
"Paman Eld... kami sudah selesai,"teriak Flay sambil mencarinya di pemukiman penjaga.
Mengingat bukan waktunya paman Eld untuk berjaga jadi dia beristirahat di pemukiman penjaga.
Paman Eld mendengar suara Flay namun mendiamkannya. Dia hanya duduk di rumahnya sambil menikmati minumannya.
Hal ini tentu saja membuat Flay bertambah kesal.
Flay kesal karena sudah empat hari dia berada di kastil Bumi. Tidak bisa keluar sama sekali.
"Dia memanggilmu,"kata penjaga yang duduk bersamanya sambil menyesap minumannya.
"Emosinya yang disembunyikan itu sama persis dengan ayahnya. Ayahnya juga sama. Pemarah,"kata paman Eld
****
"Ayahh..cepat keluarkan aku dari sini,"kata Flay bertelepati dengan ayahnya.
"Bukankah di sana menyenangkan sayang. Kau bertemu dengan adikmu dan temanmu,"jawab paman Flyied
"Ayah bercanda khan. Iya jika dua hari... tapi ini sudah empat hari atau ayah berpikir aku tidak bisa menerbangkan seluruh rumah ini untuk menemukan paman Eld,"lanjut Flay berang
"Baiklah. Ijinkan ayah berbicara dulu dengan paman Eld,"kata paman Flyied
****
Paman Flyied bertelepati dengan paman Eld.
"Eld.. sebaiknya kau segera keluar. Dia mau menerbangkan seluruh rumah di situ,"kata paman Flyied
Paman Eld tertawa kencang.
"Baiklah. Wataknya ternyata sama saja denganmu. Air yang kelihatan tenang dari luar belum tentu tenang di dalamnya,"jawab paman Eld
"Kau memang sangat mengenalku, sobat. Apa boleh buat darah memang lebih kental dari apapun ternyata,"lanjut paman Flyied
__ADS_1
****
Paman Eld akhirnya keluar.
"Ada apa anak Flyied ?"tanya paman Eld
"Kami ingin keluar dari sini dan kembali ke kastil kami,"jawab Flay
"Baiklah. Utusan ayahmu juga sudah dalam perjalanan ke sini untuk menjemputmu,"kata paman Eld
"Benarkah ?"tanya Flay terkejut
"Kau tidak berpikir kau akan keluar seorang diri dari kastil ini atau kau punya tujuan yang berbeda,"kata paman Eld curiga
"Tentu saja tidak, paman. Hanya berpikir sepertinya perjalanan dari kastil ini ke kastil Elfir tidak terlalu jauh,"jawab Flay
"Bagimu. Tidak bagi yang lainnya,"kata paman Eld sambil memandang Eltader dan Ruyi
"Baiklah. Kami akan menunggu sampai utusan tiba,"jawab Flay
****
"Sepertinya rencana kita akan terhambat,"kata Eltader
"Paling tidak Eldast hanya bisa memasukkan satu orang ke kastil Elfir,"lanjut Ruyi
"Kita harus pergi hari ini juga,"jawab Flay berpikir keras
"Sangat tidak mungkin meninggalkan salah satunya di hutan Tenebris Viridi. Bagaimana kalau musuh menyerang,"batin Flay
"Kalian harus membuat rencana,"lanjut Tatra
"Iya. Harus ada yang mengalihkan perhatian utusan ayahmu itu,"kata Eltader
"Yang bisa bergerak cepat selain aku adalah Tarast dan Tommy. Mereka pasti tau soal kita,"jawab Flay menatap ke arah Tarast
__ADS_1
Tarast langsung paham apa maksud Flay.
"Tapi belum tentu dengan kemampuan Tommy,"lanjut Flay
****
Sang utusan tiba,
Dua orang penjaga ayahnya yang paling setia yang menjemput mereka.
"Aduhh sial... kenapa harus kedua kakek tua itu,"umpat Flay
"Mereka tidak kelihatan tua kak,"kata Rory
"Katamu. Mereka itu sama tuanya dengan nenekku. Tapi kelebihan penghuni kastil kami adalah memiliki rupa yang awet muda,"jawab Flay
"Yaaaa...berarti nanti saat kakak sudah tua... wajah kakak awet muda sementara aku nanti kelihatan tua,"lanjut Rory lesu
Flay geleng-geleng kepala dengan kecemasan Rory.
Tommy hanya tertawa.
Flay menjelit ke arah Tommy.
Tommy jadi terdiam.
"Untungnya mereka tidak ada saat proses penyelamatanmu di bawah air,"bisik Tarast
Penjaga paman Flyied tidak ikut ke kastil Arial Nuch. Mereka tertahan di kastil Bumi.
Hal ini untuk mengantisipasi kecurigaan musuh jika terlalu banyak pergerakan di kastil Arial Nuch.
"Aku tau. Hanya saja mereka sangat memahamiku sama seperti membaca sebuah buku,"kata Flay
Mereka akhirnya berpamitan dengan paman Teeran, bibi Ariel, paman Eldard, bibi Robben juga paman Eld.
__ADS_1