Pasak Bumi

Pasak Bumi
Kembali Ke Kastil Langit


__ADS_3

"Paman, aku ingin tinggal di kastil Langit,"kata Suyira


Paman Firye terbelalak


"Akhirnya kau mengucapkannya,"kata paman Firye


"Ayah sudah tau ?"kata Suyira terkejut


"Iyalah. Ayah sudah tau. Saat Rerast pergi dan kau sendirian di kastil pasti kau sudah tidak betah. Apakah kastil ayah begitu panas ?"kata paman Firye


"Bukan begitu ayah. Hanya Suyira lebih suka tempat yang dingin,"kata Suyira berbohong


"Sama seperti ibumu. Yaa apa boleh buat. Jika bukan seperti ini kau bukan anaknya,"kata paman Firye


Suyira langsung memeluk ayahnya.


"Kau juga ayahku,"kata Suyira berbisik


****


Paman Coeli mendengar kabar Suyira akan tinggal dengannya sangat senang.


"Kita harus merayakannya,"kata paman Coeli


Bibi Sellen menyikut pinggang paman Coeli


"Ada apa ?"kata paman Coeli


Mata bibi Sellen lurus ke arah Celli


"Ohh ituu,"kata paman Coeli salah tingkah


"Kenapa ? Aku senang kok kakak kembali dan memang patut dirayakan,"kata Celli tulus


"Ohh sayang. Kau memang anak yang baik,"kata bibi Sellen memeluknya


"Keturunan Langit memang selalu baik,"kata paman Coeli


"Benarkah ? Akhirnya kau mengakuinya, sayang,"kata bibi Sellen


"Mereka hanya sedikit keras kepala,"kata paman Coeli mengeryit membayangkan bagaimana dia bisa kena marah ayahnya karena kehilangan kedua adiknya saat bermain.


"Baiklah. Kita akan membuat perayaan. Sudah lama kita tidak membuat perayaan untuk apapun,"kata bibi Sellen

__ADS_1


****


Lampu hias di sekitar kastil utama dan taman warmer juga dipercantik dengan hiasan bunga - bunga berwarna.


Para lelaki hiruk pikuk menghiasi rumahnya masing - masing. Para perempuan menyiapkan jamuan makan bersama.


"Perayaannya,"kata paman Firye tertegun


"Woww ayah indah sekali,"kata Suyira


"Kau suka,"kata paman Firye memaksa tersenyum


"Suka sekali,"kata Suyira sambil memegang tangan paman Firye


Suyira melihat paman Coeli dari kejauhan dan langsung berlari memeluk paman Coeli.


"Paman,"kata Suyira memeluknya erat


Paman Coeli bingung menanggapi sambutan hangat Suyira


"Kau sudah datang,"kata paman Coeli


"Tentu saja kami sudah datang. Sepertinya kau membuat perayaan,"kata paman Firye bernada iri


"Paman, bibi dimana ?"kata Suyira


"Ada di dalam,"kata paman Coeli


Suyira langsung berlari menuju ke kastil utama


"Kurasa kau benar. Kita selalu fokus pada masalah seharusnya kau tau... aku juga seharusnya membuatnya untuknya waktu itu,"kata paman Firye


"Selalu ada masanya,"kata paman Coeli


"Semoga waktuku masih ada,"kata paman Firye sambil memegang daun yang jatuh ke atas kepala dan membakarnya sampai hangus.


Paman Coeli terkejut dengan kata - kata paman Firye dan menyimpannya dalam hatinya.


****


Sebelum mencapai dapur kastil, Suyira bertemu dengan Luxi. Luxi hanya terdiam melihatnya. Kakinya terasa sulit bergerak. Suyira mendekatinya dan memeluknya.


"Kau selamat,"kata Luxi mengusap rambut dari belakang

__ADS_1


"Aku selamat kak dan aku merindukan kakak,"kata Suyira


"Aku juga. Jangan membuatku takut lagi,"kata Luxi


"Aku berjanji,"kata Suyira berbohong


"Bagaimana kabarmu disana ?"kata Luxi yang mendengar kalau dia tidak bahagia di kastil Ligthing


"Baik,"kata Suyira


"Masih adikku yang baik,"kata Luxi tersenyum


"Bibi mana kak ?"kata Suyira


"Ada dibelakang. Kakak akan mengantarkanmu,"kata Luxi


****


Bibi Sellen lagi masak dan Celli hanya duduk memandangnya memasak.


"Bi.. sini biar kubantu,"kata Celli mendesak


"Duduk. Lihat akibat ulahmu. Menghitam semua,"kata Bibi Sellen


"Apinya tiba - tiba membesar sendiri,"kata Celli membela diri


"Tidak mungkin membesar sendiri. Kau dan aku tau bahwa kita berdua tidak memiliki kekuatan api,"kata bibi Sellen kesal


****


Luxi dan Suyira mendengar hal itu hanya tersenyum


"Dia mencoba belajar masak. Tapi yang ada dia hampir membuat dapur berantakan kalau tidak yaa terbakar,"kata Luxi


"Woww skilmu tidak berubah,"kata Suyira berteriak


"Kakak sudah datang,"kata Celli senang dan memeluknya.


Suyira menghampiri bibi Sellen dan memeluknya.


"Akhirnya kau datang. Apakah kau baik - baik saja ?"kata Bibi Sellen


"Baik Bi,"kata Suyira

__ADS_1


"Syukurlah,"kata bibi Sellen terharu.


__ADS_2