Pasak Bumi

Pasak Bumi
Masa Pemulihan


__ADS_3

Paman Coeli datang bersama paman Flyied, Celli dan beberapa penjaga dari kastil Fogyer.


Paman Fordd dan lima petapa masih di kastil Fogyer beserta anak - anak dan bibi Fliest.


Saat paman Flyied beserta penjaga kastil Fogyer melihat kondisi kastil Langit.


Paman Flyied terkejut melihatnya.


Petir ada di mana - mana, langit gelap, seluruh tanah bersalju tetapi hutan berwarna merah karena api.


Langit hanya terdiam.


"Sellen.. aku sudah datang. Jadi tidak perlu cemas,"kata paman Coeli


Namun cuacanya tetap sama.


"Luxi, bicaralah ke ibumu. Panggil saja namanya,"kata paman Coeli menggunakan pikirannnya


"Ibuuuu... Ibuuuu... Ibuuu.... ,"kata Luxi berteriak dari dalam ruangan.


Bibi Sellen terkejut mendengar teriakan Luxi dan hanya tersadar.


Cuaca lambat laun kembali bersahabat.


Bibi Sellen langsung terjatuh di lantai.


Paman Coeli membopongnya dan membawanya ke tempat tidur.


Darknist dan Luxi keluar dari persembunyian di belakang perapian.


Begitu pula dengan penjaga pelindung kedua sudah keluar dari ruang bawah tanah.


Lambat laun penghuni kastil Langit dan kastil Darknist keluar dari bawah.

__ADS_1


Melihat kondisi dari kastil yang masih membara karena api mereka berusaha memadamkan api.


"Bagaimana kondisinya ?" kata paman Coeli terlihat cemas.


"Hanya kelelahan. Butuh istirahat,"kata salah satu penyembuh dari kastil Bumi.


Paman Coeli terlihat lega.


****


Penghuni kastil Langit bersama - sama memperbaiki kerusakan.


Pertama - tama menurunkan hujan agar hutan yang terbakar mereda.


Kedua, rumah-rumah yang mengalami kerusakan segera diperbaiki, baik yang di pelindung keempat maupun kedua.


Ketiga, menyingkirkan pohon- pohon yang tumbang dan meletakkannya di tepian sungai di balik hutan yang terbakar.


Kelima, penjaga pelindung pertama dan kedua yang tersisa melakukan penjagaan untuk seluruh pelindung secara bergantian.


Sambil menunggu keputusan dari Langit Tertinggi tentang nasib mereka.


Sementara itu, penghuni kastil Ariel datang berkunjung untuk membantu pemadaman api sampai ke akar pohon.


****


Paman Teeran kembali ke kastilnya.


Paman Eldard mengantar Tatra dan Suyira kembali ke kastil Bumi.


Saat mereka masuk ke pintu gerbang disambut oleh bibi Ariel.


Bibi Ariel memeluk mereka berdua. Mereka terlihat kelelahan tapi senang. Paman Eldard masih berada di dalam kastil menunggu paman Teeran.

__ADS_1


Paman Teeran akhirnya sampai ke kastil utama bumi. Langsung disambut oleh Suyira dan Tatra.


"Paman, Suyira kangen,"kata Suyira sambil memeluk paman Teeran.


Kemudian gantian Tatra memeluk ayahnya.


"Sepertinya kalian bersenang - senang di sana,"kata paman Teeran tersenyum


"Iya, kami diajak paman Eldard memancing , berkemah dan bermain cara human. Ternyata enak juga,"kata Suyira.


Saat berada di ruang tamu bertemu dengan paman Eldard dan bibi Ariel.


Paman Teeran tersenyum ke arah bibi Ariel dan mengucapkan terima kasih dengan paman Eldard.


"Bagaimana situasinya ?" kata paman Eldard.


"Kerusakan di sana sini tapi pasti pulih. Celli sudah di sana. Aman. Sellen sudah sadar. Luxi juga aman. Pengkhianat sudah dikalahkan,"kata paman Teeran.


"Semoga ini yang terakhir bagi setiap kastil.. mendapatkan pengkhianatan dari dalam,"kata paman Eldard


"Amin. Kapan - kapan kita berkunjung ke sana,"kata bibi Ariel


"Iya. Suyura pasti ingin bertemu dengan saudarinya yang lain,"kata paman Teeran.


Wajahnya sangat mirip dengan penghuni kastil Langit hanya warna kulitnya saja yang beda,mirip ayahnya.


Paman Eldard tidak bermalam.


Sorenya langsung pergi menuju ke kota Bath.


Paman Eldard berdiri di dekat pohon sambil memandang ke arah rumah yang berada di pinggir pantai. Rumah sederhana yang memiliki pekarangan kecil dan pagar kayu putih.


Paman Eldard berdiri cukup lama sampai matahari tenggelam kemudian kembali ke kastil Ariel.

__ADS_1


__ADS_2