
Paman Coeli merasakan ada tangan yang menusuk - nusuk ke arah punggung tangannya. Paman Coeli jadi terbangun.
"Ternyata sang putri sudah bangun ?" kata paman Coeli
Celli tersipu malu karena dipanggil seperti itu.
"Paman, siapa ?" kata Celli
"Paman adalah kakak ibumu. Nama paman adalah paman Coeli. Sama seperti ibumu, dirimu paman juga mengeluarkan petir," kata paman Coeli sambil menunjukkannya.
"Wow ... petirnya bagus. Paman, awalnya kupikir petir di tanganku tidak berguna ternyata berguna juga,"kata Celli sambil bertepuk tangan
"Ahh.. jadi begitu. Bisa digunakan untuk apa ?"kata paman Coeli
"Membuat api dan membuat hewan lain pingsan,"kata Celli bangga.
"Ternyata sangat bermanfaat. Kalau kiya keluar dari sini mau tinggal sama paman. Nanti paman tunjukkan manfaat lain dari kekuatan Celli,"kata paman Coeli membujuk
Celli memutar mutar bajunya menggunakan tangan.
"Paman, jadi saya tidak ketemu teman - teman saya lagi ?"kata Celli
"Tenti saja bisa,"kata paman Coeli tersenyum padanya.
"Baiklah,"jawab Celli sambil tersenyum ke arahnya.
****
Bibi Fliest mendatangi Iglo mereka dan meminta bantuan pada paman Coeli.
"Coeli, kami perlu api. Kayu bakar sudah kusiapkan,"kata bibi Fliest
"Baiklah,"kata paman Coeli.
Mereka keluar dari Iglo dan berjalan menuju perapian.
Di sana sudah berkumpul anak - anak lain dan paman Flied.
Paman Coeli langsung menghidupkan apinya.
Sementara itu, bibi Fliest pagi - pagi sekali sudah berburu dan menangkap salah satu hewan kutub.
Bibi Fliest sudah mengulitinya dan tinggal memanggangnya.
Awalnya anak - anak itu tidak mau memakannya.
Soalnya anak - anak dari kastil Fogyer rata - rata hanya memakan tumbuhan.
Namun, untuk menjaga suhu tubuh mereka agar tetap hangat jadi mereka memakan daging.
Selesai memakan daging, anak - anak kembali istirahat di Igloonya masing- masing.
Sementara bibi Fliest, paman Teeran dan paman Flyied sedang berdiskusi.
"Tentu sangat menyulitkan bagimu merawat mereka semua,"kata paman Flyied.
Melihat mereka memakan apapun yang dikasih oleh bibi Fliest.
"Mereka hanya memilikiku dan akupun hanya memiliki mereka sehingga tidak menyulitkan,"jawab bibi Fliest.
"Mereka juga saling membantu satu sama lain saat naik ke atas sini,"jawab bibi Fliest.
"Ibuku memang aneh. Kita memiliki aliansi malah yang dipilihnya adalah bukit ini,"jawab paman Flyied
"Sampai sekarang kau tidak tau alasannya,"jawab bibi Fliest
Melihat wajah dari paman Flyied dan Coeli yang tampaknya bingung.
Bibi Fliest pun menjelaskan,"Semua tempat sudah disisipi oleh musuh dan mereka punya keinginan kuat untuk menghabisi semua keturunan kita supaya tidak ada lagi yang memiliki kemampuan untuk menghilangkan kekuatan mereka. Bibi melepaskan sumpah dihadapan musuh jika kastil kita akan berpihak dan memperbolehkan keturunan kita untuk menghilangkan kekuatan mereka tanpa harus melakukan pertapaan. Janji yang lama sudah dilepaskan."
"Kau berkata seolah - olah bahwa semua sudah disisipi,"kata paman Coeli tidak percaya.
"Apakah kau belum tau siapa dari orangmu yang berkhianat,"kata bibi Fliest tidak percaya.
