Pasak Bumi

Pasak Bumi
Suyira Kembali Ke Kota Bath


__ADS_3

Mereka semua berjalan dalam diam.


Mereka selalu memperhatikan sekitar mereka.


Mereka sudah memasuki hutan Mercusii.



Saat masuk ke dalam hutan, wangi dari pohonnya memberikan rasa ketenangan walaupun itu tidak mengubah suasana hati Flay.


Dia tau bahwa adiknya membutuhkannya sekarang.


"Eldast, setelah melewati hutan ini. Kau harus menjalankan rencanamu,"kata Flay


"Apakah mereka mudah dipengaruhi ?"tanya Eltader


"Mereka suka sekali bersemedi. Apakah menurut akan sulit mempengaruhi mereka ?"tanya Flay balik


"Kurasa ini nyaris tidak mungkin,"jawab Eltader


"Apa yang kita lakukan ? Pergerakanku sekecil apapun akan membuat mereka curiga,"kata Flay mulai panik


"Lalu kenapa ? Buatlah mereka curiga padamu. Biarkan perhatian mereka hanya fokus padamu,"jawab Eltader


"Kau benar juga,"kata Flay


Flay tiba-tiba menghentikan langkahnya sebentar dan memandang ke arah timur yaitu kastil Ariel. Kedua utusan memandang ke arahnya dengan curiga.


"Ya ampun segitunya,"kata Tommy bertelepati dengan Eltader.


"Kalian benar-benar dikurung jika berada di kastil Fogyer,"kata Eltader bertelepati dengan Tarast.


"Begitulah karena itu aku lebih suka kembali ke kastil Elfir,"jawab Tarast


Mereka sudah sampai di perbatasan hutan Mercusii dan hutan Tenebris Viridi.


Flay menghentikan langkahnya lagi dan memandang ke arah timur lagi. Flay memadang ke arah Tarast. Kedua utusan memperhatikan hal tersebut.


****


Suyira, Rerast dan Eldast sudah menunggu mereka di perbatasan pelindung terakhir kastil Elfir.


Suyira, Rerast dan Eldast bersembunyi di atas sebuah pohon.


"Kenapa mereka sangat lama ?"tanya Rerast


"Mereka sedang menuju ke sini. Kita tunggu saja,"kata Suyira


"Mereka membawa dua orang utusan dari kastil Fogyer. Katanya utusan yang paling setia,"jawab Eldast ketika baru bertelepati dengan Eltader.

__ADS_1


"Paman Lyod pasti salah satunya,"kata Suyira


"Aku harap mereka tau apa yang harus dilakukan. Kata ayah jika mereka menjaga orang bahkan semut lewat saja di depan mereka pasti tidak bisa,"jawab Rerast kesal melihat rencana mereka selalu bertemu dengan hambatan.


****


Mereka sudah memasuki hutan Tenebris Viridi menuju ke kastil Elfir. Ketika mereka sudah hampir tiba di perbatasan kastil Elfir.


Flay memandang ke arah Tarast. Tarast pun demikian.


"Paman. Saya sudah kelelahan dari tadi berjalan tidak berhenti. Saya mau istirahat sebentar,"kata Flay


Seperti biasanya kedua paman mengiyakan.


Mereka semua istirahat.


"Paman, saya mau ke belakang sebentar,"kata Tarast menunjuk ke arah pohon yang berlawanan arah dengan pohon yang diduduki oleh Suyira, Eldast dan Rerast.


"Aku juga paman,"jawab Ruyi menuju ke arah pohon yang diduduki oleh Suyira, Eldast dan Rerast.


"Eldast bawalah Rerast. Aku akan dibawa Suyira,"kata Ruyi bertelepati kepadanya.


"Baiklah,"jawab Eldast


Suyira bergerak dengan sangat cepat sambil membawa Ruyi masuk ke dalam pelindung kastil Elfir.


Ruyi sangat mengenal penjaga kastil Elfir sehingga mereka dapat dengan cepat sampai ke perbatasan kota Bath.


Tarast bergerak agak jauh dan sangat tersembunyi.


Kedua utusan mulai curiga karena mereka pergi sangat lama.


Salah satu dari mereka menyusul Tarast sedangkan yang lain menjaga Flay.


"Kau tidak sedang merencanakan sesuatu khan nak,"kata paman Lyod


"Apa maksud paman ?"tanya Flay


"Baiklah. Jika ada yang kau rencanakan, jangan salahkan paman akan memberitahukan hal ini sama ayahmu,"lanjut paman Lyod


"Iya paman,"jawab Flay mulai cemas


Tarast melihat utusan itu sudah bergerak ke arahnya.


Tarast langsung berdiri dan berpura-pura berjalan ke arahnya.


"Ruyii.. cepatlah. Kau sudah sering latihan lari.. ayolahh sobat.. aku sudah tidak bisa bersembunyi lagi,"kata Tarast bertelepati dengan Ruyi


"Paman...kenapa kemari ? Mau ke belakang juga,"tanya Tarast

__ADS_1


"Tidak menjemputmu. Kenapa kau tidak menggunakan kekuatanmu ?"selidik utusan itu.


"Bukan begitu paman. Aku hanya ingin sekali-kali menjejakkan kakiku ke tanah,"jawab Tarast


Mereka akhirnya berjalan kaki.


Saat utusan itu tiba bersama Tarast,


"Kau jaga mereka. Aku akan menjemput Ruyi,"kata paman Lyod langsung berlari


"Kau sudah mengatakan kepada Eldast dan Rerast untuk bergerak khan, kak,"kata Tommy bertelepati dengan Eltader


"Sudah. Mereka bergerak bersama-sama tadi, tentu saja dengan kecepatan yang berbeda. Aku berharap Ruyi bisa lebih cepat,"jawab Eltader


"Ruyii,"kata Tarast, Eltader dan Tommy


"Berisik tau,"kata Ruyi


Ketika paman Lyod datang, Ruyi sudah tiba sekitar lima menit lebih cepat. Ruyi mengatur pernafasannya dulu agar tidak diketahui oleh paman Lyod.


"Kau masih disini,"kata paman Lyod lega


"Iya, paman. Aku sudah selesai. Paman juga ?"tanya Ruyi


"Tidak. Sebaiknya kita meneruskan perjalanan,"jawab paman Lyod


Ruyi hanya menganggukkan kepala.


"Aku harus berlatih lagi,"batin Ruyi


****


Suyira menunggu Rerast diatas pohon tempat dia bertemu dengan Flay dan Eltader.


Rerast akhirnya sampai juga.


"Kakak ke kastil dulu,"kata Eldast


"Iya kak,"jawab Suyira


Suyira langsung memegang lengan Rerast untuk dapat bergerak dengan sangat cepat.


****


Terima kasih untuk pembaca yang budiman


Ditunggu yaa like, vote dan fav yaa


Terima kasih

__ADS_1


😇😇😇


__ADS_2