
Cuaca yang sangat dingin di di batas pelindung kedua seluruh kastil. Tidak seperti biasanya.
Hal ini menandakan pergantian musim akan segera tiba.
"Bagaimana ada pergerakan ?"kata pemimpin penjaga pelindung kedua.
"Melihat situasi di depan sepertinya aman,"jawab penjaga lainnya.
"Aku tidak suka situasi ini, kak,"kata penjaga yang paling muda.
"Ini juga bukan keinginanku. Tapi keputusan tetua,"kata penjaga yang paling tua
"Musuh pasti sudah tidak bisa bersabar lagi karena itu mereka melakukan pergerakan,"lanjut pemimpin penjaga
"Semoga ladies yang di depan kita menyadarinya,"kata penjaga yang tertua.
"Semoga,"jawab pemimpin penjaga
****
Di batas pelindung pertama seluruh kastil.
Para penjaga yang terdiri dari tiga perempuan. Bersembunyi di balik pepohonan.
Tidak melakukan pergerakan.
Hanya berbicara menggunakan telepati.
"Apakah kalian tau siapa penjaga sebelumnya ?"kata Fang
"Tidak. Hanya tau mereka berusia lebih muda dibandingkan kita,"jawab Z
"Yang jelas kita harus berhati - hati dan awas terhadap semua situasi,"jawab Arthik
****
Matahari bersinar menghadap ke arah Suyira dan Celli
"Sudah pagi, kak,"kata Celli
Suyira berusaha membuka matanya dan menghirup udara segar di pagi hari
Rombongan paman Teeran mendekati mereka
"Sudah waktunya,"kata paman Teeran
__ADS_1
Paman Teeran menghentakkan kakinya dan membuat batu pipih terbang dan memotong pilar - pilar tanah liat yang lengket dengan batu diatas.
Dia menggerakkan tangannya dan membuat atap batu itu terbang menjauh.
Paman Teeran menghentakkan kakinya sekali lagi dan membuat pilar - pilar dari tanah liat kembali ke tanah.
"Ayoo kita segera pergi,"kata paman Teeran
"Lalu .. bagaimana dengan Celli ?"jawab Suyira
"Paman Coeli sebentar lagi datang,"kata paman Teeran yang langsung memegang lengan Suyira
"Paman, apakah paman marah dengan Aretra ?"lanjut Suyira
"Iya,"jawab paman Teeran singkat
Sesampainya di kastil utama Bumi.
"Ariel.. biarkan dia mandi. Sesudah itu letakkan dia di ruangan yang sama dengan Aretra,"kata paman Teeran
Bibi Ariel hanya menganggukkan kepala
"Bibi, apakah paman benar - benar marah ?"tanya Suyira
"Iya. Sebaiknya kau jangan membantahnya sekarang,"bisik bibi Ariel
****
Paman Coeli menggerakan tangannya ke depan dan mengepalkan tangannya, tiba - tiba dua buah tiang yang dililitkan aliran listrik itu semakin lama semakin kencang sehingga memotong kedua tiang tersebut.
Celli bisa keluar dari kerangkeng yang dibuatkan dari tiang tersebut.
"Ayoo pulang,"kata paman Coeli
Celli mengikuti paman Coeli dan rombongannya.
Sesampainya di kastil Langit, sudah menunggu di depan pintu kastil utama, bibi Sellen dan Luxi.
"Maaf kak,"kata Celli
"Masuklah,"jawab Luxi
Celli tidak diperbolehkan untuk keluar dari kastil utama dan ke ruang bawah tanah.
****
__ADS_1
Hari sudah berganti bulan. Salju pertama hanya bisa dilihat Celli dari balkon jendela kamarnya. Salju putih seperti kapas. Semua penjaga di luar menggunakan mantel yang sangat panjang. Warnanya sama dengan warna salju membuat mereka tidak terlihat dari jauh.
Celli menghubungi seluruh saudaranya.
"Kak,"kata Celli sedih
"Apa kabar adikku ?"jawab Suyira
"Di sini rasanya sepi. Kak Luxi tidak pernah berbicara lagi denganku. Hanya bibi Seelen yang menyapaku,"kata Celli
"Maafkan kakakmu. Seandainya kakak tidak melibatkanmu,"jawab Suyira
"Tidak apa - apa kak. Kakak, masih dikurung di ruang bawah tanah ?"kata Celli
"Tidak. Kami sudah keluar. Kami dikurung di kastil utama dan kau tau Arel sering berkunjung,"jawab Suyira
"Benarkah ?"kata Celli tersenyum
"Woww mantan datang berkunjung,"sambar Rory
"Apa - apaan kalian ini,"kata Aretra kesal
"Berita baik,"lanjut Flay
"Aku yang ga nyambung atau gimana nihh.. berita baik dari mananya,"tanya Rerast
"Bagaimana kalau acara kalian yang batal itu dilanjutkan kembali,"kata Flay
"APAAA,"jawab mereka kompak.
"Maksudnya kalau ada acara besar kayak ini. Pasti kita semua diundangkan. Disitu adalah kesempatan kita untuk melarikan diri,"jelas Flay
"Benar juga,"kata Suyira berpikir keras
"Apa dia mau ?"jawab Aretra
"Yaa .. kakak tanyalah.. abang ganteng.. tujuan abang ke sini mau ketemu kak Tatra atau saya.. kalau iya marii kita lanjutkan acara kita yang tertunda,"kata Rory
"Tidak. Tidak mau. Kalian saja yang mengatakan hal itu padanya,"jawab Aretra
"Rory,"teriak Flay
"Aretra jelaskan situasi yang sebenarnya saja dan tujuan kenapa perjodohan dilanjutkan. Baru kita lihat reaksinya. Tidak salah mencoba khan,"jawan Suyira
__ADS_1
"Baiklah,"kata Aretra sambil menghela napas.