
"Bagaimana perkembangan latihan Suyira ?"kata paman Coeli
"Baik. Dia berbakat,"kata penjaga Suyira
"Baguslah,"kata paman Coeli
****
"Paman, bisa latihan kita lebih pagi lagi ?"kata Luxi
"Paman rasa kita sudah terlalu pagi latihannya,"kata paman Sterm
"Aku ingin lebih lama lagi latihannya,"kata Luxi
"Latihanmu selama ini sudah cukup bagus,"kata paman Sterm
"Tidak. Masih kurang,"kata Luxi bersikeras
Paman penjaga memahami jelas watak Luxi karena selama ini selalu menjaganya dari bayi.
"Masih kurang dari siapa ?"kata paman Sterm
"Suyira,"kata Luxi
"Kenapa dengan Suyira ?"kata paman Sterm
"Dia hari pertamanya, dia bahkan tidak terluka dan bisa mengendalikan petirnya dengan sangat baik,"kata Luxi cemberut
"Kenapa hal itu sangat mengganggumu ?"kata paman Sterm
"Seharusnya aku lebih kuat darinya,"kata Luxi
"Kau lebih suka dia lemah,"kata paman Sterm
"Tidak. Tentu saja tidak. Hanya saja seharusnya aku yang menjaganya. Aku khan kakaknya,"kata Luxi berterus terang
"Kau lebih hebat darinya,"kata paman Sterm
"Paman bohong,"kata Luxi tidak percaya
Luxi berdiri membelakangi paman Sterm. Luxi tiba - tiba menatap langit dan mengeluarkan air mata.
"Ada manusia yang kuat karena bakatnya dan ada pula karena jumlah latihannya. Sekarang semua tergantung padamu. Apakah kau ingin kuat karena bakat atau jumlah latihan ?"kata paman Sterm
Luxi berhenti menangis dan kembali latihan.
****
-Hari Ketiga-
__ADS_1
"Suyira, ayo bangun,"kata paman Thunder
Seperti biasa Suyira sangat kesulitan bangun pagi.
"Baik, paman,"kata Suyira
Mereka melangkah ke padang rumput yang sama.
Dalam perjalanan mereka ada sosok yang mengikuti mereka dari belakang.
Langkah kaki kecil bergerak dengan cara bersembunyi di balik pepohonan.
Paman Thunder menyadari hal tersebut. Paman menyuruh Suyira berhenti untuk beristirahat.
"Kita beristirahat di sini dulu dan paman akan mencari air dulu buat minuman kita,"kata paman Thunder.
Suyira kebingungan dengan sikap paman. Soalnya selama ini mereka latihan tidak pernah sekalipun mereka istirahat selama dalam perjalanan.
Paman mengendap - endap dan menyergap sosok tadi dari belakang. Sosok itu terkejut terduduk.
"Celli, kenapa mengikuti kami ?"kata paman Thunder
"Aku cuma ingin ikut latihan,"kata Celli merasa malu karena ketahuan.
"Kalau sampai bibi Sellen tau Celli mengikuti kami nanti Celli kena marah bibi,"kata paman Thunder
"Tidak bisakah aku ikut latihan bareng kakak,"kata Celli bersikeras.
Celli mulai menangis.
Bibi Sellen langsung datang pada saat dipanggil oleh paman Thunder.
"Celli, ayo ikut bibi,"kata bibi Sellen
"Kenapa cuma kakak saja yang ikut latihan ?"kata Celli bersikeras berdiri di tempatnya
"Baiklah. Bibi yang akan mengajarmu,"kata bibi Sellen.
Celli akhirnya pergi bersama bibi Sellen.
****
Paman Coeli masuk ke kastil utama dan tidak melihat bibi Sellen dan Celli.
Paman langsung memanggil mereka menggunakan telepatinya.
"Sellen, kamu dimana ?"kata paman Coeli
"Di sebelah timur padang rumput Storm,"kata bibi Sellen
__ADS_1
"Kenapa ?"kata paman Coeli
"Celli ingin ikut latihan,"kata bibi Sellen
"Aku akan ke sana,"kata paman Coeli
****
Paman Coeli melihat mereka dari kejauhan.
Celli diajarkan bibi untuk mengeluarkan listrik dari tubuhnya.
Ternyata Celli hanya mengeluarkan listrik di sekujur tangannya.
Listrik bewarna kebiruan.
Celli lucu melihatnya dan kesenangan.
Paman Coeli menghampiri mereka.
"Bagaimana latihannya ?"kata paman Coeli
"Menyenangkan paman,"kata Celli langsung menghampirinya.
"Baguslah,"kata paman Coeli sambil tersenyum ke arah istrinya.
Celli latihan lagi.
Celli berusaha mengeluarkan listriknya.
Paman Coeli dan bibi Sellen memperhatikannya dari pinggir tempat latihannya.
Tiba - tiba ada beruang putih yang berusaha mendekati Cellu dengan sangat cepat.
Celli ketakutan.
Saat beruang sudah ada di depan matanya, Celli mengeluarkan listrik dari tubuhnya dan mengenai dada beruang tersebut. Beruang itu pun pingsan.
Paman Coeli dan bibi Sellen memperhatika gerakan beruang namun beruang itu lebih cepat dari mereka.
Saat melihat sekujur tubuh beruang tersengat listik, mereka lega Celli tidak apa - apa.
"Kau tidak apa - apa ?"kata paman Coeli cemas.
Celli menganggukkan kepala.
"Latihannya kita selesaikan sekarang. Sebaiknya kita pulang dan langsung makan. Bibi rasa Luxi dan Suyira sudah selesai latihan juga,"kata bibi Sellen mendekap dan menggendongnya.
Perintah yang dibuat oleh bibi Sellen didengarkan oleh penjaga Luxi dan Suyira.
__ADS_1
Mereka membawanya ke kastil utama.
****