"Apa maksudmu, Fliest ? Selain empat orang yang kami tempatkan di sisi langit. Adiknya Teeran dan tentu saja saudaranya Edsel sendiri... Masih ada lagi ?"kata paman Flyied tidak percaya.
"Masih ada lagi. Menurutmu kenapa musuh melewati pelindung kita dari kelima sampai kedua. Para penjaga yang bertugas memberikan mantra di setiap pelindung melepaskan mantra itu sehingga mereka hampir bisa menangkap kami.Jika bukan pengorbanan terakhir langit. Kami tidak bisa selamat,"kata bibi Fliest.
__ADS_1
"Mereka bukan bermaksud menyelamatkanku,"kata paman Flyied.
"Mereka meninggalkanmu untuk mendapatkan informasi dari aliansi lain,"kata bibi Fliest.
Paman Flyied terlihat geram dan berjalan mondar mandir.
"Apakah ini benar, Fliest ? Jika tidak ini tuduhan yang berat,"kata paman Flyied.
"Silahkan kalian pegang tanganku,"kata bibi Fliest.
Bibi Fliest memperbolehkan mereka untuk melihat kenangannya.
Di dalam kastil utama
"Fliest, ingat bawa mereka semua ke tempat aman. Ingat... Hanya itu tujuanmu,"kata ibu Flyied.
Kemudian melintasi ingatan selanjutnya.
Ibunya Flyied sudah kepayahan menghadapi musuh dalam jumlah yang banyak dan kuat.
Bibi Fliest melihat kejadian itu dan hanya bersembunyi dan menahan air matanya.
"Bagaimana nenek tua ? Tidak menyangka bahwa aku akan datang menghampirimu,"kata paman Eldester
"Kau sudah tidak menghormati leluhurmu,"kata ibunya Flyied
"Leluhurku yang mana.. yang lemah ituu.. sadar bahwa kemampuannya bisa menaklukkan dunia tetapi menjadi pengecut dam tidak mau mengakuinya,"kata paman Eldester tamak
Kemudian salah satu penjaga menghampirinya dan berkata,"Dia memiliki kekuatan murni."
Paman Eldester menyerapnya langsung dan membuat tubuhnya yang sudah terluka menjadi tidak bernyawa.
"Kau sangat keji,"kata ibunya Flyied.
Paman Eldester hanya tertawa terkekeh - kekeh.
"Kau yang lemah.. percaya pada penjagamu dan memilihnya langsung . Padahal mereka berkhianat. Kau seharusnya bersyukur nyawa anakmu diampuni,"kata paman Eldester.
"Kau bisa sebaik itu. Hebat sekali,"kata ibunya Flyied mengejek.
"Tentu saja. Tidak. Kusisakan anakmu hanya untuk mendapatkan informasi dari kastil aliansimu,"kata paman Eldester.
"Tentu saja bukan dia. Tapi penjaga yang tersisa dan sekarang mengikutinya,"kata paman Eldester tertawa kuat.
"Kauuu...,"teriak ibunya Flyied.
"Hidup ini ironi bukan. Ketika kau mempercayai seseorang kau bahkan memberikan nyawamu sendiri untuk dijaganya. Sama halnya dengan langit begitu angkuh dan arogan.Berpikir tidak satupun dari pengikutnya berkhianat,"kata paman Eldester.
"Tidak mungkin. Langit tidak senaif itu,"kata ibunya Flyied.
"Dia menempatkan penjaga pelindung tanpa berpikir kenapa orang - orangku bisa begitu dekat tanpa diketahuinya. Sudah jelas karena kesetian mereka padaku,"kata paman Eldester.
"Lalu kenapa kau belum mendapatkan kekuatan mereka ?" jawab ibunya Flyied tersenyum.
"Kenapa.. itu karena aku harus mengambil kekuatan dari keluarga langit langsung. Tidak masalah tinggal tunggu waktunya saja. Sampai semua penjaga pelindungnya memberikan kesetiaan padaku,"kata paman Eldester.
Ibunya Flyied melemah dan tersungkur di tanah.
