
"Kakak, ini sudah dua hari. Bonekanya sudah jadi,"kata Suyira mendesak
"Tinggal dikit lagi,"kata Tatra
"Apa yang kurang ?"kata Suyira tidak sabaran
"Matanya belum,"kata Tatra
"Ahhhh... mata yaa,"kata Suyira
"Iya. Masih harus dicari,"kata Tatra
"Kita akan mencari kemana,"kata Suyira.
Tatra menggelengkan kepala.
"Ahh... bukannya kak Luxi buat boneka juga untuk Celli.. tanya dia saja,"kata Suyira
"Benar juga. Tapi bagaimana caranya ketemu dengannya,"kata Tatra.
"Iya yaa.. bingung juga.. tempatnya jauh,"kata Suyira
"Mereka waktu itu lewat pantai, bukan ?"kata Tatra
"Iya ... ahh.. iya.yaa,"kata Suyira akhirnya memahami maksud Tatra.
****
Mereka berencana ke kastil Langit dengan melewati jalan yang sama yang dilalui oleh paman Coeli, Celli dan Luxi.
"Kak, kok tambah gelap ?"kata Suyira
"Kurasa kita butuh penerang,"kata Tatra
"Yakin.. ini jalannya,"kata Suyira
"Kalau dari jejaknya sepertinya benar,"kata Tatra jadi kurang yakin
"Oke,"kata Suyira sambil mengeluarkan penerang.
Mereka berjalan di bawah air dengan membelah ombak. Semakin lama semakin gelap dan dingin. Tidak terlihat ikan - ikan di sekitar mereka. Benar - benar sepi.
"Kakak, lihat ada sesuatu di sana,"kata Suyira sambil menunjuk ke arah utara mereka.
"Sebaiknya kita berjalan lebih cepat ke arah gua itu,"kata Tatra
Sesuatu itu berusaha mengejar mereka namun mereka sudah masuk ke dalam gua.
"Menurut kakak itu apa?"kata Suyira ketakutan
"Tidak tau.. Coba lihat.. kita sudah sampai.. lihat ada tiga jejak disini,"kata Tatra lega
"Benar,"kata Suyira kegirangan.
"Kita tinggal ikutin jejak ini dan apa ini,"kata Tatra bingung
Ada pintu dari batu besar dan mereka tentu saja tidak mampu membukanya.
"Pintu ....jadi cerita ibu benar,"kata Suyira yang meletakkan tangannya disitu dan pintunya terbuka.
"Ayo, kak,"kata Suyira
Mereka berjalan lagi dan menemukan ada pohon pendek yang rindang. Di sekeliling pohon ada rumput hijau yang mengelilinginya dan ada ayunan yang ditambatkan di atas pohon itu.
"Suyira, coba lihat ada ayunan,"kata Tatra
Suyira langsung berlari kesana dan menaikinya. Mereka lupa rencana awal mereka sampai Tatra menyadari hal tersebut.
"Kita harus ketemu dengan Luxi,"kata Tatra
"Iya..sampai lupa tentang hal itu,"kata Suyira.
Suyira mengambil daun dari pohon itu dan melanjutkan perjalanan.
"Pintu lagii,"kata Tatra lesu.
"Tinggal usapkan daun ini,"kata Suyira dan pintunya terbuka.
Ada cahaya yang masuk dari luar pintu itu. Sebuah kamar. Saat mereka keluar dari kamar mereka baru sadar sudah ada di dalam kastil Langit.
"Kita harus diam-diam mencari mereka,"kata Tatra
"Baiklah,"kata Suyira tegang
Mereka berjalan mengendap endap menuju kamar Tatra. Namun tidak menemukannya. Suyira melihat ke arah balkon dan melihat ke bawah. Dia melihat Luxi dan Celli bermain di halaman belakang.
"Kak, kita harus ke sana,"kata Suyira menunjuk ke bawah.
"Ayoo,"kata Tatra berbisik
Mereka menuju ke semak - semak dan memanggil Celli yang berada paling dekat dengan semak - semak.
__ADS_1
"Cellii... celliii,"kata Tatra berbicara pelan
"Ada suara,"kata Celli yang berjalan menuju suara.
"Celli, ini kak Suyira dan Tatra,"kata Suyira
"Kakak..,"teriak Celli terkejut
"Pssstttt.. Jangan sampai yang lain tau,"kata Tatra
Cellli langsung menutup mulutnya sambil menganggukkan kepala.
