
"Ibu tidak akan pernah mengerti," benak Tommy
Tommy keluar rumah di malam hari menuju ke pantai. Seperti biasa dia hanya bisa melihat dari balik pohon. Suyira duduk di tepi pantai sambil melihat laut. Suyira memeluk kakinya, tubuhnya menggigil kedinginan tapi dia tetap duduk di situ.
Tommy tau dia selalu bermimpi buruk setiap malam. Rory bercerita kadang - kadang Ruby berteriak histeris di malam hari. Bibi Sellen selalu berusaha menenangkannya dengan cara memeluknya.
Jadi, supaya dia tidak bermimpi buruk dia selalu pergi ke pantai setiap malamnya.
****
Di ruang kelas tiga,
"Tidak terasa kita sudah kelas tiga,"kata Rerast
"Iya,"kata Ruby lega
"Sebenarnya kenapa sepertinya kau sedang terburu - buru meninggalkan sekolah. Apakah kau tidak merindukanku ?"kata Rerast sambil memeluk Ruby
"Bukan. Hanya berusaha menghindari masalah,"kata Ruby
Eldast hanya diam.
****
"Eldast kita bisa bicara berdua di luar,"kata Tommy
"Oke,"kata Eldast
"Kau tau khan kalau Elsist keras kepala,"kata Tommy
"Iya,"kata Eldast
"Sekarang kak Eltader sudah tamat dari sekolah. Kau tau maksudku ?"kata Tommy
"Iya. Tapi kau tau sebaiknya kau cepat masuk ke dalam kelas,"kata Eldast
"Memangnya ada apa ?"kata Tommy bingung
"Tommmyyyy cayankk,"kata Susi langsung menghampirinya
"Tommy pinter dehhh bisa lompat kelas. Yang jadi juara satuny lagi,"kata Susi lagi sambil duduk di sampingnya
Tommy berusaha memegang tangan Eldard namun ditepis Eldard. Eldard langsung masuk ke dalam kelas.
"Jadi karena Tommy sudah kelas tiga. Susi jadi panggil kakak dong. Kak Tommy,"kata Susi dengan nada manja
Tommy langsung berdiri
"Aku mau masuk kelas,"kata Tommy
"Iya. Ga apa - apa nanti istirahat kita ketemu laginya,"kata Susi menyusul di belakangnya.
"Ruby tolong jaga kak Tommy yaa,"teriak Susi dari belakang Tommy
__ADS_1
Muka Tommy langsung berubah jadi merah karena ucapan Susi didenger oleh anak lainnya.
"Tenang saja Susi. Pasti,"balas Ruby
Susi senang mendengar hal itu dan langsung menuju ke kelasnya.
"Apa lihat - lihat," kata Tommy
"Aduhh kak Tommy marah,"goda Rerast
"Awas ya. Dan kenapa kau tinggalkan aku tadi disitu,"kata Tommy
"Masalahnya ga tega ngeliat Susi. Sudah terima saja dia,"kata Eldast
"Gundulmu,"kata Tommy
Yang lain jadi tertawa mendengar percakapan mereka.
"Yang lain diam. Wali kelas kita sebentar lagi masuk,"kata Flay
Pada saat masuk, wali kelas memulai dengan memperkenalkan diri dan menunjuk perangkat kelas. Seperti biasa Flay menjadi ketua kelas lagi tiga tahun berturut - turut.
Pada saat bunyi bel istirahat, Flay mendatangi kursi Eldard, Ruby, Tommy dan Rerast.
"Ingat yaa jangan buat masalah selama di kelas ini,"kata Flay
"Baik kak,"jawab mereka berempat kompak
"Woww kakak ituu,"kata Tommy
"Tau ga kakak itu pacarnya kak Eltader,"kata Rerast mulai bergosip
"Benarkah ?"kata Ruby
"Iya katanya dia sempat kesal waktu kak Eltader menolongmu waktu itu. Sebaiknya kita hati - hati saja,"kata Rerast
"Menarik,"kata Eldast
"Menariknya dimana. Yang ada dia bisa saja cari masalah dengan kita,"kata Rerast
"Kalau lihat wataknya. Ga laa.. tapi ga tau juga yaa,"kata Tommy bimbang
"Yokk kita ke kantin. Ga baek juga ngomongin orang,"kata Ruby
****
Sebulan kemudian,
"Ibu guru mau mengadakan camping khusus kelas kita. Kita boleh mengajak satu orang untuk ikut,"kata Flay datar
Mendengar camping yang lainnya sangat bersemangat dan kelas menjadi ribut.
"Diam. Jika kalian tidak mau diam nanti kubilang dengan bu guru campingnya dibatalkan,"kata Flay
__ADS_1
"Ahh Flay yang cantik .. jangan gitu dong,"kata salah sstu siswa
"Iyaa.. kami diam kok. Apapun kata Flay kami ikutin dehhh,"bujuk siswa yang lain
"Baiklah. Kita cuma menginap semalam. Subuh kita berangkat dan malamnya kita sampai. Besok paginya kita sudah buat kegiatan. Lusanya kita pulang. Paham,"kata Flay
"Pahammm,"jawab siswa sekelas kompak
"Nahh kegiatannya apa ? Kita harus buat sekarang. Yang punya rencana kegiatan silahkan tulis di papan tulis,"jawab Flay
Mereka mengutarakan banyak sekali kegiatan dan hanya lima kegiatan yang diterima setelah diadakan voting.
"Siapa yang kau ajak ?"kata Tommy
"Eltader,"kata Eldard berbisik
Tommy hampir saja tertawa terpingkal - pingkal. Gantinya Tommy hanya menutup mulutnya. Karena melihat Flay menatap ke arahnya.
"Kau siapa ? Apa susi ?"kata Rerast
"Enak saja. Rahasia,"kata Tommy.
"Rerast, ngajak siapa ?"kata Ruby
"Sudah tau khan. Ga mungkin khan ngajak papa yang ada bukan camping,"jawab Rerast lesu
"Cup... cup.. cup.. tenang.. kita akan ajak paman bergosip pasti senang,"kata Ruby
Tommy hampir tidak dapat menahan tawa lagi.
****
"Kak, aku ikut yaa,"jawab Rory memelas
"Bagaimana kakak jaga Rory disana? Nanti Rory hilang di hutan .. coba gimana ?"kata Ruby bingung
"Rory akan ikutin kata kakak dan ga akan main ke hutan,"jawab Rory menyakinkan
"Benar yaa,"kata Ruby
"Iya. Berarti Rory boleh ikut,"teriak Rory senang
"Ada apa ini ?"kata bibi Robben
"Bi, Rory mau ikut camping,"kata Ruby
"Rory ga boleh ikut,"kata bibi Robben
"Tapi maa Rory mau ikut,"kata Rory memelas
"Tidak,"kata bibi Robben tegas
Rory menangis kencang. Ruby kebingungan mendiamkannya.
__ADS_1