Eldast menggunakan pikirannya
Eltader, Flay dan Eldast berusaha memasuki pikiran Ruby dan menenangkannya. Ruby membagi kenangannya dengan mereka.
*****
Kilasan Masa Lalu
"*Loncat.. loncatlah.. turunlah ke jurang...matilah...,"bisikan penjaga kastil Elfir yang masuk ke pikiran Suyira dan Arey
Arey langsung bergerak ke pinggir jurang dengan sisa tenaganya. Suyira berteriak histeris berusaha melawan keinginan untuk berjalan ke tepi jurang. Dia melihat temannya mau menyerahkan nyawanya. Dia melawan penjaga tersebut.
"Suyira..Tolong aku.. Rasanya kepalaku mau pecah.. ,"kata Arey
"Tunggu di situ, Arey. Aku akan segara ke sana,"kata Suyira
Saat dia mau menyusul Arey, tiba - tiba Sang Tangan Kiri datang dan menghempas tubuh Arey ke dalam jurang*.
****
Eldast menangis.
Flay dan Eltader hanya terdiam
"Kau harus kuat,"kata Eltader menyakinkan Eldast
****
Kilasan menyakitkan lainnya bermunculan di sekitar pelindung.
Perempuan itu menyuruh anaknya untuk terus berlari ke depan dan anaknya bersikeras untuk tetap tinggal.
"Tidak ibu.. tidak .. kau tidak bisa melakukanya kepadaku..TIDAK...", kata sang anak.
Kemudian ibunya mendesak sang anak,"Kau harus melakukannya untukku"
Dia menoleh ke belakang ... melihat ibunya sudah merenggang nyawa tergeletak di tanah sendirian dan dia tetap berlari.
"Brengsekkkk.. Elsist .. Dia akan kena akibatnya,"kata Flay menangis.
****
Melompat Ke Kilasan Yang Lain
Suyira menoleh ke bawah dan melihat ada dua orang dewasa terbaring.
"Siapa mereka paman?"kata Suyira terlihat sedih.
"Yang perempuan itu, adik ibumu dan yang disampingnya suaminya,"kata paman Coeli sedih.
"Bibiku,"kata Suyira tambah sedih mengingatkan akan ibu dan ayahnya.
"Apakah mereka punya anak ?"kata Suyira
"Ada. Anak perempuan,"kata paman Coeli tambah sedih.
"*Akhirnya kastil Fogyer terbuka juga. Kenapa ada seorang perempuan terbaring di batas pelindung ini. Dia siapa,"kata Suyira dalam hatinya
"Ahhh ... ternyata dia bibiku. Anaknya bernasib sama sepertiku. Kenapa tidak ada orang di kastil ini. Ada apa dengan perasaanku. Sepiii ... sangat sepiii*..,"kata Suyira
"Aku tidak sanggup lagii.. Tidak sanggup lagii.. kita harus gunakan cara lain.. Kalau dia tidak selamat akan kubuat adikmu itu menerima akibatnya,"kata Flay kepada Eltader
****
__ADS_1
"Kak, bisa buat aku bisa berhubungan dengan seseorang yang jauh,"kata Tommy
"Kalau jauh.. harus sedarah...,"kata Eltader agak ragu dengan kemampuannya sendiri
"Iya.. kami sedarah..,"kata Tommy
****
Pantai Kastil Bumi
"Masih tetap disini,"kata bibi Ariel
"Iya ibu,"kata Tatra sambil menggulung ombak sendirian dengan muka yang sedih.
****
"Kak.. Kak Tatra,"kata Tommy
"Ahh.. Tatrist,"kata Tatra senang mendengar suara saudaranya yang lain
"Kak.. aku bersama Suyira,"kata Tommy
Tatra tersentak dan diam cukup lama
"Dia selamat,"kata Tatra menangis
"Kak.. dia sekarat. Tubuhnya gemetar hebat, ada listrik keluar dari tubuhnya dan....,"kata Tommy panik
"Bibirnya biru,"kata Tatra
"Iya kak. Apa yang harus kulakukan ? Waktu itu ibu pernah mengajariku tentang hal ini.. aku tidak pernah benar - benar memperhatikannya .. aku benar - benar bodoh,"kata Tommy
"Jangan panik. Aku akan memberitahukan caranya padamu,"kata Tatra
"Rory .... alirkan air penyembuh di tanah ini,"kata Tommy
Aliran listrik di sekitar tubuhnya lambat laun menghilang.
