Pasak Bumi

Pasak Bumi
Identitas Baru


__ADS_3

"Kau sudah bangun ?"kata bibi Robben


"Bibi, siapa ?"kata Suyira


"Kau sudah tertidur hampir seminggu.. mungkin karena ituu..,"kata bibi Robben


"Ini dimana ?"kata Suyira sambil memegang kepala yang masih terasa sakit


"Kota Bath,"kata bibi Robben


"Ahhh.. kota Bath,"kata Suyira tampak bingung


Bibi Robben akhirnya menyadarinya


"Siapa namamu ?"kata bibi Robben menunggu penuh harap


"Namaku.. namakuu.. aku tidak ingat,"kata Suyira tampak merasa kesal


"Begini anak manis.. kalau kau tidak mengingatnya.. tidak apa - apa.. bibi yang akan memberitahukanmu.. namamu Ruby,"kata bibi Robben


"Ruby,"kata Suyira


"Iya. Namamu Ruby,"kata bibi Robben menyakinkan


Lima tahun kemudian,


"Ayoo.. Ruby cepat .. nanti kamu terlambat,"kata bibi Robben


"Iya bi. Lagi membantu Rory memakai seragamnya,"teriak Ruby dari atas


"Ayoo kak. Kita telat nihh,"kata Rory cemas karena ini hari pertamanya masuk sekolah.


Mereka kemudian turun untuk berpamitan dengan bibi Robben


"Ingat jangan berkelahi dengan siapapun. Menjauhlah dari pengganggu. Makan kalau lapar,"kata bibi Robben


"Ahh .. itu artinya Rory boleh makan di dalam kelasnya,"kata Rory memandang ibunya lurus


Ruby tertawa cekikkan


"Bukan seperti itu. Jika kau lakukan guru akan memarahimu,"kata bibi Robben


"Nanti kubilang kata ibu,"kata Rory


"Rory...,"kata ibunya sambil melotot kepada putrinya


"Bi, kami pergi duluan. Nanti kami telat,"kata Ruby menyela


Mereka naik sepeda berdua ke sekolah yang berjaŕak 500 meter dari rumah mereka.


Bunyi bel masuk sekolah berdentang saat mereka sudah memarkir sepeda.

__ADS_1


Guru piket sudah menunggu di meja piketnya.


"Ahh.. selalu tepat waktu,"kata guru piket menyindir


"Maaf bu,"kata Ruby


Rasa kesal guru piket langsung menghilang


"Nanti, lain kali ibu akan letakkan bel di depan rumahmu agar terdengar. Ya sudah. Silahkan masuk,"kata guru piket


"Memang bisa ya... ,"kata Rory kesenangan membayangkan bunyi bel di depan rumahnya


Ruby langsung menutup mulut Rory


"Permisi bu,"kata Ruby


Ruby langsung memegang tangan Rory dan mengantarnya ke kelasnya.


Rory mencebik


"Kenapa kakak tadi menutup mulutku,"kata Rory kesal


"Begini yaa adikku sayang.. kalau kau mengatakan dengan ibu.. ibu hanya akan melotot. Kalau kau katakan ke guru kau akan kena hukuman,"kata Ruby menjelaskan


"Hukuman ?"kata Rory jadi ketakutan


"Jadi hati - hati berbicara,"kata Ruby


Ruby langsung menuju ke kelasnya sambil mengintip dari kaca jendela kelasnya apakah guru sudah datang atau belum. Ternyata belum datang. Ruby langsung masuk.


"Akhirnya datang juga,"kata Tommy menyindir


"Bukan urusanmu,"kata Ruby


"Jangan galak - galak nanti kau tidak dapat teman,"kata Tommy menyindir lagi


Ruby hampir naik darah cuma didiamkannya saja. Dia selalu ingat kata bibinya untuk tidak mencari masalah.


"Ruby, sudah mengerjakan PR,"kata Loli penuh harap


"Sudah.. Ahh.. seperti biasa kau pasti belumm...sekarang apalagi alasanmu,"kata Ruby


"Begininya temanku yang baik. Kemarin itu ada keluargaku yang meninggal. Jadi kami menyiapkan kuburannya,"kata Loli dengan muka sedih


"Benarkah ? Tapi kenapa kau yang menyiapkan kuburannya ? Kau khan masih anak - anak,"kata Ruby polos


"Karena yang meninggal itu Mila,"kata Loli tidak sabaran untuk meminjam PR punya kawannya itu


"Mila ?"kata Ruby bingung


"Mila ituu ikan lele hasil tambak ikan punya keluarga kami. Jadi kami disuruh ibu untuk buat bumbu masak buat Mila biar bisa disantap,"kata Loli

__ADS_1


Ruby langsung memukul bahu Loli dengan buku PR yang sudah diambil dari tasnya. Sementara Tommy yang mendengar pembicaraan itu tertawa terbahak - bahak. Ruby langsung menjelit ke arah Tommy tapi Tommy acuh tak acuh.


Kantin sekolah


"Mau makan apa ?"kata bibi kantin sekolah


"Lele kalau perlu lele jumbo,"kata Ruby masih kesal


"Mana ada lele apalagi lele jumbo,"kata bibi kantin bingung


Ruby menghela napas. Loli tertawa cekikkan


"Bi, seperti biasa,"kata Ruby


"Mana adikmu ?"kata Loli


"Sudah pulang. Dia khan kelas satu. Jadi bibi menjemputnya,"kata Ruby


"Dia pasti mengikuti jejakmu,"kata Loli


"Jejakku,"kata Ruby bingung


"Iyaaa...datang tepat waktu,"kata Loli


Mereka berdua tertawa.


"Nanti kau akan ke SMP mana ?"kata Ruby


"Ehhmmm tidak tau. Ikutin kata orangtua saja,"kata Loli


"Ahh nanti kita bisa berpisah,"kata Ruby sedih


"Kau pasti rindu dengan temanmu yang ceria ini,"kata Loli langsung merangkulnya


"Coba lihat mereka,"kata Tommy menyindir dengan teman - teman laki - lakinya yang duduk di sudut kantin.


Ruby dan Loli menoleh ke arah mereka dan melotot.


"Ahh takutttt,"kata salah satu teman Tommy menyindir.


Mereka semua tertawa.


"Sebaiknya kita pergi,"kata Ruby yang memang sudah selesai makan


"Ayokkk,"kata Loli menyelesaikan minumnya lebih cepat.


Sambil berjalan menuju ke kelas


"Ada apa sih dengannya ?"kata Ruby


"Mungkin dia suka denganmu,"kata Loli menggoda temannya

__ADS_1


Ruby langsung merengut


__ADS_2