
Musuh-musuh berdatangan ke pelindung terakhir. Salah satu dari musuh itu mencoba masuk dan pelindung mengijinkannya untuk masuk. Musuh-musuh itu bersorak kegirangan.
"Bagaimana mungkin mereka bisa masuk ?"tanya Rerast yang bersembunyi di balik pepohonan.
"Dia mengubah kata keramat untuk pelindung,"jawab Suyira
Z dan Fang merasa bersalah.
"Seharusnya paman Edsel tidak memberikan hak itu pada mereka. Lihat yang terjadi,"lanjut Flay
"Sudahlah. Sudah terjadi. Kita harus kembali ke pelindung kedua. Kita tidak mungkin menghadapi mereka semua,"sahut Suyira
Mereka berlari ke pelindung kedua. Di jalan mereka bertemu dengan rombongan Eldast.
"Mundur. Musuh bisa masuk ke pelindung pertama. Kita kalah jumlah,"kata Suyira
Tommy langsung memegang tangan Rory dan Celli mengajaknya berlari dengannya.
Mereka berlari kembali ke pelindung kedua.
"Kurasa pelindung ini pun dikuasai oleh mereka,"ucap Eltader
Eldast kelihatan sangat kesal.
"Tidak ada waktu bagi kita menyalahkan siapapun saat ini,"kata Suyira seperti bisa membaca pikiran Eldast
Tiba-tiba tanah bergetar hebat dan terbelah dua.
Eltader hampir masuk ke dalam jika tidak ditolong Ruyi. Ruyi membuat akar pohon membelitkan tubuh Eltader.
"Kita harus terus berlari sobat,"kata Tarast memegang kedua lengan temannya.
Saat mata panah dalam jumlah yang besar menghampiri mereka, Aretra membuat dinding dari tanah liat dan cukup tinggi sehingga panah itu menancap di dinding itu.
__ADS_1
"Kita harus bergegas,"kata Flay
Suyira berjalan ke depan lebih cepat dan saat masuk ke pelindung kedua.
"Ayah bantu anakmu ini..,"kata Suyira sambil jongkok dan tangannya menyentuh tanah.
Ketika batu-batu berdatangan ke arah Suyira, Rerast menghanguskan batu-batu itu.
Rerast membalas dengan menyemburkan api biru ke arah mereka ketika dia melihat semua temannya sudah masuk ke batas pelindung kedua.
Hawa dingin terasa di sekitar pelindung saat mantranya berhasil diubah.
Mereka berusaha masuk namun tidak bisa.
"Haloo keponakan,"kata madam gila
"Aku bukan keponakanmu,"jawab Eldast marah
Suyira terdiam
"Bawa pengkhianat itu kemari,"teriak madam gila
Keempat paman Suyira tubuhnya diikat dan diayun-ayunkan ke udara.
"Tidakk,"teriak Suyira
"Buka pelindung ini,"jawab madam gila
Dia membuat ikatan paman jangkung semakin kencang
Paman jangkung merintih kesakitan.
"Kalian tinggalkan pelindung ini segera. Hubungi penjagan pelindung ketiga,"kata Suyira
__ADS_1
Aretra langsung berlari ke pelindung ketiga
"Aku akan disini,"kata Flay tegas
Mereka semua berlari ke pelindung ketiga.
"Aku akan membuka pelindung ini. Lepaskan dulu ikatan keempat pamanku,"teriak Suyira
"Pelindung dulu,"kata madam gila
"Dari mana aku tau kau menepati janji. Bukankah kau sendiri yang melanggar janji dengan paman Teeran tapi kau yang malah membencinya,"pancing Suyira
"Kauu...baiklah akan kulepaskan,"kata madam gila
"Paman...maaf hanya ini yang bisa kulakukan,"kata Suyira menggunakan telepatinya
"Itu lebih dari cukup,"jawab paman gempal
Madam gila melepaskan ikatan mereka dan keempat paman terjatuh ke tanah.
"Akan kulepaskan pelindung ini,"teriak Suyira dengan suara yang lebih kencang
Semua mata musuh memandanginya saat pelindung dilepaskan.
Keempat paman langsung menghilang dari pandangan madam gila.
"Mereka kemana ?"tanya madam gila histeris
Suyira dan Flay langsung berlari sangat kencang saat musuh berusaha mengejarnya.
Flay membuat beberapa musuh yang dekat dengannya kehilangan arah.
Suyira menghempas musuh dengan sangat keras dan melemparkan batu dalam jumlah yang banyak.
__ADS_1