Pasak Bumi

Pasak Bumi
Penyelesaian


__ADS_3

Tiba-tiba bumi berguncang hebat dan melontarkan Suyira dan Flay.


Suyira melihat Sang Tangan Kanan yang menghentakkan kaki.


Suyira membuat bantalan dari tanah liat sehingga mereka mendarat dengan mulu. Mereka berlari lagi.


****


"Arel suruh Aretra berhenti. Satu penjaga ketiga sudah tiada dan dua lagi pengkhianat,"kata Eltader membaca pikiran penjaga ketiga.


"Aretra berhenti,"teriak Arel


Aretra hampir sampai ke pelindung ketiga.


"Sial,"kata Aretra yang menyadari bahwa pelindung ketiga sudah tidak berfungsi.


Tiba-tiba batu dalam jumlah yang banyak dilontarkan ke arahnya. Suyira membakar semua batu itu.


Dia membalas dengan menembakkan panah dari es dalam jumlah yang banyak.


Arel datang membantunya.


****


"Kita tidak bisa menghindar,"kata Tatra melihat musuh sudah mendekati mereka.


"Kita harus menghadapinya,"jawab Tommy


Musuh berdatangan terus menerus membuat mereka terdesak.


Saat panah api hampir mengenai Eldast, paman Eldard menghanguskannya.


Bantuan datang, pemimpin setiap kastil beserta pasukannya datang.


Penjaga pelindung setiap kastil ikut membantu namun beberapa penjaga pelindung kastil Elfir melakukan pembangkangan.


Tatra menghadapi madam gila.


Madam gila berusaha menggunakan kekuatan pikiran sehingga Z dan Fang terpengaruh.


Fang dan Z bertarung melawan Tatra.


Saat Tatra terdesak, madam gila memanfaatkan situasi itu dengan mengeluarkan pedang beracun.


Pedang itu patah melawan pedang es yang dibuat oleh bibi Ariel.


"Kau dengar baik-baik. Kau tidak akan pernah kuijinkan menyentuh putraku atau putriku lagi,"kata bibi Ariel marah


Bibi Ariel membalas dengan mengikat kedua tangan madam gila dan dimasukkannya ke dalam air.


"Ini adalah untuk setiap kelahiran putra dan putriku yang tidak bisa kuasuh sendiri,"jawab bibi Ariel.


****


Suyira melihat dari kejauhan paman Eldester sedang bertarung dengan paman Edsel dan Fylied.


Suyira melihat begitu banyak dari pihaknya terluka.


"Nenek permintaanku waktu itu, ini saatnya,"kata Suyira menggunakan telepatinya kepada nenek.


Tiba-tiba muncul penghuni kastil Biara membawa sekutu yang terluka parah.


"Nenek kau bilang tidak ikut campur,"teriak paman Eldester


"Aku hanya memenuhi permintaan penghuniku dulu,"jawab nenek

__ADS_1


****


Di tempat lain, paman Firye menghadapi Sang Tangan Kanan.


Paman Firye terdesak dan punggungnya tertancap lima panah beracun.


Suyira melihat hal itu dan langsung menghampirinya.


Paman Teeran dan paman Coeli menghadapi Sang Tangan Kanan.


"Ayah.. Ayah.. bertahanlah,"kata Suyira


"Maafkan aku tidak bisa menemanimu lagi,"jawab paman Firye sambil memandang ke Langit.


"Maafkan aku, my Ligthing. Aku tidak bisa menjaganya lagi,"batin paman Firye


"Ayahhhh,"teriak Suyira menangis.


****


Di sisi lain,


Bibi Alleen yang merupakan penjaga pintu kastil Biara tersenyum ke arah Aretra.


Aretra melihat ke arahnya. Tiba-tiba panah yang mendarat di punggungnya saat dia berusaha mengangkut paman Eld. Senyumnya menghilang.


Darah keluar dari mulutnya dan orang yang memanah itu seketika itu terjatuh dari atas pohon.


Aretra menghampirinya.


"Bibi bertahanlah,"kata Aretra berusaha memberikan air penyembuh.


"Aku tau kapan waktuku. Bantulah dia,"jawab bibi terbata-bata melihat ke arah paman Eld.


****


"Eldester... Kau sudah menjadikan hal ini menjadi masalah pribadi,"teriak nenek marah


"Tidak nek...Nenek...,"teriak paman Eldester


****


Suyira bangkit dan membuat lingkaran api di sekitar Sang Tangan Kanan.


"Kekuatan Bumi bukannya hakmu. Hari ini aku mencabutnya darimu dan mengembalikan kepada alam sebagai pemiliknya,"teriak Suyira


Sang Tangan Kanan merasakan seluruh tubuhnya kebas dan dingin. Lambat laun tubuhnya melemah dan kehilangan kekuatan.


