Pasak Bumi

Pasak Bumi
Oval Room


__ADS_3

Pagi yang cerah, sinar matahari masuk ke sela-sela kamar Suyira.


Saat Suyira membuka pintu kamarnya sudah menanti paman Turich.


Akhir - akhir ini paman Turich mengikuti Suyira kemanapun, kecuali kamar mandi dan meja makan.


"Hai, paman. Apa kabar ?"kata Suyira lembut.


Paman Turich hanya menganggukkan kepala.


"Bisakah saya bermain ke taman ?"kata Suyira memelas.


Paman Turich hanya menggelengkan kepala


Suyira sebenarnya kesal diikuti paman Turich.


Paman Turich jarang sekali berbicara dan mukanya datar.


Suyira pernah mencoba untuk melarikan diri dari paman Turich namun gagal.


****


Suyira menuju ke dapur dan bertemu dengan Tatra.


Semenjak kejadian di pelindung pertama, Tatra menunjukkan sikap yang berbeda dan berusaha menjaga jarak dengan Suyira.


Hanya bibi Ariel yang sikapnya tidak berubah dan langsung memeluknya setiap bertemu.


*****


Paman Teeran tidak datang saat sarapan.


Paman Teeran menuju ke hutan yang berlawanan dengan hutan dark forest. Cahaya matahari melingkupi hutan ini, angin semilir dan wewangian bunga. Nama hutan ini adalah hutan Shiniyil.


Paman Teeran menuju ke dalam gua yang berbentuk oval.


Paman Teeran masuk ke dalam gua yang terasa sangat dingin dan gelap.


Kemudian paman Teeran menghidupkan obor yang dibawanya.


Saat menghidupkan obor yang berada di dinding gua. Tiba - tiba seluruh obor di ruangan tersebut hidup.


Ditengah gua terdapat meja berbentuk oval dan kursi yang terbuat dari marmer dan dudukan dari satin.


Paman Teeran membersihkan ruangan tersebut.


Pertemuannya akan dimulai satu jam kemudian. Lambat laun waktu berlalu dengan cepat.


Satu persatu tamu yang diundang datang.


Paman Coeli yang biasanya setiap pertemuan datang terlambat, hari ini datangnya lebih cepat dibandingkan yang lain.


Paman Firye datang selanjutnya.


Paman Edsel dan Eldard datang bersamaan.


Yang terakhir datang paman Flyied.


Paman Eldard yang tidak mengerti maksud pertemuan kali ini.


Biasanya mereka bertemu jika memang hal itu dirasakan sangat mendesak.


Paman Eldard,"Bagaimana semuanya sudah datang, bisa kita mulai rapatnya ?"


"Belum.Masih ada yang belum datang,"kata paman Teeran.


Semuanya yang di dalam ruangan terkejut kecuali paman Firye.

__ADS_1


Selama ini, pertemuan di ruangan itu hanya untuk mereka.


Semuanya menebak - nebak tamu undangan selanjutnya.


Pintu oval akhirnya terbuka.


Paman Fordd masuk melalui pintu tersebut. Semua orang yang di dalam ruangan terkejut karena paman Teeran akhirnya mengundang paman Fordd.


Mengingat hubungan kedua kastil yang tidak pernah akur.


"Selamat datang, Fordd ? Sudah lama tidak bertemu," kata paman Teeran memeluknya.


"Akhirnya... Apakah ini harus ?"kata paman Fordd menegaskan.


"Iya. Ini harus dilakukan,"kata paman Teeran.


Setiap orang yang berada di ruangan menjadi bingung dan mencoba memahami keadaan ini.


"Kalian tidak pernah bertengkar ?"kata paman Edsel akhirnya bersuara.


"Tidak pernah. Walaupun kami kadang ada beda pendapat mengenai sesuatu hal,"kata paman Fordd.


"Lalu selama ini ?" kata paman Eldard tambah bingung.


