
Bibi Ruuyist menuju ke taman belakang.
Di taman ini, terdapat kubah yang membuat pembicaraan siapapun yang berada di dalam tidak sampai keluar.
Bibi Ruuyist bertelepati dengan anaknya.
"Eldast...ke taman sekarang,"kata bibi Ruuyist
"Baik, Ibu,"jawab Eldast lesu.
Eldast masuk ke dalam kubah itu.
"Kauu sudah mengecewakan Ibu,"kata bibi Ruuyist
"Maaf Ibu,"jawab Eldast
"Kau harus kembali ke pohon itu bersama Suyira,"putus bibi Ruuyist
"Itu mustahil Ibu...kami sudah pernah ke sana...pohon itu sudah mati..terbakar habis,"jawab Eldast
Bibi Ruuyist sampai terduduk.
"Apa yang kau lakukan nak,"kata bibi Ruuyist
"Aku ingin selalu bersamanya dan melindunginya,"jawab Eldast
"Sekarang Ibu harus menjaga tiga orang sekaligus,"kata bibi Ruuyist
"Maaf,"jawab Eldast
"Sudahlah. Apakah dia tau ?"tanya bibi Ruuyist
"Dia tidak tau. Jika dia tau dia pasti marah,"jawab Eldast
****
Bibi Ruuyist pergi meninggalkan kastil Elfir malam-malam sekali.
Dia pergi menuju ke kastil Bumi menuju ke sebuah pohon yang terletak di tepi sungai.
Di sana ada dua gundukan tanah yang dipagari kayu.
Dia duduk di samping gundukan dan menangis.
"Anakku benar-benar mencintai anakmu. Dia mencintainya sama seperti nyawanya sendiri. Aku bukan tidak senang.. tapi Eldast juga sama menderitanya seperti Suyira..kau tau selama kalian hidup tidak ada satupun yang bisa menyakitinya...kami ada di sampingnya tapi tidak bisa melindunginya...bisakah jika aku bertekad anakmu hidup maka akan hidup...dia harus hidup supaya Eldast pun hidup,"batin bibi Ruuyist
Saat bibi Ruuyist bangkit berdiri,
"Awalnya aku tidak percaya itu dirimu...ternyata benar,"kata bibi Ariel
Bibi Ruuyist tiba-tiba memeluknya dan menangis
"Ada apa teman ?"tanya bibi Ariel
"Si bodoh ituu terus membuatku cemas,"kata bibi Ruuyist
"Apa lagi yang diperbuatnya ?"tanya bibi Ariel
Bibi Ruuyist menceritakan semuanya.
Bibi Ariel tersentak dan merangkul bahunya.
"Kapan upacara penyatuan seluruh laut ?"tanya bibi Ruuyist
"Besok pagi,"jawab bibi Ariel
"Kau hadir ?"tanya bibi Ruuyist
"Iya. Aku mewakili lautan di sekitar kastil Bumi lagipula penyatuan itu akan diadakan disini,"jawab bibi Ariel
"Berhati-hatilah,"lanjut bibi Ruuyist
__ADS_1
****
Dua hari yang lalu,
"Ayah...aku ingin upacara penyatuan dilaksanakan dua hari lagi pada waktu matahari belum menunjukkan wajahnya padaku,"kata Rory
"Apakah ini tidak terburu-buru ?"tanya paman Eldard
"Mereka mengincarku karena hal ini. Kenapa tidak kujalankan saja apa yang ditakuti oleh mereka ?"tanya Rory
Paman Eldard tersentak.
"Baiklah. Ayah akan menghubungi para pemimpin kastil Ariel dan pemimpin yang menjaga lautan di wilayah tertentu dan para tetua yang menjaga perairan kecil dan dalam,"kata paman Eldard
****
Suyira bertelepati dengan Rory
"Maaf, adikku. Kakak tidak bisa datang,"kata Suyira
"Tidak apa-apa kak. Biar sekalian apa yang ditakutkan mereka terjadi,"jawab Rory
"Kau tau itulah yang kusuka darimu,"kata Suyira tersenyum.
****
Pagi-pagi sekali rombongan Rory sudah berada di tepi pantai.
Rory melangkah maju ke arah laut bersama bibi Ariel dan paman Teeran.
Bibi Robben menyaksikan dari pinggir pantai di balik pepohonan.
Mereka sudah berdiri di pinggir pantai.
Kemudian bibi Ariel maju lebih ke depan.
"Wahai lautan yang kujaga ....hari ini aku meminta kesetiaanmu padaku.. restuilah anak dari laut untuk menjadi pelindung atasmu,"teriak bibi Ariel
Gelombang air itu menjadi buih di bawah kakinya.
Bibi Ariel terlihat lega.
"Kakak.. sekarang dirimu,"kata bibi Ariel bertelepati dengan kakaknya namun tidak dijawabnya.
