
"Suyira, bisa naik ke mobil dulu ? Paman masih harus berpamitan"kata perdana mentri
"Baiklah, paman,"kata Suyira menuju ke mobil
Saat di dalam mobil
"Bunyi... ada bunyi di belakang. Bunyi apa ini ?"kata Suyira langsung keluar dari dalam mobil melihat ke bagasi belakang
"Suyiraaa ...,"jawab suara yang berada di dalam mobil itu berbisik
Suyira membuka bagasi dan terkejut
"Apa yang kau lakukan ?"kata Suyira masih terkejut sambil melihat ke arah paman perdana mentri.
****
"Berhati - hatilah,"kata paman Teeran
"Iya. Semoga kedamaian akan segera tiba di setiap kastil dan kota Bath,"kata perdana mentri
"Itu harapan kita semua,"kata paman Teeran
****
"Paman datang. Bersembunyilah dan jangan berisik,"kata Suyira
"Siap berangkat ?"kata perdana mentri
"Si..ap,"kata Suyira agak gugup
Perdana mentri terkejut namun tersenyum ke arahnya.
"Semuanya pasti baik - baik saja,"kata perdana mentri menyalahartikan kegugupan Suyira
Suyira hanya menganggukkan kepala.
****
Sementara itu,
"Coeli, serahkan anak itu maka semuanya akan baik - baik saja,"kata paman Cillieng
Paman Coeli dan rombongannya terkejut. Hal itu tidak diduga mereka. Jika Littlestar dianggap sebagai Suyira.
"Maafkan aku,"kata paman Coeli menggunakan pikirannya kepada paman Stew
Paman Stew memeluk erat Littlestar.
"Apa yang kau pikirkan,"kata paman Coeli langsung menembakkan panah listrik ke arahnya
"Baiklah. Itu pilihanmu,"kata paman Cillieng berhasil menghindar dari serangan paman Coeli
Paman Cillieng membuat petir dari langit ditujukan ke arah Littlestar. Namun, sekali lagi pohon di sekitar tempat itu membantu dengan cara menarik tubuh paman Stew untuk menghindar.
"Kau yang tidak mengakui darahmu tetapi menggunakan kekuatanKU untuk menyakiti keturunanKU. Tidak Hak bagimu memanggil LangitKu," kata Langit Tertinggi marah.
Dari jauh tiba - tiba ada petir yang ditembakkan lurus tepat ke dadanya paman Cillieng.
Sang Tangan Kiri terkejut tapi tidak mau menunjukkannya.
*****
Tanah bergetar dan terbelah menjadi dua bagian.
Paman Coeli dan rombongan berhasil menghindar.
Batu - batu berterbangan ke arah mereka.
Paman Coeli membuat pedang dari listrik dan memotongnya menjadi dua bagian.
Sementara itu, paman Stew terlindung karena pohon menutupi tubuhnya.
Hal ini tentu saja diperhatikan oleh Sang Tangan Kiri.
"Dia mendapatkan kekuatan dari pohon keramat dari kastil Fogyer,"kata Sang Tangan Kiri berbicara menggunakan pikiran kepada sekutunya.
"Brengsek. Bagaimana mungkin kekuatan yang berasal dari kastilku dimilikinya,"kata salah satu pria bertopeng
Tiba - tiba ada sulur akar yang sangat tipis bergerak ke arah kaki si pria bertopeng.
Naik ke atas dengan cepat dan memegang tangannya.
Pria itu berusaha melepaskan diri dengan mengambil pisau yang ada di pinggangnya dan memotongnya.
"Kesetiaan itu bukan didapatkan tetapi diusahakan,"kata paman Stew menyindirnya.
Pria bertopeng itu membuat kabut beracun yang dilemparkan ke arah mereka.
"Rasakan pembalasanku. Ini untuk temanku,"kata pria bertopeng tadi.
Paman Eldard yang sempat melihat hal itu bersama paman Coeli membuat hujan lokal sehingga kabut tersebut menghilang.