"Ajak kak Luxi menuju ke dalam hutan. Tapi yang lain tidak boleh tau. Kau bisa ?"kata Tatra
"Oke,"kata Celli
Celli menuju ke Luxi dan membisikkannya ke telinga Luxi. Luxi terkejut namun mengerti. Luxi dan Celli menunggu pergantian penjaga baru pergi.
"Kak, mereka pasti datang khan ?"kata Suyira cemas karena sudah menunggu cukup lama
Celli dan Luxi menuju ke hutan.
"Kakak,"kata Suyira langsung memeluk Luxi
"Kenapa kalian ke sini?"kata Luxi
"Begini bonekamu sudah jadi cuma tidak ada batu yang sesuai dengan warna matamu,"kata Tatra terlihat merasa bersalah
"Kakak khan pernah buatkan boneka untuk Celli,"kata Suyira
"Ohh... batunya ada di kastil. Nanti kuambil tunggulah disini,"kata Luxi
"Kak, aku bisa disini,"kata Celli
"Jangan.. kalau penjaga tidak melihatmu.. bisa gawat kita akan ketahuan,"kata Luxi cemas
"Iya, Celli harus ada taman. Jadi kakak bisa ambil,"kata Suyira
"Baiklah,"jawab Celli sambil cemberut
Saat penjaga datang Celli sedang bermain sendirian di taman.
"Mana Luxi ?"tanya penjaga
"Lagi di kamar. Mau ambil mainan,"kata Celli
"Bermainnya di sini saja,"kata penjaga
"Oke,"kata Celli tersenyum pahit
"Ini batunya,"kata Luxi.
"Oke. Kami langsung pergi,"kata Tatra
"Kami pergi dulu ya kak,"kata Suyira sambil memeluknya.
"Berhati - hatilah,"kata Luxi
Luxi berjalan memutari kastil dan menuju ke taman sambil membawa boneka Celli.
Sementara itu, Tatra dan Suyira berjalan memutari kastil dan masuk ke dalam kastil. Saat mereka mau menuju ke ruang utama untuk menaiki tangga.
Tiba - tiba ada salah satu penjaga di ruang utama menuju ke salah satu kamar. Mereka bersembunyi di bawah meja.
Saat penjaga itu, sudah masuk ke kamar mereka menaiki tangga. Penjaga itu melupakan sesuatu yang harus dibawa dan keluar kamar.
"Siapa kalian ? Kenapa ada anak - anak disini,"kata penjaga itu berteriak
Tatra dan Suyira berlari menuju ke atas. Namun, penjaga itu mendahului mereka.
Saat penjaga itu mau menangkap mereka, Tatra melawan.
Tatra membelit tangan penjaga itu dengan kekuatan air. Tatra dan Suyira berlari dengan cepat.
Penjaga itu bisa melepaskan diri dengan memecah kekuatan air tersebut dengan petir.
Penjaga itu membuat tali dari petir dan mengikat Suyira. Tatra marah dan membuat lantainya menjadi terbelah dua.
Namun, penjaga itu menghindar.
Suyira melihat kesempatan itu dan melepas tali itu dengan kekuatan yang sama.
Suyira membuat cambuk dari petir dan mengikat kaki penjaga itu.
Mereka berlari kembali.
Kekuatan Tatra tadi membuat penjaga kelima yang diluar masuk ke dalam dan menghalangi mereka.
"Kau, tidak bisa menghadapi anak kecil ?"kata penjaga kelima
"Dia bisa menggunakan kekuatan angin, air dan bumi,"kata penjaga itu akhirnya bisa melepaskan diri sambil menunjuk Tatra
__ADS_1
"Dan anak perempuan ini .. bisa kekuatan angin dan kekuatan kita,"kata penjaga itu lagi
Luxi dan Celli juga mendengar hal itu. Mereka tau jika Tatra dan Suyira ketahuan. Mereka menyusul ke dalam.
"Paman, maafkanlah mereka,"kata Luxi
"Kau mengenal mereka ?"kata penjaga pelindung kelima
"Iya. Mereka Tatra dan Suyira. Mereka hanya mau meminta batu biru untuk membuat mata untuk boneka Celli,"kata Luxi
"Mereka khan ada di kastil Bumi. Bagaimana kalian ke sini ?"kata penjaga pelindung kelima
" Kami lewat ruang rahasia,"kata Tatra
Luxi bermain mata dengan Tatra. Tatra merasa bersalah dan Suyira menyadari hal itu.
