
Semua penjaga termasuk paman Teeran dan paman Coeli berkumpul di satu ruangan.
"Kurasa ada baiknya kalau Suyira tinggal bersama kita,"kata salah satu penjaga Langit
"Lebih baik dia bersama kami,"kata salah satu penjaga Bumi
"Sebenarnya apa yang terjadi sekarang diluar jangkauan kita,"kata penjaga paman Coeli
"Jadi kita biarkan kejadian seperti ini terjadi lagi,"kata penjaga pelindung kelima gusar
"Tentu saja tidak,"kata penjaga paman Coeli
"Maksudnya kita berikan kesempatan lagi kepada penjaga pelindung kastil bumi untuk menjaga Tatra dan Suyira,"kata penjaga paman Coeli yang lainnya.
Kemudian penjaga pelindung kastil Langit berkumpul dan berbisik satu sama lain.
"Baiklah. Kami sudah memutuskan,"kata penjaga pelindung kelima kastil Langit.
"Kami akan memberikan kalian satu kali lagi kesempatan,"kata penjaga pelindung kastil langit lainnya.
"Kami akan memegang janji kalian,"kata penjaga pelindung kastil Bumi.
Kemudian mereka meninggalkan ruangan.
Penjaga pelindung kelima kastil Langit kembali bertugas ditempatnya.
Sementara itu, penjaga pelindung kastil Bumi berada di luar kastil utama.
Penjaga paman Coeli berada di dalam ruangan.
Suyira, Tatra , Luxi dan Celli bermain di taman. Tatra lagi duduk di taman membuat jahitan mata di boneka Celli. Celli menunggu di sampingnya.
Sementara Suyira dan Luxi bermain ke taman Warmer. Suyira langsung menemui pimpinan penjaga taman Warmer dan memeluknya.
"Apa kabar, tuan putri ?"kata pama pimpinan penjaga sambil tersenyum ke arahnya.
__ADS_1
"Baik. Bagaimana kabar, paman ?"kata Suyira senang dipanggil tuan putri.
"Baik. Semua berkat minuman yang tuan putri berikan,"kata paman pemimpin penjaga.
"Benarkah ? Baguslah,"kata Suyira tersipu malu karena dipuji.
"Paman, boleh kami melihat nyala api biru ?"kata Luxi mendekat ke arah nyala api biru.
"Tentu saja,"kata paman pemimpin penjaga
Saat Luxi mendekatkan tangannya ke arah nyala api biru, tiba - tiba apinya membesar dan seperti sedang menari - nari. Luxi terkejut dan mundur.
"Tidak apa - apa. Dia hanya lagi senang bertemu pemiliknya,"kata paman pemimpin penjaga.
"Benarkah ?"kata Suyira yang langsung mendekatkan tangannya ke arah nyala api biru.
Suyira terkejut karena nyala api biru berubah warna menjadi berwarna ungu dan membesar.
"Sangat menarik,"kata salah satu penjaga taman warmer memandang ke arah pimpinan penjaga.
Pemimpin penjaga taman warmer memegang tubuh Suyira dari belakang dan menyuruhnya mundur dari nyala api biru.
"Semoga Sang Ilahi selalu bersamamu,"kata paman pemimpin penjaga sambil tersenyum juga ke arahnya.
Paman pemimpin penjaga memberikan bunga anyelir berwarna ungu kepada Suyira dan putih kepada Luxi. Suyira senang mendapatkan bunga sementara Luxi kebingungan.
Suyira dan Luxi sedang berjalan ke arah taman saat Suyira melihat rubah putih yang menjadi temannya dulu. Saat Suyira mau mengejarnya, Luxi langsung memegang tangannya dan tidak melepaskannya.
"Kakak, aku ingin menemuinya,"kata Suyira merengek.
"Tidak. Sekali Tidak. Tidak,"kata Luxi tegas.
Penjaga mereka hanya melihat dari kejauhan dan tidak mengatakan apapun.
Suyira terkejut karena tidak pernah dimarahi seperti itu oleh Luxi. Suyira menangis sepanjang jalan saat Luxi terus memegang tangannya.
__ADS_1
Tatra langsung menemui mereka saat melihat Suyira menangis dari kejauhan.
"Kenapa Suyira nangis ?"kata Tatra kepada Luxi
"Dia mau mengejar rubah putih,"kata Luxi
"Tapi tidak perlu sampai harus nangis,"kata Tatra berusaha membujuk Suyira agar berhenti nangis
"Dia memaksa dan berusaha melepaskan tanganku,"kata Luxi kesal karena Tatra lebih mendukung Suyira.
"Kak, jangan bertengkar,"kata Celli sedih
"Tidak. Kami tidak bertengkar,"kata Tatra menyakinkan Celli.
Tatra takut Celli pun ikut nangis. Padahal Celli tadi senang mendapatkan boneka darinya.
"Iya. Kami hanya ngobrol,"kata Luxi.
Tiba - tiba bibi Sellen mendekat ke arah mereka untuk mengajak mereka makan siang. Bibi Sellen melihat mata Suyira sembab.
"Ada apa ini ?"kata bibi Sellen
"Dia ingin mengejar rubah putih dan aku melarangnya. Aku tidak mau kejadian yang dulu terjadi lagi,"kata Luxi tegas menatap ke arah ibunya.
Bibi Sellen terkejut melihat kedewasaan Luxi dan tersenyum ke arah Suyira.
"Nanti ... Suyira bisa ketemu lagi dengan rubah putih... main saja ke sini lagi,"kata Bibi Sellen.
"Benarkah ?"kata Suyira sambil tersenyum.
"Tentu saja,"kata bibi Sellen tersenyum
Mereka berjalan ke arah kastil utama menuju ke ruang makan.
Penjaga Suyira dan penjaga Luxi dan Celli berjalan masuk ke dalam juga.
__ADS_1
Penjaga Suyira hanya bisa menemani Suyira jika Suyira berada di sekitar kastil utama dan penjaga Luxi dan Celli menemani mereka selama berada di kastil Langit.
Mereka diajak makan juga oleh bibi Sellen.