Pasak Bumi

Pasak Bumi
Kepolosan Edsel


__ADS_3

"Ada pertemuan di aula terbawah kastilmu malam ini. Apakah kami harus cemas ?"kata Ruyi


Biasanya aula terbawah diperuntukkan untuk penjaga yang melakukan pembelotan dan akan ditanyakan kesaksiannya.


"Ada apa ini ?"kata Eltader


"Mungkin menanyakan kejadian baru - baru ini,"kata Tommy bertanya - tanya


Eldast hanya menghela nafas


"Bagaimana keadaannya ?"kata Eldast


"Masih di kubah dan yang lainnya tertidur,"kata Tatra


****


Mereka berkumpul di ruang bawah tanah kastil Elfir.


Mereka dipanggil sebagai penjaga kedua pertahanan terluar karena itu mereka menggunakan jubahnya.


Mereka masuk melalui pintu penjaga.


Mereka belum pernah masuk ke dalam ruangan itu dan sangat terkejut betapa luasnya tempat itu.


Ada balkon yang melingkar, ada tempat duduk yang terbuat dari kayu mahoni menghadap ke lantai bawah.


Sudah berkumpul di situ, ketujuh paman pemilik kastil menggunakan jubah yang menjadi ciri khas kastilnya.


"Silahkan kalian duduk di kursi kalian,"kata paman Teeran.


Di tengah - tengah sudah berdiri paman Edsel yang dimintai kesaksiannya.


"Katakan yang ingin kau katakan,"kata paman Coeli


Eldast melihat ayahnya diperlakukan seperti itu merasa tersinggung tetapi dia berusaha menyembunyikan kekesalannya.


"Baiklah.Jika ini yang kalian inginkan,"kata paman Edsel


Paman Edsel menceritakan saat Suyira dan teman - temannya menemuinya dan memperkenalkan dirinya masing - masing.


"Mereka mengetahui dengan jelas silsilah keluarga mereka. Rerast bukan hanya anak perdana menteri tetapi ibunya adalah adiknya paman Firye. Dia mengakui memiliki kekuatan tersebut.. api biru.. Rory tau jelas jika ayahnya adalah kau...Eldard ... Dia mewarisi kemampuanmu .. dan Flay adalah anakmu Flyied ... Dia mewarisi kemapuanmu dan ibunya ... Saat mereka memberitahukan siapa mereka terus terang aku tidak punya keinginan untuk menyetujui keinginan mereka .. karena aku tau bahayanya.. aku menentangnya .. tapi Suyira menggunakan ituu .. Kalian ingat waktu dia ulang tahun .. saat kita merayakan bersama - sama.. aku bertanya apapun yang kau inginkan akan aku kabulkan.. dia mengajakku ke pohon kehidupan.. dia bilang suatu saat paman .. suatu saat.. aku akan meminta kalau aku menginginkannya.. dan paman tidak bisa mengelak.. kalau tidak aku akan mati.. dan kau tau pohon kehidupan mengabulkan perjanjian ituuu,"kata paman Edsel kesal dengan dirinya sendiri


"Kau bodoh .. benar - benar bodoh..,"kata paman Firye


"Aku melihat kalian sudah memberikan semuanya... Aku hanya ingin memberikan sesuatu padanya.. Aku memang benar - benar bodoh,"kata paman Edsel


"Siapa yang memberitahukan mereka tentang asal - usul mereka ?"kata paman Eldard


"Ibu mereka,"kata paman Edsel terlihat menyesal


"Apakah mereka tau tentang keberadaan Suyira selama ini ?"kata paman Coeli


"Sebaiknya kalian tanyakan langsung. Ruuyist sudah tau begitu pula anakku,"kata paman Edsel


"Eldast ke bawah,"kata paman Teeran


Eldast beranjak dari kursinya dan turun ke bawah menggunakan anak tangga yang melingkar.


"Kau sudah tau Suyira selamat ?"kata paman Coeli


"Iya,"kata Eldast


"Bagaimana kau tau ? Apakah karena kemampuanmu berbicara dengannya ?"kata paman Teeran


"Tidak. Kondisinya sangat parah dan dia lupa ingatan sehingga komunikasi kami terputus. Setelah hilang harapan menunggunya, bibi Robben masuk ke rumahnya. Subuhnya, dia melihat Suyira sudah tergeletak di halaman belakangnya. Bibi Robben langsung memanggil ibu dan berkomunikasi dengan bibi - bibi yang lainnya,"kata Eldast

__ADS_1


Paman Teeran hampir membuat remuk kayu penyangga tempat duduknya.