"Iya, ibuku pernah cerita ada ruang rahasia yang bisa menghubungkan pantai ke ruang kastil utama. Ibuku bisa bertemu ayah karena itu,"kata Suyira pura - pura sedih.
Paman penjaga menghela napas.
"Tapi.. kalian tidak boleh pergi seorang diri,"kata penjaga pelindung kelima
"Apa paman kalian memberitahu ke papa ?"kata Luxi cemas
Para penjaga berdebat.
"Kami tidak akan memberitahu papamu tapi ibumu harus tau,"kata penjaga pelindung kelima
"Yaaa paman,"kata Celli memohon
"Tidak. Ini harus dilakukan demi keamanan kalian,"kata penjaga pelindung kelima
"Kami aman kok,"kata Suyira menunjukkan senyum memelas
"Bagaimana jika ada yang mengikuti kalian ?"kata penjaga pelindung kelima
"Ohh seperti bayangan hitam yang mengejar kita di laut tadi,"kata Tatra keceplosan
Suyira menunjukkan muka marah dengan Tatra. Tatra hanya menundukkan kepala.
"Jadi tadi kalian diikuti pada saat di dalam air .. Jawab ,"kata penjaga pelindung kelima marah.
Mereka semua terkejut. Tidak pernah melihat penjaga pelindung semarah itu.
"Iya. Tadi pada saat kami jalan di dalam air ada sosok berjubah hitam berenang dengan cepat ke arah kami,"kata Tatra
"Bagaimana warna jubahnya atau bentuknya?"kata Penjaga pelindung kelima
"Warnanya hitam.. tertutup .. ahh... di ujung baju bagian tangannya berwarna perak dan emas,"kata Suyira sambil mengingat -ingat
Para penjaga kelima terkejut dan menyuruh mereka untuk menuju ke ruang bibi Sellen. Bibi Sellen terkejut dengan kehadiran mereka namun memeluknya.
"Kalian datang. Siapa yang mengantar kalian ?"kata Bibi Sellen
"Mereka datang seorang diri,"kata penjaga pelindung kelima
Penjaga pelindung kelima menceritakan semuanya. Bibi Sellen terkejut.
Fakta bahwa mereka pergi seorang diri melewati jalan rahasia dan merahasiakan ke penjaga jika paman Coelilah yang pernah menggunakan jalan itu. Bahwa ada yang mengikuti mereka. Membuat bibi Sellen hanya bisa menggeleng - gelengkan kepala.
Bibi Sellen langsung menghubungi bibi Ariel dan memberitahukan semuanya. Bibi Ariel langsung memberitahukan hal ini dengan paman Teeran.
Bibi Sellen juga menghubungi paman Coeli.
"Apakah aku harus datang?"kata paman Coeli
"Tidak. Mereka hanya memberitahukanku. Itu artinya mereka tidak enak memberitahukanmu,"kata bibi Sellen
"Jika ada hal tertentu. Panggil saja,"kata paman Coeli
"Iya, sayang,"kata bibi Sellen
Bibi Sellen mengatakan untuk membiarkan anak - anak beristirahat dulu . Suyira dan Celli sekamar sedangkan Tatra dengan Luxi sekamar.
Salah satu penjaga itu berbicara.
"Yang mengikuti mereka adalah tim pencari,"kata penjaga pelindung kelima
"Iya. Semenjak kedua orangtuanya meninggal dan mereka gagal untuk membunuhnya. Mereka terus berusaha mencarinya,"kata Bibi Sellen
"Bukankah dia mewarisi bakat ibunya ?"kata Penjaga pelindung kelima
"Bukan hanya ibunya tapi bakat ayahnya juga,"kata Bibi Sellen
"Bukankah berbahaya jika dia sampai bertemu dengan musuh ?"kata penjaga pelindung kelima
"Maksudmu kekuatannnya bisa diambil. Bukannya hanya kekuatan kita tapi kekuatan yang belum dimilikinya. Bisa diambil,"kata Bibi Sellen
"Bagaiman cara mereka menjaganya ?"kata penjaga pelindung kelima yang sangsi dengan keamanan kastil Bumi
"Mereka ituu terlalu cerdas dan berbakat. Walaupun itu tidak bisa dipungkuri ada kecerobohan kita,"kata Bibi Sellen
__ADS_1
"Mereka bisa membujuk,"kata penjaga yang tadi dibelit kakinya
"Dan sepertinya semuanya lemah terhadapnya,"kata salah satu penjaga pelindung kelima.