Pasak Bumi

Pasak Bumi
Masa Lalu Forla


__ADS_3

"Kuserahkan anakku padamu,"kata Fordd sambil menggendong Forla yang tertidur


"Akan kujaga dengan nyawaku. Apakah kau yakin tidak ikut dengan kami ?"tanya Pasak Bumi sekali lagi


"Tidak. Mereka sedang berjuang mempertahankan rumah kami. Aku disini,"tegas Fordd


"Baiklah,"jawab Pasak Bumi sambil menggendong Forla dan membawanya pergi bersama beberapa penjaga


***


Melompat ke kenangan selanjutnya


"Apakah lorong ini aman ?"tanya Pasak Bumi sedikit cemas


"Iya. Hanya kami yang tau tentang lorong ini,"jawab salah satu penjaga keturunan Dark Forest


"Dia sudah tau. Aku merasakan pergerakan di atas kita,"kata Pasak Bumi


"Ada pengkhianat di antara kita,"jawab penjaga tadi sambil memandang temannya


"Tidak ada gunanya kita curiga. Kita harus cepat,"kata Pasak Bumi


Pertarungan tak terelakkan terjadi membuat Forla membuka matanya.


"Paman .. ini dimana ... ,"tanya Forla


"Kita meninggalkan rumahmu dan mau menuju ke kastil


"Forla.. ingat yang paman katakan apapun yang terjadi nanti jika kita terpisah ingat tetap berlari dan bersembunyilah,"kata Pasak Bumi


"Tidak.. paman.. tidak.. aku takut sendirian,"jawab Forla


"Kau harus berani.. untuk dirimu .. untuk ayahmu dan paman,"kata Pasak Bumi


Forla hanya menganggukkan kepala


Eldester dan rombongan sudah berada di depan mereka.


"Forla.. ingat yang paman katakan.. inilah saatnya..larilah,"kata Pasak Bumi sambil melepaskan gendongannya


Forla menangis sambil berlari mendengar teriakan rintihan teriakan paman dan penjaga yang dikenalnya.

__ADS_1


Forla menyadari bahwa dia juga dikejar, Forla berlari sangat kencang sampai terjatuh karena tidak melihat akar pohon.


Forla membuat ranting pohon menariknya ke atas dan bersembunyi di atas pohon.


Penjahat itu mencarinya di atas pohon yang Forla duduki.


Forla berlari dari satu ranting pohon satu ke pohon lainnya.


Forla akhirnya berhenti saat dia merasa dia tidak diikuti.


Forla turun dari atas pohon dan melihat sekelilingnya.


"Tempat apa ini.. kenapa begitu banyak gundukan tanah dan begitu bau .. lebih gelap dari rumahku,"tanya Forla dalam hatinya.



Forla kelelahan dan terduduk bersandar di pohon.


Dia sangat ketakutan karena kehilangan arah.


Lalu terdengar suara - suara aneh yang masuk ke dalam pikirannya.


"Anak cantik. Kenapa sendirian."


"Ikut saja denganku. Kau tidak akan sendirian lagi."


"Benarkah ?"tanya Forla


"Tentu saja. Jalan saja melewati tanah gundukan ini. Rumahku ada di seberangnya."


Forla berdiri dan hampir berjalan, tiba - tiba ada tangan yang cukup besar memegangnya dan menggendongnya.


"Kau berjalan cukup jauh, anak manis,"kata paman Flyied


"Paman,"bisik Forla senang dan langsung menangis


"Tenanglah sebentar lagi kita akan sampai ke kastil Elfir,"kata paman Flyied


"Paman.. bagaimana dengan paman Pasak Bumi,"tanya Forla


Paman Flyied hanya diam dan tidak mengatakan apapun.

__ADS_1


Saat Forla sudah sampai di kastil utama Elfir, dia terbangun karena hiruk pikuk suara.


Dia melihat paman Pasak Bumi sedang tertidur tapi wajahnya begitu pucat. Disampingnya ada paman Edsel yang memeluknya dan menangis begitu kencang.


Dia melihat ayahnya dan ayahnya lansung menggendongnya dan membawanya ke lantai atas.


****


Forla terbangun setiap malamnya.


Dia selalu memimpikan hari itu.


Ini masih mendingan, dulu dia selalu berteriak histeris di setiap malamnya.


Forla keluar dari kediamannya dan pergi ke padang rumput dan duduk disitu sambil memandang ke arah langit.


"Kau keluar lagi,"tanya Luxi berjalan ke arahnya


"Aku tidak bisa tidur,"jawab Forla


"Mimpi buruk yang sama,"kata Luxi sambil duduk di sampingnya


"Iya,"jawab Forla


"Lepaskan bebanmu. Hal itu tidak bisa ditanggung olehmu waktu itu,"kata Luxi


"Kau tau saat melihat senyum Suyira waktu itu, hatiku sedikit tenang,"jawab Forla


"Kenapa ...kau pikir dia akan menyalahkanmu,"kata Luxi


"Aku tau dia tidak seperti itu. Aku hanya merasa bahwa aku begitu pengecut. Aku sudah membongkar penyamaranku. Seandainya aku tidak loncat dari pohon ituu.. mereka mungkin masih berpikir aku adalah Suyira,"jawab Forla meringis


"Tidak. Mereka tetap akan mengejar Langit apapun yang terjadi. Mengejar Suyira bukan satu - satunya alasan mereka. Saat kami dikejar waktu itu, aku tau satu hal mereka akan menyingkirkan semua musuh yang kuat dari jalan mereka,"kata Luxi


"Bibi Langit dan paman Pasak Bumi salah satunya,"jawab Forla


"Mereka serakah dengan kekuatan. Ingin memiliki semua kekuatan yang dimiliki oleh Suyira sehingga semua orang tunduk padanya,"kata Luxi dengan nada jijik.


"Lalu apa yang akan kau lakukan ? Aku mendengar kau membuat ayahmu marah lagi,"jawab Forla


"Dulu .. aku memang marah padanya karena egoku.. sekarang.. aku harus melakukannya.. untuk Suyira. Dia sudah cukup dikejar dan menderita melihat orang yang dikasihinya meninggalkannya satu persatu,"kata Luxi sambil memandang ke atas langit dan melihat bintang - bintang yang bersinar.

__ADS_1


"Iya. Kau benar,"jawab Forla sambil memandang ke arah Luxi


__ADS_2