Pasak Bumi

Pasak Bumi
Persiapan Pernikahan Aretra


__ADS_3

Di ruang utama kastil Bumi


"Arel, bisa kita bicara sebentar,"bisik Aretra


Arel hanya menganggukkan kepala


"Jangan disini lebih baik di ruanganku saja,"kata Aretra


Mereka menuju ke lantai dua kastil utama.


"Ada apa ?"kata Arel


"Aku ingin meminta bantuanmu. Walaupun seandainya kau tidak menyetujui tolong jangan diberitahukan dengan yang lain. Bagaimana ?"jawab Aretra penuh harap


"Baiklah,"kata Arel


"Aku ingin rencana pernikahan kita dilanjutkan. Hanya itu satu - satunya cara yang bisa kami pikirkan saat ini untuk keluar dari tempat ini,"jawab Aretra


"Maksudnya kami disini..saudara dan teman - temanmu.. apakah kau tau akibatnya bagiku jika ayahmu tau aku terlibat..kau tau hubungan kastil kami dengan ayahmu.. bisa dikatakan seperti berjalan di atas es,"kata Arel


"Aku tau.. seharusnya aku tidak melibatkanmu..soalnya rencana pernikahan kita waktu, aku tidak mengatakan kepadamu alasan sebenarnya,"jawab Aretra


"Aku sudah tau.. kau ingin menghindar masuk kastil biara.. awalnya aku ragu tapi pada akhirnya aku datang.. walaupun terlambat,"kata Arel menyesal


"Maaf,"jawab Aretra


"Tidak masalah. Baiklah. Kita lakukan,"kata Arel


"Maksudnya pernikahan kita ?"lanjut Aretra


"Iya,"kata Arel


****


Malamnya di kastil Bumi


Mereka duduk di depan kamarnya sambil menatap ke atas.


Mereka menggunakan mantel yang tebal dan memegang secangkir teh hangat buatan bibi Ariel.


"Kapan akan kalian sampaikan ?"kata Suyira sambil menyerumput tehnya

__ADS_1


"Lusa,"jawab Aretra


"Semoga paman tidak menentang rencana kalian,"kata Suyira


"Semoga,"jawab Aretra


"Kurasa musim ini tidak akan mengganggu kehangatan di kastil Ligthing,"kata Suyira


"Kurasa... mengingat sifat ayah kakak .. kurasa jadi panas,"jawab Aretra tertawa nyengir.


****


Lusa yang dinantikan sudah tiba


"Papa, ada yang ingin kami sampaikan ?"kata Aretra


"Iya, paman. Bisa kita berbicara berempat bersama bibi ?"lanjut Arel


"Baiklah. Di ruangan keluarga saja,"jawab paman Teeran


Mereka menuju ke ruang keluarga.


Ruangannya tidak terlalu besar dan hanya ada meja panjang dan kursi.


"Kami ingin melanjutkan pernikahan kami,"jawab Arel


Paman Teeran dan bibi Ariel terkejut.


"Apa kalian yakin ? Apa tidak terlalu tergesa - gesa ?"kata bibi Ariel


"Kami yakin,"jawab Aretra sambil memandang ke arah Arel


"Sebenarnya kami menduga - duga selama ini. Semenjak Arel sering main ke sini. Yaa terserah padamu, sayang,"kata bibi Ariel sambi menatap paman Teeran


"Baiklah. Jika ini memang keputusan kalian. Tapi ingat kejadian yang lalu jangan sampai terulang kembali,"kata paman Teeran


"Iya, paman,"jawab Arel


****


Suyira berjalan mondar mandir di ruang tamu. Saat mereka menghampirinya.

__ADS_1


"Bagaimana ?"kata Suyira


Aretra hanya menganggukkan kepala.


"Syukurlah,"kata Suyira


****


Hiruk pikuk acara pernikahan sudah terjadi saat keluarga Arel datang menemui paman Teeran.


Paman Teeran menunggu mereke di tepi pantai. Arel datang bersama rombongannya menggunakam kapal yang ditarik oleh rombongan lumba - lumba.


"Halo, saudaraku. Apa kabar ?"kata pamannya Arel


"Baik. Bagaimana kabarmu ?"jawab paman Teeran


"Tentu saja baik,"kata pamannya Arel


"Sebaiknya kita segera masuk ke dalam,"jawab paman Teeran


"Hal yang baik alangkah baiknya dibicarakan bersama keluarga besar,"kata pamannya Arel


"Iya. Mereka sudah menunggu kita di dalam,"jawab paman Teeran sambil menuntun mereka menuju ke kastil utama.


****


"Siapa yang berada di dekat paman Teeran ?"kata Suyira melihat mereka dari selusur tangga lantai dua.


"Pamannya. Anehh ... pamannya adalah orang yang kolot. Tidak pernah mau menginjak bumi. Yang jadi wali Arel waktu itupun adalah paman Arol,"jawab Aretra


"Tapi lihatlah dia datang dengan sendirinya,"kata Suyira


"Seharusnya kalian menyiramnya dengan air beras. Katanya air beras artinya buang sial,"jawab Rory tertawa cekikikan


Rory datang lebih cepat sehari dibandingkan Flay dan Celli. Setelah mendengar kabar itu, paman Eldard langsung datang sebagai bentuk perwakilan dari pihak Arel.


"Rory berhentilah bercanda,"lanjut Flay


"Bukan begitu. Aku sudah tinggal di kastil Ariel Geneva dan kakak tau tidak ada yang jijik untuk menginjak daratan,"jawab Rory


"Ada benarnya juga yang dikatakan Rory. Tapi kak, kapan kak Rerast datang ke sini ?"kata Celli

__ADS_1


"Kurasa sebentar lagi. Dia khan ahlinya dalam membujuk,"kata Rory


__ADS_2