"Bibirnya tetap biru,"kata Tommy
"Dia kedinginan. Hangatkan dengan api,"kata Tatra
"Api .. siapa yang bisa membuat api unggun untuk menghangatkannya,"kata Tommy
"Aku bisa,"kata Flay
Flay langsung membuat api unggun saat Tommy berlari mencari kayu bakar.
Lambat laun bibirnya berubah menjadi pink lagi. Namun, dia tetap belum sadar.
"Tommy .. Suyira sudah mengalami banyak hal menyakitkan jadi memang butuh waktu untuk sadar. Kau harus memberitahukan ini ke ibumu,"kata Tatra
"Iya kak,"jawab Tommy
"Jaga dia disana. Kakak tidak bisa menjaganya. Kakak kangen denganmu dan Suyira,"kata Tatra menangis
"Aku juga,"kata Tommy menangis
"Aku harus memanggil bu guru. Ini salahku,"kata Flay
"Jangan. Ibuku saja,"kata Eldast masih berusaha menenangkan pikiran Ruby.
Eltader juga sudah tidak sanggup menenangkan pikirannya sendiri setelah melihat penderitaannya. Pikiran dan tubuhnya kelelahan.
__ADS_1
"Bi, ini Eltader. Bi, bisa ke sini sekarang ? Kami butuh bantuan Bibi sekarang,"kata Eltader
"Iya. Keberadaannya disini selama ini rahasia. Kita tidak boleh membuat human tau bahkan orang kita sendiri tau,"kata Eldast
****
Penjaga pelindung kastil Elfir mulai curiga melihat ada pergerakan di sekitar pelindungnya.
Saat mereka mulai menuju ke arah mereka, tiba - tiba bibi Ruuyist menghampiri mereka.
"Ada apa, penjaga ?"kata Bibi Ruuyist
"Maaf, princess kami kira tadi siapa ?"kata penjaga pelindung
"Kembalinya ke pos kalian. Saya hanya berjalan - jalan di sekitar pelindung,"kata Bibi Ruuyist
Penjaga pelindung tadi tersentak dan akhirnya kembali ke tempatnya Mereka sadar semenjak kejadian itu sudah sangat sulit mempercayai mereka lagi.
*****
Bibi Ruuyist langsung menuju ke tempat Eldast
"Apa yang terjadi ?"kata Bibi Ruuyist
"Suyira .. Ibu.. dia di situ,"kata Eldast
Bibi Ruuyist terkejut melihat kondisi Suyira. Bibi Ruuyist menatap ke arah Eltader.
"Elsist yang membuatnya jadi begini, Bi,"kata Eltader merasa bersalah
"Dia membuatnya berjalan sampai ke sini, princess,"kata Flay
"Kita harus membawanya,"kata Bibi Ruuyist
"Tunggu .. sebentar lagi.. saat tubuhnya benar - benar kembali hangat dan aliran listrik ditubuhnya menghilang,"kata Tommy
"Kau tidak boleh membantah, princess,"kata Flay
"Tidak. Dia benar,"kata Bibi Ruuyist
Setelah itu, mereka membawanya kembali ke rumah. Mereka pulang dengan mobil yang dibawa Bibi Ruuyist.
****
"Apa yang terjadi dengannya ?"kata Bibi Robben
"Maafkan aku, Robben. Orangku lagi yang membuatnya jadi begini,"kata bibi Ruuyist merasa bersalah
"Baringkan di sofa saja. Aku akan membuatkan obat dulu,"kata bibi Robben.
"Kalian pulanglah. Terutama kau ... nanti guru curiga... bilang dengan gurumu.. jika wali Ruby menjemputnya karena kondisinya kurang sehat. Nanti sesudah ini ada yang harus kita bahas,"kata Bibi Ruuyist
"Kami tinggal,"kata Eldast dan Tommy
"Oke. Silahkan,"kata bibi Ruuyist
"Kami pergi dulu, Bi,"kata Eltader
*****
"Apa yang akan kulakukan ?"kata Flay
"Terserah padamu,"kata Eltader
__ADS_1