Pasak Bumi

Pasak Bumi
Penyelamatan Suyira


__ADS_3

"Semua silahkan menuju ke gedung penobatan. Nenek akan menemui kalian di sana. Gunakanlah jubah putih kalian,"kata salah satu penghuni kastil Biara.


"Sudah waktunya,"jawab penghuni yang satu kamar dengan Suyira


"Dia kelihatan begitu senang. Apa yang dimintanya ?"batin Suyira


Mereka berjalan menuju ke gedung utama.


Gedung utama berupa gedung yang terbuka hanya terdapat pilar - pilar yang bewarna putih dan atapnya berupa kubah yang bewarna putih juga.


"Suyira.. lihat itu nenek sedang menuju ke sini,"bisik penghuni tadi


"Iya,"jawab Suyira


Wanita yang disebelah nenek yang mengucapkan kata pembukaan.


Kemudian satu persatu mendekati nenek dan mengucapkan keinginannya. Rata - rata hanya mengucapkan keinginan untuk tetap tinggal, meninggalkan kastil Biara atau hanya ingin menjaga penjaga kastil Biara.


Giliran teman satu kamarku sudah tiba. Namanya adalah Tuast.


"Apa keinginanmu anak muda ?"tanya Sang Nenek


"Aku ingin tinggal di sini tapi ingin melihat matahari setiap paginya,"jawab Tuast


"Hanya itu keinginanmu ?"tanya Sang Nenek


"Iya,"jawabnya mantap


"Baiklah. Keinginanmu terwujud. Kau bisa mengambil air setiap pagi,"kata Sang Nenek


Tuast sangat senang.


"Lalu apa keinginanmu, cucuku ?"tanya Sang Nenek menggunakan pikirannya


"Nenek memanggilku. Kukira nenek tidak mengakuiku,"jawab Suyira


"Bagaimana mungkin aku tidak mengakui darah yang mengalir dari tubuhku. Hanya saat kau masuk ke sini setiap penghuni mendapatkan perlakuan yang sama,"kata Sang Nenek


"Itu artinya apapun permohonanku akan dipenuhi,"jawab Suyira


"Tergantung apakah aku bisa memenuhinya atau tidak. Aku bukanlah Sang Pencipta hanya memenuhi sedikit keinginan orang,"kata Sang Nenek


"Aku hanya menginginkan penyelamatan saat waktunya tiba,"jawab Suyira

__ADS_1


"Baiklah. Kukabulkan,"kata Sang Nenek tersenyum


Suyira terlihat lega.


Setelah acara penobatan selesai, dia dengan diantar dua penjaga menuju ke lantai bawah.


"Inilah akhirnya,"kata penjaga pintu kastil biara


"Kami pasti sangat merindukanmu,"kata bibi Alleen.


Suyira langsung memeluknya.


"Suatu saat kita pasti akan bertemu lagi,"janji Suyira


****


Di balik pohon tepat lurus di depan pintu kastil Biara sudah menunggu Luxi dan Forla menggunakan jubah penghuni Dark Forest.


"Apa kabar adikku ?"tanya Luxi


"Baik, kak,"jawab Suyira memandang ke arah Luxi tapi langsung memeluk Forla.


"Sebaiknya kita cepat pergi. Sebelum penghuni kastil Langit menyadari keberadaan kita,"kata Luxi


"Dia menjadi pengalih perhatian,"jawab Forla


Mereka memanjàt pepohonan dan bergerak sangat perlahan.


"Diam. Jangan bergerak,"kata Luxi menggunakan pikirannya ke Suyira.


Suyira memegang tangan Forla. Forla langsung mengerti.


"Bagaimana kondisi di sana ?"tanya penjaga ketiga kastil Langit


"Kurasa baik,"jawab penjaga ketiga dari penghuni Dark Forest


"Ada apa ?"tanyanya


"Entahlah aku merasa ada yang mencoba melewati pelindung ini. Tapi lihatlah tidak ada,"jawab penjaga yang memiliki kekuatan mengendalikan pepohonan


"Aduhh kenapa paman Drew yang menjaga...Benar - benar sial.. semoga paman yang satunya lagi tidak menanggapi ucapan paman,"batin Forla


"Instingnya selalu kuat,"batin penjaga kastil Langit

__ADS_1


"Panggil temanmu, sobat,"jawab penjaga kastil Langit


"Suyira.. kita harus bergerak saat dia memanggil temannya. Paman yang satunya lagi punya kemampuan mengendalikan seluruh pepohonan,"kata Forla menggunakan pikirannya


"Seluruhnya,"tegas Suyira


"Iya,"jawab Forla


"Kak, kita harus bergerak saat paman itu memanggil temannya. Dia bisa mengendalikan seluruh pepohonan,"kata Suyira menggunakan telepatinya


Luxi hanya menganggukkan kepala.


Mereka mengambil resiko melewati paman penjaga kastil Langit dari atas.


Forla membuat ranting pepohonan memanjang dan membelit satu sama lain sehingga mereka bisa berjalan di atasnya.


Forla agak terburu - buru saat ranting pohon yang kecil ada yang terjatuh.


Paman penjaga kastil Langit melihat ke atas pohon dan tidak melihat siapapun.


"Siapa yang berada di atas ?"tanyanya


Luxi, Forla dan Suyira tidak bergerak sama sekali.


Penjaga kastil Langit akhirnya menyerah melihat ke atas.


"Maaf,"kata Forla


"Lanjutkan kak,"jawab Suyira


Mereka sudah melewati pelindung ketiga ketika penjaga tadi datang bersama temannya. Namanya paman Tribbon.


"Apakah benar ada yang berusaha melewati penjagaan kita ?"tanya penjaga kastil Langit


"Iya. Mereka sudah melewati kita melalui pepohonan,"jawab paman Tribbon


"Kita harus memberikan peringatan kepada pelindung kedua,"kata penjaga kastil Langit


"Bukan. Pelindung keempat,"jawab paman Tribbon


"Mereka bermaksud keluar bukan masuk,"tegas paman Drew


"Iya,"jawab paman Tribbon

__ADS_1


__ADS_2