Pasak Bumi

Pasak Bumi
Rencana Suyira, Kesedihan Coeli


__ADS_3

"Apakah aku tidak bisa keluar dari sini ?"tanya Eldast


Luxi memejamkan matanya.


"Mustahil. Mereka sudah masuk ke dalam kastil,"jawab Luxi


"Separah mana ayahku atau ayahmu ?"tanya Eldast menjadi bersimpati kepada Luxi


"Ayahku. Jika ini berurusan dengan kedua keponakannya akibatnya bisa fatal. Dia sudah kehilangan kedua adiknya,"jawab Luxi


"Apakah aku harus bersembunyi dulu ?"tanya Eldast


Luxi tertawa


"Kelihatan seperti anak kecil yaa,"kata Eldast


"Tidak juga. Lebih baik kau bersembunyi. Sebaiknya informasi yang diterimanya jangan sekaligus,"kata Luxi


****


"Apakah itu benar ?"tanya paman Coeli


"Iya. Dia berada dalam kastil Biara,"kata paman Fordd


"Dia berhasil,"batin Celli


"Dimana Luxi sekarang ?"tanya bibi Seelen


"Di kastil utama,"jawab paman Fordd


"Sayang, biarkan aku berbicara dengannya,"kata bibi Seelen menggunakan telepati pikiran dengan paman Coeli


"Baiklah,"jawab paman Coeli


****


Langit di atas kastil tiba - tiba berubah menjadi mendung.


"Sepertinya ini akan menjadi sangat alot,"batin Luxi


Paman Coeli, bibi Seelen dan Celli masuk ke dalam ruang utama. Luxi sudah menunggu mereka di ruangan itu.


Celli langsung memeluk kakaknya.

__ADS_1


"Kakak, baik - baik saja khan ?"tanya Celli cemas


"Iya, kakak baik - baik saja,"jawab Luxi


"Syukurlah,"kata Celli


"Bagaimana kabar kalian ?"tanya Luxi memandang wajah kedua orangtuanya


"Kami baik - baik saja. Ada yang ingin Ibu bicarakan,"kata bibi Seelen


"Sejak kapan kalian membuat rencana pelarian ini ?"tanya bibi Seelen


"Bibi, Luxi tidak salah. Kami yang meminta bantuan mereka,"kata Celli


"Kapan tepatnya ? Pernikahan itu sudah jelas termasuk dalam rencana kalian,"tanya bibi Seelen


"Sebulan yang lalu kami merencanakannya dan dua minggu kemudian kami baru meminta bantuan rombongan kak Luxi,"jelas Celli


Petir menyambar di luar kastil utama.


"Kalian menganggap pernikahan itu permainan ?"tanya bibi Seelen


"Tidak. Kami tidak bermaksud seperti itu. Itu diluar rencana kami,"kata Celli merasa bersalah untuk Aretra


"Dia hanya ingin punya ruang gerak. Itu yang dikatakannya,"jawab Celli


"Ruang gerak. Kau percaya ituu,"teriak paman Coeli


"Paman itu yang dikatakannya. Katanya dia sudah tidak punya ruang gerak selama tinggal bersama kita maupun dengan paman Teeran,"jawab Celli terlihat sedih


"Itu benar, paman,"kata Eldast muncul dari persembunyiannya.


"Satu lagi yang mudah ditipu olehnya,"sindir paman Coeli


"Luxi.. kau mau mengatakan sebenarnya atau ibu akan menempatkanmu di dalam ruanganku,"kata bibi Seelen tegas


Luxi memejamkan matanya dan menghela nafas.


"Dia ingin meminta sesuatu sama nenek. Oleh karena itu, dia harus melewati satu tangga lagi untuk bertemu sama nenek,"kata Luxi


"Kau sudah tau tentang hal ini...,"kata paman Coeli


"Saat dia meminta tolong untuk mengeluarkannya dari kastil Bumi. Aku hanya menebaknya... tapi pada saat aku mengantarnya .. aku sudah yakin,"jelas Luxi

__ADS_1


"Dan yang lain.. apakah mereka tau ?"tanya paman Coeli


"Sebagian dari mereka berpikir jika dia hanya ingin menjaga pelindung terakhir lagi, sebagian lagi berpikir dia hanya ingin bisa bergerak bebas,"jawab Luxi


Petir di luar terdengar sangat bergemuruh.


"Jadi, apa tujuannya ?"tanya bibi Seelen


"Awalnya aku berpikir dia meminta kemampuan untuk bisa menghapus kekuatan musuh. Tapi saat Eldast cerita bahwa paman Firye memiliki kemampuan itu. Kurasa hal itu sudah diajarkan padanya,"jawab Luxi


"Dia meminta penyelamatan,"lanjut bibi Seelen


"Maksudnya ?"tanya paman Coeli


"Sudah menjadi hal umum bagi kami yang tinggal disana jika perempuan yang menyerahkan hidupnya untuk Sang Pencipta memiliki kemampuan untuk berpindah tempat,"jelas bibi Seelen


"Berpindah tempat,"kata Eldast bingung


"Aku pernah sekali berpindah tempat dengan nenek,"kata Luxi


"Tapi ada konsekuensinya.. kekuatannya menjadi melemah dan butuh waktu yang cukup lama untuk kembali,"jelas bibi Seelen


"Dan untuk menuju ke tahap itu.. permintaan itu..sangat menyakitkan..aku tau dari cerita penjaga pintu kastil Biara,"jelas Luxi


"Lalu kenapa kau biarkan,"kata paman Coeli


"Aku hanya ingin dia selalu mempercayaiku. Dia mau meminta bantuan kepadaku,"jawab Luxi


"Kauu,"teriak paman Coeli


Petir menyambar cukup keras di luar kastil utama


Paman Coeli meninggalkan ruangan utama.


"Maaf bu,"jawab Luxi


"Kau berhasil membuat ayahmu terluka,"sesal Bibi Seelen mengikuti paman Coeli.


****


"Apakah itu harus, kak ?"tanya Celli


"Hanya itu satu - satunya cara,"jawab Luxi

__ADS_1


__ADS_2