****
Paman Joqi membalas perbuatan paman Eldard.
Melemparkan batu yang ukuran besar ke arah mereka, membuat ranting - ranting pohon menyerang mereka dan menciptakan tanah longsor dari atas bukit.
Paman Stew membentuk barisan pohon yang melontarkan batu - batu itu kembali ke paman Joqi dan membuat ranting - ranting itu berhenti menyerang mereka. Pohon - pohon itu menutupi mereka sehingga hasil longsoran tidak terkena ke mereka.
Paman Coeli sangat marah dan mengirimkan petir yang kecil tetapi cepat ke arah paman Joqi. Paman Joqi tidak dapat menghindar dan terkena petir tersebut.
Sang Tangan Kiri terkejut melihat sekutunya meregang ñyawa.
Dua penjaga kastil Ariel sedang kesulitan menghadapi paman Roth.
****
"Aku akan mengantar kalian sampai ke pelindung terakhir kastilku,"kata paman Teeran kepada perdana mentri saat sudah berada di dalam mobil.
"Suyira silahkan duduk di bawah. Ini untuk kebaikanmu,"kata perdana mentri
"Bukankah penghuni di pelindung kelima melihatku naik ke mobil paman ?"kata Suyira bingung
"Memang iya,"kata perdana mentri tersenyum
__ADS_1
"Bukankah itu artinya mereka tau ?Apakah paman benar - benar mempercayai penghuni kastil Bumi ?"kata Suyira lagi
"Tidak. Bahkan orang yang dekat denganku belum tentu kupercayai,"kata perdana mentri
"Lalu ?"kata Suyira
"Nanti kau akan tau,"kata perdana mentri
Mereka sudah melewati pelindung kelima, keempat, ketiga, kedua dan akhirnya pertama.
Paman Teeran hanyà melambaikan tangan tanda perpisahan.
Perjalanan menggunakan mobil membuat mereka berjalan di lintasan yang cukup lebar.
Mudah terlihat
Perjalanan mereka diikuti oleh dua orang sosok berjubah panjang.
Walaupun mereka menggunakan jubah panjang tetapu bentuk tubuhnya benar - benar berbeda.
Satunya bertubuh pendek dan kurus sementara satunya lagi bertubuh tinggi dan tegap.
Mereka ada di pinggiran hutan
"Apakah itu dia ?" kata sosok yang bertubuh pendek
"Entahlah. Tapi dia begitu terlihat. Mungkin mereka sengaja untuk mengecoh kita,"kata sosok yang bertubuh tinggi
"Beritahukan ini sama Tuanku," kata sosok yang bertubuh pendek
****
Sang Tangan Kiri menerima informasi tersebut.
Sang Tangan Kiri akhirnya ikut dalam pertempuran.
"Apa kabar, Coeli ?"kata Sang Tangan Kiri tersenyum
Langsung menyerang dengan membuat pasir isap di sekeliling penjaga kastil Langit.
Melemparkan panah beracun ke arah Littlestar. Paman Stew melindungi dengan membuat perisai padat dari listrik.
Paman Stew melemparkan panah listrik ke arahnya namun langsung dihempaskan menggunakan kekuatan angin.
Sang Tangan Kiri mendekat ke arah paman Stew.
Namun dihalangi oleh paman Coeli.
Paman Coeli membuat cambuk dari listrik.
Namun Sang Tangan Kiri berhasil menghindar karena tubuhnya ringan.
Dia memukul tubuh paman Coeli membuat tubuhnya terhempas jauh menuju ke batu cadas.
Paman Coeli bisa terhindar karena ditolong oleh paman Eldard. Paman Eldard membuat bantalan air.
Paman Stew berusaha menghindar saat Sang Tangan Kiri berhasil melumpuhkan penjaga kastil Langit yang lain dengan menghembuskan udara beracun.
