
Semua merasakan kehilangan setelah pertempuran terakhir.
Kerusakan dimana-mana.
Para penjaga kastil Elfir yang berkhianat tidak bisa mengatakan apapun selain menerima hukuman dari paman Edsel. Mengingat haknya sudah mutlak sebagai pemimpin kastil Elfir.
Eltader memeluk kakak sepupunya yang sudah sadar dari tidur panjang akibat pengkhianatan dari Sang Tangan Kiri membuat Eldast dan Elfost kehilangan kakak kandung.
Paman Teeran, paman Coeli, paman Fordd, paman Flyied dan paman Edsel hanya bisa memandangi wajah sahabatnya yang sudah tidur panjang.
...****************...
Kilasan masa lalu paman Coeli
"Coba lagi... aku harus kuat supaya bisa menjaga Langit,"kata paman Firye
"Berhentilah. Kau akan terluka terlalu dalam,"jawab paman Coeli
"Tapi aku tidak bisa kawan. Aku hanya menyukai satu wanita yaitu adikmu. Walaupun dia tidak membalas perasaanku tidak apa-apa. Asalkan dia selalu bahagia dan hidup,"lanjut paman Firye
"Maafkan aku sobat,"jawab paman Coeli
...****************...
Kilasan masa lalu paman Teeran
"Ada apa denganmu, Teeran ?"tanya paman Firye
"Aku masih sulit mengendalikan kekuatan dari kastilmu,"jawab paman Teeran
"Tenang sobat. Aku akan mengajarimu sampai bisa. Kau bisa mengandalkanku,"kata paman Firye
"Kenapa dadaku sesak sekali ?"batin paman Teeran
...****************...
Kilasan masa lalu paman Fordd
"Fordd, aku tidak pernah meminta sesuatu padamu. Kali ini aku ingin meminta sesuatu padamu,"kata paman Firye
"Katakanlah,"jawab paman Fordd
"Tolong jaga keluarga Langit. Mereka tinggal di kastilmu khan,"kata paman Fordd
"Baiklah,"lanjut paman Fordd
Forla menggemgam tangannya.
"Ayah jangan kegelapan menaungi hatimu,"bisik Forla
...****************...
Kilasan masa lalu paman Flyied
"Flyied...kau dimana ?"tanya paman Firye
"Disini,"kata paman Flyied
Paman Firye langsung memeluknya.
"Aku mendengar kabar tentang Ibu,"bisik paman Firye
Paman Flyied menangis dihadapannya.
Dan sekarang pun sama
...****************...
__ADS_1
Kilasan masa lalu paman Edsel
"Edsel...kau lihat ini,"kata paman Firye
"Gelang ?"kata paman Edsel
"Iya. Ini untuk anakmu. Gelang ini diberikan untuk keturunan kami. Dengan ini, aku sudah menganggapnya sebagai keturunanku juga,"kata paman Firye tersenyum ke arahnya.
Paman Edsel hanya terdiam saat lengan bibi Ruuyist menggenggam tangannya.
...****************...
Paman Eldard yang paling dekatnya masih belum mempercayai sahabatnya sudah pergi.
Bibi Robben memeluknya
"Dia sudah pergi. Relakanlah,"bisik Bibi Robben
Paman Eldast menangis sangat kencang.
...****************...
Suyira menghampirinya bersama Rerast dan terduduk di sampingnya.
Eldast melihatnya dari kejauhan.
"Dia juga sama menderitanya denganku. Apakah kami bisa menemukan kebahagiaan suatu saat nanti ?"kata Eldast
"Biarkanlah waktu yang memutuskannya,"kata Tatra.
...****************...
Semua kembali ke kastil Elfir yang terdekat dengan lokasi pertarungan.
Perdana mentri datang dan langsung memeluk anaknya. Begitu pula dengan Suyira. Dia sudah mendengar kabar jika adik iparnya sudah tiada.
Perdana mentrilah yang masuk dan memecahkan keheningan..
"Kita harus mempersiapkan acara pemakaman adik iparku,"kata perdana mentri
"Iya. Kau benar,"jawab paman Edsel
"Kau mungkin berpikir aku lancang Teeran dan Firest...tapi apakah dia bisa dimakamkan bersebelahan dengan orangtua Suyira ?"tanya paman Eldard
Paman Teeran terkejut
"Jika itu yang diinginkannya. Tidak masalah bagiku,"kata paman Teeran
"Lagipula seumur hidupnya kita tau untuk siapa dia bertahan sejauh ini,"lanjut paman Firest
Paman Fordd untuk pertama kali seumur hidupnya menetaskan air mata.
...****************...
Acara pemakaman berlangsung dengan khimad dan hening.
Semua penghuni kastil memberikan penghormatan.
Setelah acara pemakaman selasai, satu persatu meninggalkan kastil Bumi kecuali keluarga inti.
Paman Firest menghampiri perdana mentri
"Perdana mentri, mungkin permintaanku agak keterlaluan bagimu ?"tanya paman Firest
"Maksudmu ?"tanya perdana mentri
"Aku mengharapkan Rerast untuk memimpin kastil Ligthing,"kata paman Firest
__ADS_1
"Jika itu yang diinginkannya tidak masalah bagiku. Kedudukanku saat ini bukannya harus diwariskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Jika ada yang berkompeten dia berhak menjadi perdana mentri suatu saat nanti,"jawab perdana mentri
"Kau benar,"lanjut paman Firest
"Untuk sementara biarlah kau yang memegangnya. Kau memiliki kemampuan itu,"sahut perdana mentri
Kelima pemimpin kastil mendengar hal itu dan menyimpan dalam hatinya.
...****************...
Dua bulan sudah berlalu,
Di taman belakang kampus,
"Bagaimana nilai kalian ?"tanya Aretra
"Lumayanlah,"jawab Suyira
"Masih berusaha,"cengir Forla
"Bagus dong,"kata Flay bangga
"Kakak tidak membaca pikiran dosen khan,"kata Rory
"Apa tadi kau bilang ?"tanya Flay kesal
"Kakak nyontek,"sindir Rory
Flay ingin menjitaknya dan Rory berlari kencang.
"Ini benar-benar tidak adil,"kata Flay ngos-ngossan karena kakinya masih dalam penyembuhan akibat pertempuran waktu itu
Rombongan Eldast sedang berjalan di koridor belakang kampus.
"Mau kubantu,"teriak Tarast
"Boleh,"jawab Flay
Seketika itu, Tarast sudah ada di hadapan Flay. Mereka mengejar Rory.
"Wataknya tidak berubah sedikitpun,"kata Tommy geleng-geleng kepala.
"Bukankah karena itu kau suka padanya ?"tanya Ruyi
Eldast, Eltader dan Arel tertawa.
"Sebaiknya kalian diam. Kalian juga sama saja atau perlu kupanggil mereka,"kata Tommy yang mau menuju ke arah taman.
Tommy tidak bisa bergerak.
"Eldast...,"kata Tommy kesal
Eldast geleng-geleng kepala.
"Kak Eltader...,"bujuk Tommy
"Hanya ada satu syarat. Biarkan jika waktunya tepat kami yang ngomong langsung,"kata Eltader
Tommy menganggukkan kepala
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Akhirnya kisah Pasak Bumi sudah selesai
Terima kasih buat yang memberikan komentar like maupun votenya
😇😇😇
__ADS_1