
Celli dan Luxi akhirnya bisa menemui Suyira. Mereka bertiga bersama paman Coeli pergi melalui jalan rahasia yang tembus ke pantai kastil Bumi.
Bibi Ariel sudah menunggu mereka di tepi pantai. Bibi Ariel langsung memeluk Celli dan Luxi. Celli terkejut dengan kehangatan bibi Ariel.
"Bibi adalah teman dekat ibumu,"kata bibi Ariel.
Celli akhirnya tersenyum.
"Ayo, kita masuk ke dalam kastil,"kata bibi Ariel ke anak - anak yan langsung berlari ke dalam kastil.
"Bagaimana situasinya ?"kata bibi Ariel
"Agak rumit. Ini saja kami bisa pergi tanpa sepengetahuan mereka,"kata paman Coeli
"Ehm.. sepertinya akan sulit bagi mereka berdua,"kata bibi Ariel.
"Untunglah Suyira sudah meninggalkan kastil kami. Kalau tidak dia pun akan mengalami nasib yang sama,"kata paman Coeli
Bibi Ariel hanya menganggukkan kepala.
Mereka menuju ke dalam kastil utama. Paman Coeli menemui paman Teeran sementara bibi Ariel mencari anak - anak dan menuju ke kamar Suyira.
Pada saat bibi Ariel masuk, Celli terlihat habis menangis dan dikelilingi oleh Tatra, Suyira dan Luxi yang berusaha membujuknya berhenti menangis.
"Kak, berikanlah padanya,"kata Suyira membujuk.
"Tapi itu khan bonekamu dan kakak memberikannya untukmu. Tidak mau,"kata Tatra keras kepala.
Boneka itu masih ditangan Tatra.
"Celli, kakak khan pernah memberikanmu boneka,"kata Luxi.
"Tapi .. aku suka boneka ini,"kata Celli keras kepala
"Kakak memberikan Celli boneka... untukku tidak ada,"kata Suyira cemberut
Luxi kelihatan kebingungan.
"Ada apa ini ?"kata bibi Ariel
"Celli ingin boneka Suyira. Tatra tidak mau kasih. Suyira kesal karena aku tidak memberikan dia boneka sedangkan Celli dapat boneka dariku,"kata Luxi menjelaskan.
__ADS_1
"Suyira sayang, bukankah kakak Luxi sudah memberikanmu hadiah waktu ulang tahunmu. Memang bukan boneka karena boneka sudah dikasih kakak Tatra,"kata bibi Ariel.
Suyira akhirnya menganggukkan kepala.
"Celli, kakakmu Tatra baru ketemu dengan hari ini. Jadi belum mempersiapkan hadiah bagimu. Kamu tinggal minta nanti dia akan membuatkan untukmu,"kata bibi Ariel
"Benarkah ?"kata Celli kembali tersenyum
"Iya, kakak Tatra yang membuat boneka ini,"kata Suyira
Tatra tetap diam namun saat bibi Ariel menatapnya.
"Iya, kakak akan membuatkan juga untukmu,"kata Tatra dengan kesopanan yang dibuat - buat.
Tatra memberikan boneka yang dipegangnya kepada Suyira.
Bibi Ariel hanya menggeleng - gelengkan kepala melihat perilaku putranya.
Pada saat mau keluar dari kamar, Celli memegang pinggiran baju Suyira.
"Kakak, Kak Tatra tidak suka denganku,"kata Celli
"Ayo, kita main keluar,"kata Suyira lagi sambil tersenyum ke arahnya dan memegang tangannya.
"Oke,"kata Celli sangat senang.
****
Mereka bermain di ayunan di bawah pohon dekat pantai. Tatra mengayun Suyira sedangkan Celli bermain pasir dengan Luxi. Celli membuat sebuah boneka.
"Kak Tatra.. aku ingin bonekaku seperti ini,"kata Celli sambil teriak ke arah Tatra takut tidak kedengaran.
"Kak, Celli memanggil kakak,"kata Suyira
"Iya, kakak dengar,"kata Tatra sambil tersenyum ke arah Suyira
"Kak, bisa gantian. Aku juga ingin main itu,"kata Celli kepada Suyira.
Suyira berhenti dan ikut bermain pasir dengan Luxi.
Saat Celli naik ke ayunan. Tatra langsung meninggalkannya dan ikut Suyira bermain pasir.
__ADS_1
Tatra melihat pasir yang dibuat oleh Celli dan hanya diam saja.
****
Celli kesulitan mengayun ayunannya dan hampir menangis. Luxi melihatnya dan langsung mengayunnya.
"Kak, kak Tatra tidak suka denganku,"kata Celli cemberut
"Tidak. Siapa bilang,"kata Luxi
"Buktinya kak Tatra tidak mau mengayunku,"kata Celli tambah cemberut
" Kakak itu hanya capek karena sudah mengayun Suyira dari tadi. Jadi kakak yang mengayunmu,"kata Luxi ragu.
Celli akhirnya tersenyum
****
"Suyira buat apa ?"kata Tatra
"Buat rumah kita,"kata Suyira sambil tersenyum.
"Sini, kakak bantu,"kata Tatra
****
Dari kejauhan bibi Ariel mengamati anak - anak itu.
"Ada apa dengan anak itu ? Kenapa sangat defensif dengan Celli"kata Bibi Ariel berbicara dengan bibi Rumi.
Bibi Rumi adalah pengurus dapur kastil utama Bumi. Usianya sudah tua dan sepuh.
"Biarkan mereka mencari jalan untuk menentukan hubungan mereka masing -masing,"kata bibi Rumi sambil tersenyum penuh makna.
Bibi Ariel mengajak mereka untuk makan. Setelah sore, mereka akhirnya pulang ke kastil Langit.
"Kak Tatra, kakak janji mau buat bonekaku. Kakak harus menepati janji,"kata Celli
"Dua hari,"kata Tatra
Celli akhirnya tersenyum ke arah Tatra dan pergi bersama Luxi dan paman Coeli.
__ADS_1