"Kami harus melakukannya untuk menunjukkan bahwa tidak ada perlindungan dari kastil bumi untuk pasak bumi dan langit jika mereka tinggal di kastil dark forest,"kata paman Teeran.


"Bahkan dengan kami pun, Teeran.... kau harus berbohong,"kata paman Flyied terlihat terluka.


Dalam pertarungan selama ini, paman Flyied lah yang paling banyak kehilangan. Kehilangan kastil dan hampir setengah penghuninya supaya tidak menyebarkan rahasia masing - masing kastil.


Ibunya menutup pelindung dari dalam sehingga musuh tidak dapat keluar begitu pula penghuni kastil dan yang diluar tidak dapat masuk ke dalam.


"Tidak ada niat kami membohongi kalian. Tetapi sudah dari leluhur kami, memainkan sandiwara ini supaya kami bisa mengetahui setiap tindakan musuh. Musuh berpikir bahwa kami akan membantu setiap tindakan mereka,"kata paman Fordd bermuka masam.


"Kami diikat sumpah di meja ini,"kata paman Teeran.


Paman Fordd sebenarnya sudah datang lebih dulu bersama paman Teeran untuk melepaskan ikatan sumpah mereka.


Paman Firye akhirnya berbicara,"Walaupun bukan karena hal itu saja kita berkumpul. Ada hal lain yang akan kita bahas."


Paman Teeran pun menjawab,"Iya."


Paman Teeran memandang paman Firye supaya paman Firye saja yang mengatakannya.


Paman Firye mengatakan soal penjaga yang mereka kirimkan dari masing - masing kastil yang mengkhianati mereka.


Yang berada diruangan tersebut tidak mempercayainya namun saat paman Firye menyuruh mereka untuk berpegangan tangan dan menunjukkan pengalamannya baru mereka tersadar dan terkejut.


Paman Flyied tidak menyangka bahwa salah satu orang kepercayaannya berkhianat.


Selama ini, kekuatan mereka yang diambil dari oleh paman Eldester dengan cara dipaksa dan tidak ada satu pun penghuni mereka yang menjadi pengikutnya. Tentu saja hal ini sangat mengecewakannnya.


Namun, orang yang ada di oval room tidak ada satupun yang menghakimi paman Flyied.


"Jika ada yang ingin kau sampaikan, Coeli,"kata paman Flyied kecewa.


Hanya karena tidak ada satupun dari penghuni kastil Langit yang berkhianat dan sampai saat ini paman Eldester belum memiliki kekuatan dari kastilnya.


Paman Coeli terkejut dengan perkataan paman Flyied akhirnya menjawab,"Tidak ada. Dalam segala hal... Flyied, aku pun pernah melakukan kesalahan karena itu tidak ada hak bagiku untuk menghakimi siapapun."


"Maafkan aku, Coeli. Hanya saja, pengorbanan yang sudah kami lakukan... karena hampir kehilangan semuanya. Tapi apa gunanya jika orang kami sendirilah yang mengkhianati sumpah itu. Perjuangan kami sekarang terlihat sia - sia saja," kata paman Flyied terlihat sedih.


"Bukan salahmu, Temanku,"kata paman Eldard menguatkan walaupun dia sendiri tidak menyangka jika orangnya berkhianat.


"Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang ?"kata paman Edsel.


"Sebenarnya aku memiliki rencana ini namun membutuhkan persetujuan orang ini,"kata paman Teeran.

__ADS_1


Pada saat paman Teeran mengucapkan hal tersebut.


Tiba - tiba ada dua kendaraan roda dua yang melintasi hutan tersebut menuju ke gua oval.


Suara yang berdesing itu tentu saja terdengar bagi mereka yang berada di dalam.


"Kenapa ada human disini ?"kata paman Firye dengan nada tidak suka.


"Sudah saatnya kita melibatkan mereka yang kita lindungi selama ini,"kata paman Teeran.