"Mereka memilih untuk merahasiakannya atas permintaan bibi Robben yang merasa bahwa semakin sedikit yang tau maka lebih aman bagi Suyira,"kata Eldast


"Lalu bagaimana dia bisa memutuskan jadi penjaga ?"kata paman Coeli


"Kurasa karena ingatannya kembali pulih karena ada satu orang anak yang menjahilinya dan membawa masuk ke hutan. Dia memutuskan masuk ke dalam kastil Biara. Nenek membawanya bersama Rerast dan Flay,"kata Eldast


"Nenek,"kata paman Firye geram


"Semenjak itu komunikasi kami kembali terputus. Aku sendiri bahkan tidak tau jika yang didepan kami adalah mereka,"kata Eldast kesal


"Penyerangan itu.. sepertinya direncanakan sangat matang ?"kata paman Flyied


"Boleh aku memanggil yang lainnya ?"kata Eldast


"Sebenarnya kami sudah curiga ada pergerakan di batas perlindungan terakhir. Cuma tanggal pastinya kami belum tau,"kata Tatra


"Kami mendengar suara - suara... baik itu di tempat ngumpul para penjaga, kampus maupun penjaga-penjaga yang patroli,"kata Eltader


"Kami sudah punya keinginan untuk bertemu dengan penjaga pertama. Namun, mereka tidak pernah ngumpul dan tidak pernah kelihatan setelah melakukan penjagaan. Kami sudah memperingatkan pengganti mereka,"kata Luxi


"Kami sudah mengetatkan penjagaan untuk pelindung kami,"kata Arel merasa kesal


"Bagaimana kejadiannya ?"kata paman Teeran setelah menenangkan diri


"Flay berusaha memberitahukan kami. Dia memanggilku karena sudah tidak bisa lagi melangkah,"kata Eltader


"Aku menemani Eltader dan langsung memanggil yang lain. Aku duluan sampai ke sana. Keadaan sangat kacau. Aku melihat batu terbelah dan Aretra disitu,"kata Tatra sedih


Paman Teeran diam dan tidak menunjukkan emosi apapun.


"Kami akhirnya sampai ke sana. Aku melihat dinding air yang tinggi dan saat masuk ke dalamnya aku melihat Rory yang sudah kehilangan banyak darah,"kata Tommy


"Aku melihat api biru dimana - mana dan aku menemukan Rerast tertindih batu besar,"kata Tarast


"Jika bukan karena Ruyi, aku tidak bisa mendekatinya. Luxi sudah duluan menemui mereka,"kata Eldast


"Pada akhirnya, merekalah yang membuat diri mereka diselamatkan. Mereka mengingatkan kami bagaimana kondisi, siapa saja dan dimana kami harus menemukan mereka,"kata Eltader


"Pada dasarnya ikatan yang melemahkan, ikatan pula yang menguatkan,"kata Eldast


"Apa maksudmu ?"kata paman Coeli


"Celli terpengaruh dan terus berjalan ke depan menuju ke batas perlindungan terakhir. Mereka yang dari awal sudah kesulitan menghadapi musuh yang kuat dan jumlahnya banyak menyebabkan fokus mereka terpecah,"kata Eldast


"Bagaimana awalnya ini terjadi ?"kata paman Teeran tidak habis pikir.


"Waktu kami mencari temannya paman Edsel, kami menemukan pesan dari Flay,"kata Tatra


"Bagaimana Edsel sudah ketemu ?"kata paman Teeran


"Kami menemukan pusaranya yang dihiasi bunga. Mereka memakamkannya. Mereka sepertinya sudah tau bahwa kemungkinan batas perlindungan itu akan menjadi panas,"kata paman Edsel


Paman Teeran dan yang lainnya tidak dapat mengatakan apapun. Dia tau bahwa dari kecil mereka selalu bersama - sama.


