
"Bagaimana kondisinya ?"kata Eldast
"Kami sudah berusaha semampu kami. Tapi kami belum bisa mendekati Suyira. Kekuatannyalah yang jadi kelemahannya,"kata Sang Penyembuh
"Jadi, apa yang harus aku lakukan,"kata Eldast
"Bawa dia ke kubah. Hanya itu satu - satunya jalan,"kata Sang Penyembuh
****
"Kita harus memberitahukan ayahmu,"kata Eldast
"Kalau sampai ayahku tau maka akan timbul masalah dengan ayahmu,"kata Tatra
"Dia juga sudah membuat masalah dengan anaknya,"kata Eldast
"Bagaimana kalau kami mencoba menenangkannya,"kata Luxi
"Silahkan,"kata Eldast
Luxi dan Tatra masuk ke ruangan Suyira dan menyentuh pergelangan tangannga.
Luxi menyentuh pergelangan tangan kirinya dan Tatra kanannya.
Sementara itu, Eldast berdiri di depannya.
Mereka mencoba menekan kekuatannya. Namun, tubuhnya mereka malah melemah.
"Akhhh... Sakitt lepaskann,"teriak salah satu perawat
"Ada apa ?"kata Eldast berkomunikasi dengan telepati.
"Ada yang mencoba untuk mencelakai Aretra. Musuh sedang bergerak ke sini,"kata Eltader menjawab
Eltader sedang menyembuhkan pikiran salah satu pengunjung pasien yang terpengaruh sehingga diam - diam masuk ke kamar Aretra dan berniat mencelakainya.
Namun, kehadiran perawat jaga yang mau memantau perkembangan mereka membuatnya ketahuan.
"Kalian dengar. Hentikan sekarang. Panggillah,"kata Eldast
"Ayah,"kata mereka bertiga
Paman Teeran, Coeli dan Edsel datang bersamaan. Mereka bingung dipanggil oleh putra-putranya ke balai kesehatan.
"Ada apa ini ?"kata paman Teeran
"Jika bukan hal penting. Kau tau khan,"kata paman Coeli
"Kemarilah,"kata Tatra
Mereka menuju ke ruangan Suyira. Mereka langsung mengenali keponakannya. Mereka langsung menghampirinya. Namun, kekuatannya menghalanginya.
"Apa yang terjadi ?"kata paman Coeli bingung
"Dia menghadapi pertempuran hebat di batas perlindungan,"kata Luxi
__ADS_1
"Bagaimana dia bisa ke sana ?"kata paman Teeran
"Suyira adalah penjaganya,"kata Tatra.
"Kau tau dia hidup,"kata paman Teeran
"Aku sudah tau. Saat dia datang meminta menjadi penjaga pelindung bersama yang lain,"kata paman Edsel
"Lalu kenapa kau mengijinkannya ?"kata paman Coeli
"Dia mengancam. Dengan atau tanpa persetujuanku, dia akan melakukan perlawanan terhadap musuh. Aku sudah mengirimkan orang untuk memperhatikan gerak - gerik mereka selama ini di perbatasan,"kata paman Edsel
"Kau lihat apa hasilnya. Siapa yang kau kirim ?"kata paman Teeran
"Tangan kananku sendiri,"kata paman Edsel cemas
"Sebaiknya kau cari dia sekarang. Ini juga satu - satunya cara,"kata paman Coeli
"Ikuti dia,"kata paman Teeran kepada Tatra
"Siapa yang akan menjaga Aretra dan yang lainnya,"kata Tatra
"Aretra disini juga,"kata paman Teeran naik pitam
Tatra langsung pergi dan mengikuti paman Edsel
"Sebutkan,"kata paman Coeli kepada Eldast
"Aku tidak terlibat paman. Aku pun baru tau sekarang. Disini yang dirawat adalah Aretra putri paman, Celli ponakan paman Coeli, Rory anak bibi Ŕobben, Rerast anak perdana mentri dan Flay penghuni kastil kami,"kata Eldast
"Nanti kita bahas soal itu,"kata paman Teeran
Paman Teeran memanggil Sang Penyembuh.