Dia menggunakan pikirannya berbicara dengan bibi Fliest.
"Sampaikan pada Flyied dan dia harus menemukan anaknya sendiri."
"Akan kulakukan,"kata bibi Fliest terus melangkah diam-diam sambil membawa anak - anak.
****
Saking kesalnya paman Flyied bertanya,"Apakah lima petapa kita juga berkhianat ?"
"Apa maksudmu ? Mereka sudah turun gunung. Benarkah ?" kata bibu Fliest senang.
"Jawab dulu pertanyaanku,"kata paman Flyied.
"Tentu saja tidak."kata bibi Fliest tidak percaya sama paman Flyied.
Berikan kami ruang yang lumayan besar dan kami mau berkomunikasi dengan seseorang segera.
"Ada satu Igloo yang besar,"kata bibi Fliest menunjuk sebuah Igloo yang cukup besar.
__ADS_1
****
"Siapa yang kau hubungi ?"kata paman Flyied.
"Istri dan sahabat,"kata paman Coeli mantap.
"Kita memang bodoh atau kita terlalu percaya,"kata paman Flyied tidak bisa menutupi rasa kecewamu.
Paman Coeli hanya diam.
Saat memasuki ruangan Igloo hanya ada satu tempat tidur.
Sepertinya tempat tidur bibi Fliest.
Mereka duduk di tempat tidur berdampingan dan menghubungi seseorang.
"Elder, bisakah kau mendengarkanku sobat ? kata paman Flyied
"Iya. Ada apa ?"kata paman Elder.
"Pimpinan penjagaku berkhianat dan seluruh penjaga pelindung paman Coeli dicurigai berkhianat,"kata paman Flyied
"Kau yakin dengan informasi ini ?"kata paman Elder.
"Iya, kami memasuki ingatan Fliest dan kenangan ibuku,"kata paman Flyied.
"Mengenai kastil langit jangan lakukan tindakan apapun sampai Sellen mengawasi mereka,"kata paman Coeli.
"Baiklah,"jawab paman Edsel
"Sampaikan dengan sahabat kita dan lima petapa. Hanya tentang kastilku saja bagi informasinya dengan lima petapa,"kata paman Flyied.
"Besok pagi kami akan turun membawa anak - anak tolong jaga pikiranku, paman Flyied dan bibi Fliest,"kata paman Coeli.
"Baiklah,"kata paman Edsel.
****
"Sellen..,"kata paman Coeli
"Iya,"kata bibi Sellen
"Penjaga pelindung kita yang paling akhir ada yang berkhianat dan Eldester sudah tau soal bahwa hanya keturunan langit langsung yang bisa diserap kekuatannya. Tolong perhatikan semua penjaga kita mulai dari penjaga pelindung. Berkomunikasilah dengan sahabatmu,"kata Langit
"Baiklah, sayangku,"kata bibi Sellen.
****
Elder langsung menghubungi lima petapa dan mengatakan hal sebenarnya mengenai ketua penjaga mereka. Lima petapa menjawab dengan ucapan terima kasih atas peringatannya.
Elder juga menghubungi teman - temannya.
Forrd yang langsung menanggapi,"Apakah itu benar ? Bahwa kastil Langit tidak aman."
"Fordd tetaplah disitu dan bantulah para petapa. Kita tidak tau siapa saja yang diajaknya untuk berkhianat," kata paman Edsel.
"Lalu bagaimana dengan kastil Langit ?" kata paman Eldard.
"Kau masih harus menjaga mereka,"kata
paman Edsel.
"Aku saja yang ke sana,"kata paman Teeran.
"Baiklah,"kata paman Edsel
"Firye, tolong awasi kastilku,"kata paman Teeran.
"Oke,"kata paman Firye.
"Tapi bagaimana caramu menghadapinya,"kata paman Fordd
"Aku akan menunggu perintah Sellen,"kata paman Teeran.
"Baiklah,"kata paman Fordd
"Semoga selamat,"kata paman Edsel
__ADS_1
Semuanya mengaminkan.