"Ada seorang Ibu dan anak yang meminta masuk. Mereka hanya mengijinkan salah satu. Saat anak sudah masuk, sang Ibu baru memberitahukan jika itu bukan anaknya dan dia memiliki anak di kastil Langit yaitu keturunan Darkforest. Dia bilang jika kastil Langit adalah target mereka dan dia sudah memberitahukan bahwa penghuni Darkforest tinggal di pelindung kedua,"kata Tatra


"Fakta itulah yang membuat mereka bimbang,"kata paman Edsel


"Mereka tetap membuka pelindung dan berharap sang Ibu masuk dengan usahanya sendiri. Namun, dia gagal.. tidak bisa sampai masuk,"kata Tatra


"Bagaimana ciri - cirinya ?"kata paman Fordd


"Dari ingatan Flay.. tubuhnya ramping, mungil, rambutnya coklat ikal panjang.. ahhh iyaa..ada tindikan di hidungnya,"kata Tatra mencoba mengingat - ingat

__ADS_1


"Dia orangku. Dia menghilang pada saat pemberontakan itu terjadi,"kata paman Fordd


"Jika dia sudah fokus pada kastilmu .. apakah ini artinya tinggal kekuatanmu saja yang belum diambilnya,"kata paman Edsel menggunakan telepatinya ke paman Teeran, Fordd, Flyied, Firye, Eldard dan Coeli.


"Tapi tau darimana mereka bahwa Celli adalah keturunan kami langsung?"kata paman Coeli menggunakan telepatinya juga


"Dimana posisi dari Suyira saat penyerangan terjadi ?"kata paman Teeran


"Tentu saja di depan sekali. Soalnya dia juga yang menutup pelindung dan jaraknya harus dekat dengan pelindung,"kata Luxi


"Apakah ada kejadian baru - baru ini di pelindung pertama sebelum kejadian ini ?"kata paman Teeran


"Ada satu kejadian. Mereka memperbolehkan seorang anak dan ibu masuk ke dalam. Berdasarkan laporan anak itu, dia bukan ibunya.. Ahh iyaa anak itu berasal dari Darkforest,"kata Eltader


"Oke.Terima kasih atas penjelasan kalian. Silahkan kalian keluar dari pintu masuk tadi,"kata paman Firye


****


"Suasananya benar - benar tegang,"kata Ruyi


"Sepertinya aku harus memberitahukan ibuku,"kata Tatra


"Aku juga,"kata Tommy


"Apa urusannya ?"kata Tarast bingung


"Bukan ibuku. Tapi bibiku,"kata Tommy


Mereka semua kembali ke kastilnya masing - masing


****


"Mereka tidak tau tentang Suyira,"kata paman Teeran


"Mereka membuat jebakan untuk mengetahui kelemahan penjaga pertama. Mereka malah mendapatkan keberuntungan dan mengetahui kekuatan Celli,"kata paman Coeli


"Sebaiknya aku menemui anak itu.. memberitahukan kenyataan tentang ibunya dan mencari tau,"kata paman Fordd


"Penjagaan di tempat kalian berdua sebaiknya diperketat,"kata paman Firye


"Eldard.. anakmu.. tapi coba kau tanyakan langsung.. sepertinya memiliki kekuatan murni,"kata paman Teeran


"Aku nanti saja bertemu dengan perdana mentri,"kata paman Firye


"Aku yang akan memberitahukan kondisi putrinya,"kata paman Edsel


"Kau benar - benar .. kita semua sudah tau jika dia hidup.. tapi cuma kau sendiri yang tidak tau,"kata paman Firye akhirnya bicara


"Apa maksudmu ?"kata paman Edsel


"Hadiah yang kami berikan ... bukan hadiah biasa.. hadiah itu akan memberitahukan apakah pemiliknya sudah tidak ada di dunia ini atau masih ada.. dan kau malah memberikan suatu janji..,"kata paman Firye


"Maksudnya kalian tau Suyira masih hidup ?"kata paman Edsel kesal


"Kami tau ... hanya kami tidak tau dia dimana dan bagaimana kondisi selain hidup,"kata paman Coeli


"Apakah aku benar - benar bodoh.. kalian.. Suyira dan yang lainnya.. istriku dan anakku..,"kata paman Edsel kesal


"Bukan begitu sobat. Tapi kau lihat sendiri pemberontakan banyak berasal dari kastilmu bahkan penjagamu sendiri. Kemampuan kalianlah yang sangat mengerikan .. jika informasi ini sampai ke mereka .. kita yang tidak tau keberadaannya dimana, bagaimana cara menyelamatkannya jika musuh duluan yang tau,"kata paman Eldard


"Dan kalian menyalahkan situasiku,"kata paman Edsel


"Kami tidak tau jika kau membuat perjanjian kehidupan. Dia sangat pintar bermain kata seperti ibunya,"kata paman Coeli


"Dan kau sama polosnya dengan pasak bumi,"kata paman Firye

__ADS_1


Paman Edsel tidak bisa membantah hal itu karena memang benar.


Hal inilah yang membuat mereka berdua lebih dekat satu sama lain dibandingkan yang lainnya.


__ADS_2