Pasak Bumi

Pasak Bumi
Sekolah Perdjuangan


__ADS_3

Hari Pertama,


"Heii bisa gaa .. cepat bangun,"kata Tommy sambil pangling melihat penampilan baru Ruby


Bibi Robben akhirnya menyerah, Ruby bisa melepas kuncir duanya, kacamata tebal yang selalu dipakainya hanya saat di sekolah walaupun dia tidak sakit mata, dan kaos kaki panjang yang terlihat konyol saat dipakai dengan rok sekolah yang panjangnya dibawah lutut. Itulah syarat yang diberikan Ruby agar mau ke sekolah Perdjuangan.


"Tidak ada yang menyuruh harus bareng denganku,"jawab Ruby mencebik dan memalingkan wajah menghadap keluar jendela mobil


"Siapa yang mau barengan denganmu. Ini terpaksa.. kalau bukan permintaan ibumu dan ibuku,"kata Tommy melakukan hal yang sama memndang ke arah jendela. Namun, kadang - kadang menatapnya diam - diam.


Di lapangan sekolah,


"Silahkan anak - anak baru untuk berbaris di lapangan,"kata kakak kelas berjalan mondar mandir di depan barisan. Kaka senior sepertinya merasa bahwa dirinya yang harus diperhatikan.


"Panass kak,"kata salah satu siswi perempuan yang menyeret kakinya ke lapangan


"Ehh dengerin kata kakak. Kakak saja di lapangan ini tidak mengeluh kok.. dan lihat ga hilang kok kegantengan kakak,"kata kakak kelas tadi


Sontak anak - anak baru itu tertawa


"Berhenti .. kakak bilang berrrrrhenti,"kata kakak kelas sudah kehabisan suara sambil terbatuk - batuk


"Huuuuu.. huuuu.... huuuuuuuu,"jawab anak - anak baru yang lainnya


Sementara itu di sudut taman,


"Coba lihat... gara - gara kamu. Rinto diejek tuu.. kita juga khan yang malu.. kakak kelas ga dihormatin gituu,"kata salah satu cowok yang berpostur tinggi dan berkulit kuning pucat


"Eh, dia sendiri yang bilang bisa ngatasin,"kata cowok yang berpostur sedang dan athletis.


"Baiklah. Kita turun tangan,"kata cowok satunya lagi yang bertubuh tinggi, athletis dan berkulit putih.


Anak - anak baru akhirnya tidak ada satupun yang ribut.


"Begitu dong. Dengerin kata kakak,"kata Rinto tidak sadar jika temannya sudah ada dibelakangnya.


"Bagaimana Rinto ? Aman khan,"kata cowok yang berpostur sedang dan athletis berbisik padanya

__ADS_1


"Kalian.. Kenapa ke sini ? Bukankah kubilang aku saja yang mengatasi di sini,"kata Rinto kesal


"Lihat hasilnya.. Separuh anak tidak memperhatikanmu dan separuhnya lagi menertawakanmu. Apa yang kau bilang bisa mengatasi ?"kata cowok yang tinggi dan berkulit kuning pucat berbisik padanya.


"Dan satu lagi kesalahanmu lihat.. ada lagi datang terlambat,"kata cowok tinggi, bertubuh athletis dan berkulit putih.


"Mana .. mana ?" kata Rinto sambil melihat sekeliling


Mobil berwarna hitam tiba - tiba meluncur mulus di depan gerbang sekolah.


Tommy dan Ruby berlari ke lapangan.


"Maaf kak... Kami terlambat,"kata Ruby memelas


"Disini ada aturan dilarang telat. Tapiiii ... karena ini hari pertama kalian dan kakak tidak pernah bersikap kasar sama perempuann.. cepat masuk ke barisan,"kata Rinto yang kagum dengan kecantikan Ruby.


Tommy dan Ruby akhirnya berlari ke barisan dan masuk ke barisan paling belakang.


"Mereka couple yaa,"kata Rinto berbisik ke cowok yang bertubuh tinggi, athletis dan berkulit putih.


"Masih ada satu lagi,"kata cowok tersebut menanggapinya dengan dingin.


****


"Apakah tidak ada cara, supaya kau tidak menarik perhatian orang lain ?"kata Eltader kesal


"Maaf,"kata Eldast


"Sebaiknya cepat datang. Nanti kakak susah mencari alasan dengan teman kakak yang lain,"kata Eltader


****


"Ahh... benar katamu. Ada satu orang lain yang telat,"kata Ruyi. Ruyi adalah cowok yang bertubuh tinggi dan berkulit kuning pucat.


" Mana..mana..,"kata Rinto menatap pintu gerbang


Mobil SUV berwarna silver melaju mulus ke depan pintu gerbang.

__ADS_1


"Apa yang kita harus lakukan pada peserta terakhir ?"kata Ruyi


"Apakah memang ada acara fashion show disini ?"kata Rinto


"Apa maksudmu ?"kata Ruyi


"Dari tadi peserta yang datang terlambat... terlihat berbeda,"kata Rinto


"Apa maksudmu ? Mereka hanya luar biasa menarik,"kata Tarast. Tarast adalah cowok yang bertubuh sedang dan athletis


"Betul juga,"kata Rinto


"Sudah.. sudah.. tadi khan kau beri kesempatan bagi yang telat. Jika ini berbeda.. mereka pasti akan protes,"kata Eltader. Eltader adalah cowok yang bertubuh tinggi, bertubuh athletis dan berkulit putih


"Benar juga,"kata Rinto sambil mengangguk - anggukkan kepala


Eldast berlari ke arah mereka


"Maaf, kak,"kata Eldast


"Lain kali jangan ulangi lagi. Masuk barisan,"kata Rinto


Eldast langsung menuju ke barisan belakang dan baris dibelakang Ruby


Eldast menyentuh pundak Ruby. Ruby menoleh ke belakang.


"Perkenalkan namaku Eldast,"kata Eldast sambil menggerakan tangannya ke arah Ruby


"Namaku Ruby,"kata Ruby tersenyum sambil menyambut tangan Eldast


Kemudian Eldast mencium tangannya


Ruby terkejut


"Ini adalah caraku menyapa perempuanku,"kata Eldast


Kata - katanya membuat Ruby mengerjap - ngerjap kebingungan

__ADS_1


Tommy yang melihat hal itu ikut terkejut dan tidak senang.


__ADS_2