"Paman....lautan sedang memanggilmu...untuk terakhir kalinya..kemanakah kesetiaanmu berlabuh,"sahut Rory
"Baiklah,"jawab paman Arol berjalan gontai ke arah lautnya dan mengucapkan hal yang sama.
Hatinya masih terlalu perih karena kehilangan dan pengkhianatan sekaligus.
"Terima kasih, paman,"jawan Rory
"Satu kastil lagi... jika kita mendapatkan persetujuannya maka para tetua dan pemimpin wilayah tidak akan menentangmu,"kata bibi Ariel
"Gerald.. berikan kesetiaanmu,"lanjut bibi Ariel bertelepati dengan paman Arel
"Laut ini tidak pernah memberikan kesetiaannya padaku,"jawab paman Gerald
"Lalu siapa ?"tanya bibi Ariel
Tiba - tiba ada sosok yang menggunakan jubah keluar dari kastil Ariel Thun mendekati lautan.
"Apa yang bisa kubantu Ibu ?"tanya Aretra
"Kau..berikan kesetiaanmu anakku,"jawab bibi Ariel terkejut
"Baiklah Ibu,"kata Aretra
****
Saat paman Eldard bersiap-siap, menuju ke lautnya dari kastil Ariel Geneva.
__ADS_1
Tiba -tiba ada seseorang dari arah tepi hutan berusaha menembakkan panah ke arah Rory.
"Eldard berikan kesetiaanmu secepatnya dan langsung datang ke sini,"kata bibi Ariel
Paman Teeran berusaha melindungi mereka dengan membuat perisai.
Paman Eldard langsung memberikan kesetiaannya.
Buih air mendarat di jari kaki Rory.
"Sekarang nak.. panggil para pemimpin wilayah dan tetua...perintahkan pada mereka,"kata bibi Ariel yang berusaha menghindari panah-panah tersebut
"Bagaimana caraku memanggil mereka ?"tanya Rory bingung
"Panggil saja,"teriak bibi Ariel yang maju membantu suaminya
"Rory... tenang ...kau pasti bisa,"batin Rory
"Para pemimpin wilayah yang menjaga lautan dan para tetua yang menjaga perairan kecil dan dalam...hari ini aku memanggil kalian..meminta kesetiaan kalian terhadap seluruh kastil Ariel dan lautan kastil Bumi,"kata Rory p
Tidak ada jawaban
"PAMAN...,"teriak Rory
"Aduhh... gadis kecil kami bisa mendengarmu.. jangan cepat marah,"kata salah satu tetua yang menjaga danau Leakef
"Kalau tidak seperti ituu...bagaimana caranya dia bisa selamat sampai sekarang,"kata salah satu tetua yang menjaga mata air di kastil Biara
"Iya juga,"kata paman Eld yang menjaga sungai kecil dimana Ibu dan Ayah Suyira dimakamkan.
"Paman kami diserang... dimana penjaga paman sekarang,"sahut Rory yang mengenal suaranya
"Mohon maaf para tetua...Biarkanlah air yang kecil ini duluan.. soalnya pekerjaanku banyak,"jawab paman Eld.
"Lain kali fokus pada satu hal saja.. jangan ambil lagi pekerjaan sampingan,"kata tetua penjaga mata air terkekeh-kekeh.
Gelombang air yang lebih besar menghampiri Rory.
Rory kesenangan soalnya dia mengira gelombang itu akan menjadi buih ternyata menghamtannya keras.
"Bibi..apakah para tetua tidak setuju ?"tanya Rory memikirkan kata-katanya tadi terhadap para tetua.
"Mereka setuju, hanya saja bedanya... bagi lautan karena dekat...langsung menjadi buih tapi sungai, mata air dan danau berbeda,"jawab bibi Ariel yang masih sibuk dengan musuh.
"Seharusnya bibi bilang dari tadi. Jadi basah nihh,"kata Rory yang hampir terserempet panah juga.
Rory marah besar.
Dia menarik air dari tanah yang dekat dengan pohon tempat pemanah tadi.
Pemanah tadi ditarik air ke bawah dan terjatuh.
Dia dihempas-hempaskan oleh air tadi.
Semua musuh akhirnya bisa dikalahkan saat para penjaga kastil Bumi dan paman Eldard datang.
"Mana ibumu ?"tanya paman Eldard
"Ohh iyaa...Aku mengikatnya di bawah pohon tadi sebelum penyerangan,"kata Rory
Bibi Robben marah besar dan Rory berlari meninggalkannya.
"Keluargamu benar-benar unik,"kata paman Eld.
****
Hallo Readers
Sebentar lagi Bab Pasak Bumi Ketemu Akhirnya
Terima kasih atas like, vote dan komennya
__ADS_1
😇😇😇