
"Lariii ... terus larii... jangan menoleh ke belakang,"teriak Tatra
"Mereka mengejar kita,"jawab Eldast
"Kita harus meninggalkannya,"tegas Tatra
"Tidak bisa,"jawab Suyira
****
"Dia pengkhianat,"kata Eldast membagi pikirannya ke Suyira
"Aku tau tapi hanya dia yang tau jalan tercepat menuju ke daratan,"jawab Suyira
"Baiklah. Tapi jika dia bertindak, kau juga harus bertindak tegas terhadapnya,"singgung Tatra
"Iya kak,"balas Suyira
****
Mereka merasakan guncangan yang hebat bahkan saat posisi mereka hampir mendekati daratan.
"Ayah tampaknya marah besar. Semoga tidak terjadi sesuatu yang berbahaya,"batin Tatra sambil terus membelah lautan.
****
"Bibi sialan itu ada di belakang kita,"kata Eldast
"Bibi,"jawab Suyira
"Ceritanya panjang,"kata Eldast
Saat Tatra sudah membuka lautan menuju bendungan yang melingkari kastil Arial Nuch, musuh berusaha menjerat kaki mereka ke lautan.
Namun gagal.
Mereka bisa menghindari dan menaiki anak tangga menuju ke atas bendungan.
Mereka masih harus berhadapan dengan ombak yang besar.
Tatra hanya bisa menatap lesu memandang perahu dari kejauhan yang tertambat di sisi yang berseberangan dengan mereka.
"Kak, biar aku saja,"kata Suyira
Suyira memanggil hewan laut yang cukup besar.
Seekor kuda laut yang berlari kencang ke arah mereka.
Mereka menaikinya.
"Ternyata kau punya teman lama,"kata Tatra
"Ada untungnya mengikutimu waktu kecil,"jawab Suyira tersenyum.
"Mereka masih mengikuti kita,"kata Eldast
__ADS_1
Musuh membuat ombak besar ke arah mereka.
Mereka hampir terlempar.
"Pegang kuat,"perintah Tatra
Tatra membalas mereka dengan mengirim ombak bergulung - gulung ke arah mereka.
Musuh melemparkan banyak panah beracun ke arah mereka.
Tatra membuat pelindung dari es sehingga panah tersebut tertancap di es.
Tatra menciptakan panah dari es dalam jumlah yang banyak.
"Kau mau kemana keponakanku,"teriak madam gila
Eldast tidak menjawab
"Ahh kau tidak mengakui darahmu,"teriak madam gila
Suyira memandang ke arah Eldast
"Aku membencinya. Sangat membencinya,"kata Eldast kepada Suyira
Suyira hanya menatap lagi
"Dia membunuh sepupuku. Anaknya. Hanya supaya bisa mendapatkan kekuatan,"jelas Eldast
"Kau tidak perlu menjelaskannya. Aku tidak pernah meragukan perasaanmu,"jawab Suyira
Tatra membuat es di setiap jalan musuh. Beberapa musuh ada yang menabrak dinding es tersebut.
Madam gila mempercepat langkahnya.
Dia menyerang Tatra menggunakan kekuatan dasarnya.
Kepala Tatra terasa sangat pusing. Eldast menyentuhnya sehingga kepala tidak pusing lagi.
"Berhati - hatilah. Kekuatannya bisa mempengaruhi pikiranmu,"kata Eldast
"Daratan sudah dekat,"kata Suyira
Musuh menciptakan gelombang besar di depan mereka. Suyira membuka gelombang tersebut.
Saat perhatian mereka terahlihkan, kuda laut terlihat kesakitan.
Suyira melihat panah beracun sudah tertancap di lehernya.
"Kauu..,"teriak Suyira
Dia menarik batu karang dalam jumlah yang banyak dan besar langsung melemparkannya ke arah musuh.
Suyira berusaha menyembuhkan kuda laut dengan air penyembuh.
Madam gila masih mengejarnya dan menciptakan getaran kuat di atas air.
__ADS_1
Mereka hampir terseret jauh dari daratan.
"Kau tidak berhak atas air ini,"teriak paman Arol menghalangi langkah madam gila
Suyira akhirnya bisa melanjutkan perjalanan.
****
"Kauu jangan halangi langkahku,"kata madam gila kesal karena Suyira sudah menjauh
Paman Arol membuat madam gila terlempar dari hiu yang ditungganginya.
Madam gila marah besar.
Dia melemparkan panah beracun dalam jumlah yang besar ke arah paman Arol.
Saat paman Arol berusaha menghindari panah tersebut, musuh yang lain menciptakan kabut gelap di sekitarnya sehingga arah panah tersebut tidak diketahui.
Paman Arol menciptakan dinding air di sekelilingnya.
Paman Arol merasakan tubuhnya mulai melemah karena pengaruh kabut gelap tadi sehingga dinding airnya mulai melemah.
Saat panah-panah itu berhasil melewati dinding airnya menuju ke arahnya, paman Arele menghalangi.
Paman Arele menggunakan lumba - lumba untuk mengejar paman Arol.
Panah - panah itu menancap ke tubuh paman Arele.
Paman Arele jatuh kepelukannya.
"Kakek tua.. kau tidak bolehh.. kau janji akan menjagaku dan kastil..,"kata paman Arol
"Kurasa waktuku sudah cukup banyak nak,"jawab paman Arele terbata - bata
"Tidak.. tidak lagii,"kata paman Arol sambil memandang mata pamannya yang sudah menutup.
Rombongan paman Teeran berhasil menyusul paman Arol.
Flay mengetahui keberadaan paman Arol menggunakan kekuatan pikirannya, langsung menyingkirkan kabut beracun itu.
Paman Arol bangkit dan marah besar.
Dia memanggil hewan laut yang paling beracun untuk melawan semua musuh.
Lautan menjadi berwarna hitam pekat.
Dia membuat semua musuh tercebur ke dalam air laut itu.
Semua musuh terapung di atas air.
Madam gila melihat hal itu melarikan diri.
Saat penjaga kastil Arial Nuch melihat pemimpin mereka sudah terbaring, mereka semua terkejut dan sedih.
"Kalian makamkan dia dengan layak,"perintah paman Arol
__ADS_1
"Kak,"kata bibi Ariel
"Aku hanya ingin sendirian,"jawab paman Arol pergi meninggalkan tempat itu.