"Littlestar lari... ayooo... cepat,"kata paman Stew tau jika Littestar sudah bangun saat mereka tiba - tiba berhenti.
Littestar mematuhi apa yang dikatakan paman Stew dan berlari kencang menuju ke arah kastil Bumi.
Paman Eldard melihat hal itu langsung menggunakan kekuatannya menarik air di tanah dan menyiramkannya ke udara yang beracun tadi.
Sang Tangan Kiri tidak peduli.
Saat paman Stew berusaha menghalanginya dengan cara melemparkan listrik dan membuat petir di langit yang ditujukan padanya, Sang Tangan Kiri berhasil menghindar.
Dia menghempaskan paman Stew ke tanah berisap.
Salah satu penjaga kastil Ariel menyiramkan air ke pasir isap dan menarik paman Stew yang sudah masuk hampir melewati hidung.
Sang Tangan Kiri memiliki tubuh yang ringan membuatnya seperti melayang ketika melangkah.
Lambat laun dia hampir bisa menyusul Littlestar.
Dia membuat angin datangnya dari depan sehingga tudung yang digunakan Littlestar tersingkap.
Warna rambutnya terlihat.
Saat mengetahui bahwa yang dikejarnya bukan Suyira.
Dia berhenti.
Begitu pula sekutunya yang masih tersisa pergi dari pertempuran.
****
"Teeran, mereka menuju ke arah perdana mentri," kata paman Eldard
"Firye, berhati - hatilah. Aku akan segera menyusul,"kata paman Teeran
"Perdana mentri, persiapkan dirimu,"kata paman Firye menghubunginya menggunakan alat komunikasi.
"Suyira. Musuh akan segera datang. Kita akan segera sampai ke kastil Elfir,"kata perdana mentri.
Si Tinggi dan si pendek menghentikan laju mobil dengan berdiri di depannya.
"Perdana mentri, keluar sekarang,"kata si pendek.
Perdana mentri tetap tidak bergeming.
Tiba - tiba dengan menggunakan telapak tangannya. Mobil terhempas dan terguling.
Perdana mentri kesulitan untuk keluar dalam posisi seperti itu. Perdana mentri memeluk Suyira.
"Paman di bagasimu ada temanku yang ikut. Aku tidak mengajaknya tapi dia ikut sendiri,"kata Suyira panik
Perdana mentri terkejut.
"Kita akan keluar dari sini begitu pula temanmu,"kata perdana mentri.
Perdana mentri menggunakan gagang pisau untuk memecah kaca di belakang dekat bagasi dan keluar dari situ.
Mereka membuka bagasi bagian belakang dan melihat Arey sedang terlengkup di situ.
__ADS_1
"Ayo keluar,"kata Suyira.
****
Si Tinggi dan si pendek dihalangi oleh paman Firye dan rombongannya.
Si Tinggi menghempaskan rombongan paman Firye.
Hanya paman Firye yang sanggup bertahan.
Saat mereka berusaha mendekat dan mau menghembuskan udara beracun ke arahnya.
Paman Firye menonjok perutnya dan menyentuh dadanya kemudian menembak api biru.
Tiba - tiba tubuhnya merasakan kepanasan dari dalam dan tewas.
Si pendek yang melihat hal itu terkejut.
Si pendek melemparkan batu ke arah paman Firye.
Namun batu itu berubah menjadi abu.
Rombongan paman Firye kembali lagi dan menyerang Si pendek dengan membuat cambuk api dan mengikat kedua tangannya.
Mereka membuat pedang api yang langsung dihunus ke dadanya.
****
Perdana mentri melihat hal tersebut dan merasakan dingin di sekujur tubuhnya.
"Ada apa, paman ?"kata Suyira
"Tidak apa - apa. Sebaiknya kalian tetap menunduk,"kata perdana mentri
"Larilah. Yang lebih besar dari ini akan segera datang. Berlari ke arah timur secepat yang kau bisa,"kata paman Firye.
Perdana mentri memegang tangan kedua anak perempuan itu dan berlari menjauh dari padang rumput.