****


"Arel ... datanglah kemari,"teriak Aretra


Arel langsung membantu menyelamatkan paman Eld yang sudah terluka parah.


"Tommy lindungilah adikmu. Dia mau menutup pelindung kedua untuk musuh,"kata Arel menggunakan telepatinya.


Aretra berlari menuju pelindung kedua dan dibelakangnya Tommy menyusulnya.


Sang Tangan Kiri menghadang mereka. Aretra dan Tommy mendapatkan bantuan dari paman Gempal, Kekar, Jangkung dan Kurus.


"Kalian teruskan. Dia adalah urusan kami,"kata paman Gempal


"Kalian mau menghadapiku... kalian saja tidak bisa melindungi Langit,"jawab Sang Tangan Kiri


"Untuk itulah kami disini. Untuk menyelesaikan urusan masa lalu yang belum selesai,"kata paman Jangkung marah

__ADS_1


Mereka membuat ranting-ranting pohon mengikatnya kuat. Sang Tangan Kiri mencoba mempengaruhi pikirannya namun gagal.


"Kau pikir hanya karena kami tidak bisa melihat sinat matahari dan tinggal di tempat gelap. Hati dan pikirannnya kamu mudah kau pengaruhi,"kata paman Kekar


"Kita akan membawa ke tempat itu supaya dia tau siapa dirinya sebenarnya,"ujar paman Kurus.


Mereka membawanya ke tempat Forla kecil pernah nyasar saat berlari dari kejaran orang suruhan paman Eldester. Tempat tergelap dan terseram.


Mereka membawanya dari satu pohon ke pohon selanjutnya dan menjatuhkannya di situ.


Sang Tangan Kiri melihat sekelilingnya yang terdapat gundukan tanah. Dia mencoba mengelilinginya namun tidak ketemu jalan keluar.


"Ini tempat apa... heiii...gempal...kekar...jangkung...kurussss keluarkan aku,"teriak Sang Tangan Kiri.


Mereka tidak menyahut atau menjawab.


"Ini untuk Langit,"jawab paman gempal


****


Sang Tangan Kanan memanggil seluruh penghuni kastil Elfir.


"Apa hakmu kakek?"kata Elfost


Sang Tangan Kanan terkejut.


"Garis keturunan yang kau bangga-banggakan itu. Bukankah kau yang paling tau jika ayahnya Eldester sendiri memilih istrinya daripada ayahnya dan haknya sebagai anak tertua. Dia menjual semua indentitasnya saat dia melangkah keluar dari kastil. Bukankah itu berarti hak itu diberikan kepada ayahku sekarang,"lanjut Elfost


"Kauu masih hidup,"jawab Sang Tangan Kanan


"Kenapa kau heran ?" tanya Elfost


Sang Tangan Kanan mencari sebuah taktik untuk menjatuhkan Elfost.


"Bukankah sekarang hanya ada tiga garis keturunan bangsawan. Hari ini dihadapan kalian semua penghuni kastil Elfir. Garis keturunan yang sah mengklaim haknya. Aku menyerahkan hakku kepada satu orang yaitu Eldast,"sahut Elfost


Sang Tangan Kanan berusaha menyerang kekuatan pikiran Elfost. Eltader menyadarinya. Eltader dan Eldast membantunya.


"Tidak lagi. Tidak akan kubiarkan kakak seorang diri lagi,"kata Eltader


Mereka menyerangnya dengan kekuatan yang sama. Sang Tangan Kanan kalah.


****


"Halo Eldester... Kau sangat mirip dengan Ibumu. Haus kekuasaan,"kata sang nenek


"Nenek tidak usah ikut campur,"teriak paman Eldester


"Aku tidak akan ikut campur. Bukan hakku tapi haknya,"jawan sang nenek.


Suyira menghampirinya.


"Kau mencuri kekuatan orang lain dan bahkan tidak percaya dengan kekuatanmu sendiri,"kata Suyira


Paman Eldester berusaha mempengaruhi pikiran Suyira. Eldast tau akan hal itu dan menghalanginya.


Mereka bertarung.


Suyira membuat lingkaran api dan mengambil kekuatan Bumi yang dikuasainya. Eldast memegang tangan Suyira dan memintanya : "Jika ini benar, ambil juga kekuatan aslinya."


Suyira terkejut dan baru menyadari perjanjiannya di pohon keramat.


Suyira memgambil juga kekuatan kastil Elfir.


Dia hanya seorang human. Saat Suyira dan Eldast berbalik, dia berusaha menyerang mereka namun dihentika oleh petir paman Coeli yang langsung menembus ke dadanya.

__ADS_1


Semua musuh mengakui kekalahannya.


__ADS_2