"Akhirnya kalian datang. Bawalah dia ke kubah dan lumuri obat ini ke bahunya setiap sejam. Kalau sebelum ayam berkokok kalian belum membawanya akan membahayakan nyawanya,"kata Sang Penyembuh
"Apa ? Kenapa paman tidak bilang dari tadi ?"kata Luxi kesal
"Bukankah sudah kubilang satu - satunya cara menyembuhkannya membawanya ke kubah,"kata Sang Penyembuh
"Tapi tidak dengan waktunya,"kata Luxi
"Dan oh ya hubungan antara mereka sangat kuat. Jika yang satunya sadar yang lainnya pun sadar. Walaupun mereka sudah melewati masa kritis karena yang disini ada yang terbaring maka yang lainnya juga terbaring,"kata Sang Penyembuh
"Pamaaannn,"teriak Luxi kesal
Tommy masuk ke ruangan mereka.
"Aku akan mengantar mereka sampai batas pelindung kastil Bumi,"kata Tommy bersikeras
"Silahkan,"kata paman Teeran
****
Mereka memindahkan Suyira, Aretra, Rerast dan Rory ke kastil Bumi sedangkan Celli dibawa ke kastil Langit.
__ADS_1
Mereka memindahkan Suyira terlebih dahulu. Paman Coeli dan Teeran langsung.
"Sayang, persiapkan kubah,"kata paman Teeran
"Siapa yang mau masuk ?"kata bibi Ariel
"Suyira,"jawab paman Teeran
Saat bibi Ariel menemani ke kubah, melihat tanda di tangan Suyira. Bibi Ariel sangat terkejut.
"Setiap satu jam lumuri dengan obat ini ke bahunya yang terluka,"kata paman Teeran
"Kau mau kemana, sayang ?" kata bibi Ariel
"Menjemput anak kita dan ketiga temannya,"kata paman Teeran
"Bagaimaan kondisinya ?"kata bibi Ariel cemas
"Sudah melewati masa kristisnya. Tapi mereka hanya sadar jika semuanya sadar,"kata paman Teeran
Bibi Ariel terkejut namun tidak sanggup mengatakan apapun
"Ikatan mereka bahkan lebih kuat dari ikatan kami,"kata bibi Ariel membatin
Saat mereka sampai, bibi Ariel sudah menyiapkan kamar terpisah di lantai atas di kastil induk supaya bisa menjaga keamanan dan keselamatan mereka.
****
Paman Edsel dan Tatra sampai di pelindung pertama.
Paman Edsel terkejut melihat hutan itu sudah terbakar habis, suara gemuruh petir terdengar, banjir, batu dan panah bertebaran dimana-mana.
Ada beberapa mayat musuh bergelimpangan.
Paman Edsel memanggil penjaga pelindung selanjutnya dan meminta mereka membereskan tempat itu.
Mereka terus mengitari tempat itu dan akhirnya menemukan gundukan tanah dan dihiasi dengan bunga di atasnya.
Lalu ada papan nisan yang bertuliskan
Disini telah beristirahat dalam damai paman Fei yang baik hati
Paman Edsel hanya terdiam dan terus memandang lurus ke arah makam itu.
Tatra melihat ada yang bercahaya di tanah dan mencabutnya.
"Jika memang kondisi kami tidak memungkin untuk menceritakan ini. Kami kira yang menjadi pengkhianat adalah sang Ibu ternyata sang Anak. Dia berpura - pura jadi anak. Sang Ibu memberitahukan kami jika dia membuka rahasia tempat tinggalnya di pelindung kastil Langit. Di pelindung kedua. Dia penghuni kastil Darkforest. Dia bilang akan ada penyerangan malam ini. Dia menitipkan salam untuk anaknya yang berada di sana,"kata suara Flay bergema.
"Ingatkan Luxi,"kata paman Edsel
****
"Ayah kondisi di kastil kita,"kata Luxi
"Teeran aku titip keponakanku,"kata paman Coeli
__ADS_1
"Baiklah,"kata paman Teeran