"Teeran, tidak ada keputusan lainnya lagi,"kata paman Edsel.


Dengan nada menyakinkan, paman Teeran mengatakan,"Tidak."


Kedua motor itu berhenti tepat di depan gua namun hanya satu yang masuk ke dalam gua yang lainnya menunggu di luar sambil bersembunyi.


Setelah mengucapkan kata - kata di depan pintu gua. Pintu gua akhirnya terbuka.


"Maaf menunggu lama. Tadi ada rapat lain yang harus kuikuti,"kata human tersebut.


"Selamat datang, perdana mentri,"kata paman Edsel tiba - tiba berubah menjadi ramah.


"Pasti kau mengetahui apa yang kupikirkan, Edsel,"kata perdana mentri.


"Kurang lebih,"kata paman Edsel.


"Sebenarnya siapakah yang mengundangku ?"kata perdana mentri.


Semua mata tertuju kepada paman Teeran.


Perdana Mentri akhirnya mengetahui siapa yang mengundangnya. "Maafkan kelancanganku mengundangmu. Namun kurasa sudah saatnya semuanya terlibat,"kata paman Teeran.


"Kami tidak menutup mata atas perjuangan kalian selama ini mempertahankan kenyamanan dan keselamatan kami,"kata perdana mentri.


"Jika kau tau,"kata paman Firye menyindir.


Kemudian paman Edsel menyela perkataan paman Firye dengan pikiran sehingga paman Firye akhirnya diam.


"Jika bukan karena sebagian besar bangsa kami tidak menerima kenyataan bahwa ada bangsa lain yang memiliki kekuatan tertentu. Apa lagi yang bisa kulakukan,"kata perdana mentri.


"Ada yang bisa kau lakukan,"kata paman Teeran.


Perdana mentri terlihat bingung dengan perkataan paman Teeran.


"Saya ingin menyerahkan Suyira padamu sampai usianya menginjak remaja,"kata paman Teeran.


Hal ini tentu menimbulkan keributan antar mereka. Ada yang setuju dan tidak setuju. Yang lainnya tidak bisa mengatakan apapun.


Paman Firye adalah salah satu orang yang tidak setuju.


"Teeran, apa yang kau pikirkan ?"kata paman Firye.


"Kota mereka dilindungi oleh kekuatan pasak bumi. Ayahnya suyira sendiri yang langsung memberikan perlindungan di kota itu. Sebelum menuju ke kota itu, mereka harus melewati kastil Edsel. Tempat itu adalah tempat yang paling aman. Dan musuh tidak akan pernah menyadari hal itu. Bahwa kita menyerahkan orang yang kita kasihi ke tangan mereka,"kata paman Teeran panjang lebar menjelaskan.


"Tapi ada satu lubang dalam rencanamu. Jika kau serahkan pada perdana mentri bukankah Suyira jadi malah kelihatan,"kata paman Coeli.


"Bukan padanya tetapi penghuni kota Bath yang sudah mengetahui ada manusia lain yang memiliki kekuatan seperti kita. Hanya saja perdana mentri harus mengetahui hal ini jadi bersama - sama bisa menjaga Suyira,"kata paman Teeran menjelaskan.


"Maksudmu pada Robben,"kata paman Eldard menegaskan.


"Iya , Eldrad. Hanya dia yang bisa mengontrol kekuatan Suyira disana sehingga bisa membaur dengan yang lainnya,"kata paman Teeran menunjukkan rasa bersalah kepada paman Eldard.


"Tidak apa - apa,"kata paman Eldard menyakinkan paman Teeran.


Setelah perdebatan yang panjang, akhirnya mereka semua membuat perjanjian di meja oval untuk mengantarkan Suyira ke kota Bath dan tinggal di sana sampai remaja.


Mengenai kapan pelaksanaan perpindahannya semua sepakat sebulan setelah perayaan ulang tahunnya.

__ADS_1


__ADS_2