Pasak Bumi

Pasak Bumi
Ketenangan Sementara


__ADS_3

"Kau tidak dihukum,"tanya Luxi


"Tidak bisa ke kastil utama adalah hukumanku,"jawab Forla


"Maaf melibatkanmu,"sesal Luxi


"Aku senang membantumu.. ehh.. terlebih aku bisa ketemu sama Suyira,"jawab Forla ada rona merah di pipinya.


Luxi hanya menganggukkan kepala.


"Ada keperluan apa anak Langit datang ke sini,"tanya paman Fordd


"Hanya ingin meminta ijin paman. Mulai sekarang dan seterusnya, kami maksudnya saya dan Celli akan sering berkunjung ke sini. Saya rasa paman tidak akan mengusir tamu yang datang khan ?"tanya Luxi


"Kauu...baiklah...silahkan datang,"jawab paman Fordd mengalah


"Maaf paman, aku sudah lancang padamu,"kata Luxi ketika mau beranjak pergi


"Hari ini paman lihat perilakumu sangat aneh,"kata paman Fordd


"Aku sedang mempertimbangkan keputusanku. Apakah ini benar atau salah,"jawab Luxi langsung pergi


****



Suyira tersenyum dalam mimpinya.


Kemudian dia merasakan sensasi dingin di pipinya dan terbangun.


"Sepertinya mimpimu indah,"kata penghuni kastil Biara sambil membawa segelas air dingin.

__ADS_1


"Bibi..,"teriak Suyira merasakan pipinya basah.


"Mimpi apa ?"tanya penghuni kastil


"Bibi mau tau ajaa atau mau tau bangettt,"goda Suyira


"Ohh begitu yaa,"jawab penghuni kastil sambil menjewer telinganya.


"Akhhh.. aduhhh... oke Bi,"teriak Suyira


"Sekarang jawab,"kata penghuni kastil


"Aku bermain dan berlari di padang rumput yang hijau dan luas,"jawab Suyira


"Ohh ituuu... Bibi juga mendambakannya,"kata penghuni kastil mencari kursi dan duduk.


"Bibi juga ingin merasakan udara luar,"tanya Suyira


"Kalau itu .. aku tau Bi.. jadi tidak salah khan memimpikannya,"jawab Suyira


"Tidak salah. Tidak salah sama sekali. Ayoo kita keluar... paling tidak kita masih bisa melihat cahaya,"kata penghuni kastil.


****


"Bagaimana kondisi semuanya ?"tanya bibi Ariel


"Masih aman,"jawab paman Teeran setelah selesai berkomunikasi dengan seluruh pemimpim kastil.


"Sayang.. aku ingin menemui kakakku,"kata bibi Ariel berhati - hati


Paman Teeran dahinya mengernyit dan berkata,"Kau tidak memerlukan ijinku. Silahkan."

__ADS_1


Bibi Ariel mencemaskan kondisi kakaknya walaupun dia juga mencemaskan Tatra, Aretra dan Suyira.


Saat bibi Ariel keluar dari kastil utama, rombongan paman Eldard, bibi Robben dan Rory beserta penjaga kastil Ariel masuk ke dalam kastil untuk menemui paman Teeran.


"Ada apa Eldard ?"tanya paman Teeran


"Bisa kita berbicara berdua saja,"kata paman Eldard


"Baiklah. Ikuti aku ,"kata paman Teeran masih bingung dengan jalan pikiran Eldard.


Mereka memasuki ruangan rapat yang kecil dan sempit karena begitu banyak rak buku di dalamnya.


"Aku ingin menitipkan Robben dan Rory di sini,"kata paman Eldard tanpa basi - basi


"Ada apa ini ?"tanya paman Teeran bingung


"Mereka sudah tau mengenai kekuatan Rory. Khan kau sudah tau bahwa semua keturunan keluarga kami yang perempuan yang mewarisi kekuatan murni pasti akan dihabisi. Awalnya aku tidak terima dengan keputusan Robben menjauhkanku dari anakku tapi sepertinya dia benar,"kata paman Eldard terlihat cemas untuk pertama kalinya.


"Jadi maksudmu kau ingin menitipkan mereka di kastilku,"tanya paman Teeran


"Iya. Sampai aku menemukan siapa lagi pengkhianat di kastilku,"kata paman Eldard


"Baiklah. Tapi kau tau bahwa akan tiba waktunya seluruh lautan harus disatukan,"jawab paman Teeran


"Aku akan memikirkannya satu persatu. Penting bagiku untuk menghalau semua duri dalam dagingku sendiri,"kata paman Eldard


"Baiklah,"jawab paman Teeran


"Maaf teman.. bagaimana dengan Tatra dan Aretra ?"tanya paman Eldard


"Mereka sedang dalam perawatan,"jawab paman Teeran

__ADS_1


__ADS_2