Suyira lebih ringan dibandingkan mereka dan membantu mereka berlari. Perdana mentri menyadari hal ini.
"Terima kasih,"kata perdana mentri
Suyira hanya bisa tersenyum.
****
"Halo, Firye,"kata Sang Tangan Kiri
Paman Firye langsung menyerang dengan menghamburkan panah berapi ke arahnya.
"Tidak pernah basa basi seperti biasa,"kata Sang Tangan Kiri berhasil menghindar sambil melihat kedua utusan meregang nyawa.
Satu persatu musuh datang.
Paman Roth dan dua orang bertopeng beserta selusin pasukan.
Rombongan paman Firye membuat cincin api di sekitar musuh.
Api tersebut bergerak menyerang mereka dan berusaha membenamkan mereka dalam api.
Salah satu pasukan terbenam dalam api.
Namun salah satu orang bertopeng itu membuat air untuk memadamkannya dalam jumlah besar.
Paman Roth membela tanah menjadi dua dan melemparkan batu ke arah mereka.
Namun paman Firye dan rombongannya dapat menghindar dan membuat batu menjadi abu.
Paman Firye yang lebih cepat dibandingkan rombongan yang lain mendekat ke arah paman Roth dan memyemburkan api dari mulutnya ke wajah paman Roth.
Paman Roth berteriak histeris.
Sosok bertopeng membantu dengan menyiram air ke wajahnya.
Sang Tangan Kiri menghempas tubuh rombongan paman Firye dan menciptakan pasir isap yang cukup besar sehingga ada dua orang penjaga kastil Firye yang terisap sementara tiga lainnya berjuang untuk bertahan.
Paman Firye kewalahan melawan dua sosok bertopeng dan berusaha membantu mereka.
****
Paman Eldrad dan paman Coeli datang menciptakan hujan di Langit.
Tiga penjaga akhirnya selamat.
Saat paman Firye mau mengangkat kelima anggotanya dari pasir isap, sosok bertopeng itu menciptakan pedang dari es dan berusaha menusuk paman Firye dari belakang.
Paman Eldard melihat hal itu dan geram. Paman Eldard jauh menjangkau mereka.
Dia menggunakan tangannya mengendalikan cairan darah di tubuh sosok bertopeng tersebut.
Sosok itu mengeluarkan darah dari mulut dan matanya.
Temannya terkejut dan berlari.
"Apa yang kau lakukan ? Kita sudah berjanji,"kata paman Coeli marah
"Dia akan membunuh sahabat kita. Dengan kekuatanku. Tidak. Tidak lagi. Biar dia tau siapa pemilik yang SAH,"kata paman Eldard
"Kendalikan emosimu," kata paman Coeli
Sang Tangan Kiri melihat hal itu dari kejauhan karena dia sedang mengejar Suyira bersama lima anggota lainnya.
****
"Halo, kakek tua,"kata paman Flyied
"Apa kabar, cucuku ?"kata Sang Tangan Kiri
"Membunuh anakmu sendiri. Sepupuku. Sepertinya belum cukup untukmu. Hampir seluruh penghuni kau habisi. Jika sudah habis siapa lagi yang akan mengakuimu ... sebagai pemilik kastil Fogyer... Ahh iyaaa .. penghuni kastil lain... "kata paman Flyied menyindir
"Sebaiknya hati - hati bicara,"kata Sang Tangan Kiri berusaha menghempaskan Flyied namun gagal.
Flyied membalas dengan maju langsung ke depannya dan meninju mukanya.
Gerakan tak terduga tadi. Tidak disangka - sangka oleh Sang Tangan Kiri.
__ADS_1
"Sampai kapanpun. Mau kau bunuh seribu keturunanmu. Kekuatan ini dan kastil Fogyer adalah milikku dan Ibuku," kata paman Flyied.
Sang Tangan Kiri melihat luka di pelipisnya dan menjadi geram.